JAKARTA – Banyak orang masih bingung menentukan berapa persen gaji yang ideal untuk
ditabung dan diinvestasikan. Sebagian merasa harus langsung besar, sementara lainnya ragu untuk memulai.
Namun para perencana keuangan menegaskan, tidak ada angka tunggal yang berlaku untuk semua orang. Kunci utamanya terletak pada kebiasaan, bukan besaran nominal.
Mulai dari kebiasaan, bukan angka besar
Investasi tidak harus langsung dalam jumlah besar. Justru konsistensi jauh lebih penting dibanding nominal awal.
Banyak orang menunda investasi karena merasa penghasilannya belum cukup. Padahal, kebiasaan menyisihkan dana sejak awal memberi dampak lebih besar dalam jangka panjang dibanding menunggu penghasilan tinggi.
Dalam praktiknya, pekerja dengan penghasilan terbatas namun disiplin investasi sering mengumpulkan aset lebih besar dibanding mereka yang berpenghasilan tinggi tetapi tidak rutin berinvestasi.
Rekomendasi porsi investasi dari gaji
Sejumlah panduan umum menyebutkan pembagian berikut:
Sekitar 10 persen gaji: sudah masuk kategori awal yang baik
15 persen gaji: ideal untuk membangun kekuatan finansial
20 persen atau lebih: termasuk agresif dan sangat optimal untuk jangka panjang
Meski begitu, angka tersebut tidak bersifat wajib. Setiap orang perlu menyesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.
Tidak harus langsung besar, yang penting mulai
Bagi yang masih memiliki banyak kebutuhan, menyisihkan 15–20 persen gaji mungkin terasa berat. Dalam kondisi ini, memulai dari 3–5 persen sudah cukup untuk membentuk kebiasaan.
Setelah kondisi keuangan lebih stabil, porsi investasi bisa ditingkatkan secara bertahap.
Perencana keuangan bersertifikat, Matt Rogers, menekankan pentingnya langkah kecil sebagai awal.
“Jika Anda belum berinvestasi sama sekali, mulai dari sebagian kecil penghasilan sudah menjadi langkah yang baik,” ujarnya, dikutip dari CNBC.
Prioritaskan fondasi keuangan
Selain investasi, pengelolaan keuangan juga perlu memperhatikan prioritas lain seperti dana darurat dan pelunasan utang.
Para ahli menyarankan masyarakat untuk menyelesaikan kebutuhan dasar keuangan terlebih dahulu sebelum meningkatkan porsi investasi secara agresif.
Dengan strategi yang tepat, investasi bisa menjadi kebiasaan jangka panjang yang membantu membangun kestabilan finansial.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora