China Kuasai Pendanaan Startup Asia, Dana Mengalir Rp 283 Triliun di Awal 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – China kembali memimpin arus pendanaan startup di Asia pada kuartal I 2026. Nilai investasinya mencapai US$16,5 miliar atau sekitar Rp 283 triliun.

Data Crunchbase menunjukkan total pendanaan startup Asia menyentuh US$27,4 miliar. Angka ini naik sekitar 20% dibanding kuartal sebelumnya dan hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.

China menyerap sekitar 60% dari total dana tersebut. Tren ini menandai kenaikan selama tiga kuartal berturut-turut setelah sempat melemah pada paruh pertama 2025.

Lonjakan investasi terjadi karena sektor kecerdasan buatan (AI). Sejumlah perusahaan AI menyerap dana jumbo, mulai dari pengembang model dasar StepFun, perusahaan agentic AI Moonshot AI, hingga pengembang robot AI Galaxy Bot.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini Kisaran Rp2,9 Juta per Gram

Di posisi kedua, India mencatat pendanaan sebesar US$3,8 miliar pada kuartal I 2026. Nilai ini menjadi yang tertinggi dalam empat kuartal terakhir. Salah satu transaksi terbesar datang dari pendanaan US$600 juta untuk perusahaan AI, Neysa.

Secara keseluruhan, investor mengalirkan dana ke semua tahap pendanaan. Tahap lanjutan mencatat nilai terbesar dengan US$11,7 miliar. Angka ini termasuk pendanaan Series C senilai US$2 miliar untuk perusahaan pusat data berbasis Singapura, DayOne.

Pendanaan tahap awal mencapai US$11,2 miliar atau hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu. Sementara itu, pendanaan seed menyentuh US$3,6 miliar dan tumbuh 85% secara tahunan.

Baca Juga :  Astra Borong 105 Juta Saham, Siapkan Buyback Baru

Dari sisi sektor, startup AI mendominasi. Sepanjang kuartal I, perusahaan AI di Asia berhasil mengumpulkan dana sekitar US$11,2 miliar, tertinggi sepanjang pencatatan Crunchbase.

Selain China dan India, investasi di Singapura dan Korea Selatan juga menunjukkan peningkatan. Sebaliknya, Israel mencatat penurunan pendanaan.

Kinerja kuartal ini mencerminkan optimisme investor terhadap pertumbuhan ekosistem startup Asia. Tren ini juga memperkuat posisi kawasan sebagai pusat pengembangan teknologi global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Aturan Baru Ojol dan E-Commerce: Mendag Perketat Transaksi Digital, UMKM hingga AI Diawasi
Pegadaian Tancap Gas di Timor Leste, 2 Bulan Operasi Langsung Cetak Ratusan Transaksi Gadai
Laba PLN 2025 Turun 65,8%, Pendapatan Naik tapi Tertekan Beban
Prajogo Pangestu Rebut Tahta Terkaya RI Juni 2026, Ini Daftar 10 Konglomerat dengan Harta Ratusan Triliun
Transformasi Telkom Berbuah, Pendapatan Tembus Rp37,2 Triliun
Danantara Siapkan Perombakan Besar DSI, Sistem Ekspor Satu Pintu Mulai Transisi 1 Juni 2026
Rahasia di Balik TikTok Shop: Penjual Kini Punya “Tim Marketing Otomatis” Tanpa Gaji Lewat Program Afiliasi
AI Menggeser Kerja Kantoran, Franchise Mendadak Jadi Jalur Cepat Menuju Kaya Raya
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:00 WIB

Aturan Baru Ojol dan E-Commerce: Mendag Perketat Transaksi Digital, UMKM hingga AI Diawasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:00 WIB

Pegadaian Tancap Gas di Timor Leste, 2 Bulan Operasi Langsung Cetak Ratusan Transaksi Gadai

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Laba PLN 2025 Turun 65,8%, Pendapatan Naik tapi Tertekan Beban

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:00 WIB

Prajogo Pangestu Rebut Tahta Terkaya RI Juni 2026, Ini Daftar 10 Konglomerat dengan Harta Ratusan Triliun

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:00 WIB

Transformasi Telkom Berbuah, Pendapatan Tembus Rp37,2 Triliun

Berita Terbaru