JAKARTA – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP)
Nonpetikemas Cabang Palembang mencatat kenaikan arus bongkar muat atau throughput pada kuartal I-2026. Perusahaan mendorong kinerja lewat peningkatan layanan operasional dan percepatan digitalisasi.
Kinerja general cargo naik 3 persen secara tahunan. Volume meningkat dari 1.500 ton ship day (TSD) pada kuartal I-2025 menjadi 1.544 TSD pada periode yang sama tahun ini. Curah cair juga tumbuh 1 persen, dari 2.815 TSD menjadi 2.842 TSD.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Palembang Ade Affandi mengatakan peningkatan kinerja muncul dari aktivitas bongkar muat komoditas strategis. Salah satunya, perusahaan menangani impor Muriate of Potash (MOP) milik PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) sebanyak 4.509 ton melalui Pelabuhan Boom Baru Palembang.
“Kami mengangkut komoditas ini menggunakan kapal MV Gold Spring dari Vietnam. Komoditas ini menjadi bahan baku pupuk NPK,” kata Ade.
Ia menambahkan perusahaan mempercepat layanan bongkar muat dengan mengoptimalkan sistem digital Pelindo Terminal Operating System Multipurpose (PTOS-M). Sistem ini mempercepat proses operasional di lapangan dan meningkatkan efisiensi kerja.
PTP juga menjaga pertumbuhan dengan memperkuat keandalan operasional. Perusahaan meningkatkan efisiensi layanan di seluruh terminal.
Secara konsolidasi, PTP Nonpetikemas mencatat volume 12,4 juta ton pada kuartal I-2026. Angka itu naik 3,84 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 11,9 juta ton.
Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas Fiona Sari Utami mengatakan seluruh segmen komoditas ikut mendorong pertumbuhan.
“Curah kering menyumbang porsi terbesar sebesar 46 persen atau 5,7 juta ton,” kata Fiona.
Ia menambahkan, general cargo menyumbang 2,9 juta ton atau 24 persen, curah cair 3 juta ton atau 25 persen, dan bag cargo 656 ribu ton atau 5 persen.
“Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas logistik komoditas strategis terus meningkat,” ujarnya.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora