JAKARTA – Google resmi menaikkan harga layanan YouTube Premium di Amerika Serikat mulai April 2026. Kenaikan ini mencapai US$1 hingga US$4 per bulan, tergantung paket berlangganan yang dipilih pengguna.
Google langsung menerapkan tarif baru untuk pelanggan baru. Sementara itu, pelanggan lama akan menerima pemberitahuan melalui email. Perubahan harga bagi pelanggan lama mulai berlaku pada periode tagihan Juni 2026.
Kenaikan ini membuat sejumlah paket mengalami penyesuaian harga. Paket Individual naik dari US$13,99 menjadi US$15,99 per bulan atau sekitar Rp273 ribu. Paket Family juga naik dari US$22,99 menjadi US$26,99 per bulan atau sekitar Rp461 ribu.
Sementara itu, paket Lite naik dari US$7,99 menjadi US$8,99 per bulan atau sekitar Rp137 ribu. Paket YouTube Music Premium ikut naik dari US$10,99 menjadi US$11,99 per bulan atau sekitar Rp205 ribu.
Google menyebut kenaikan harga ini untuk menjaga keberlanjutan layanan serta mendukung kreator konten di platform YouTube. Perusahaan juga ingin meningkatkan fitur layanan Premium ke depan.
“Kami tidak mengambil keputusan ini dengan mudah. Pembaruan harga ini memungkinkan kami terus meningkatkan fitur Premium dan mendukung kreator serta musisi,” tulis Google dalam email kepada pelanggan, dikutip dari 9to5Google.
Ini bukan kali pertama YouTube menaikkan harga. Pada 2022, paket Family naik dari US$17,99 menjadi US$22,99. Kemudian pada 2023, paket Individual naik dari US$11,99 menjadi US$13,99.
Google juga menawarkan opsi pembayaran tahunan untuk paket Individual sebesar US$159,99 atau sekitar Rp2,74 juta. Skema ini memberi penghematan sekitar 15 persen dibanding pembayaran bulanan.
Pengguna yang tidak setuju dengan kenaikan harga dapat membatalkan langganan atau menjeda layanan hingga enam bulan melalui menu YouTube Memberships.
Kenaikan harga YouTube Premium ini sejalan dengan tren kenaikan tarif layanan streaming global. Netflix juga menaikkan harga langganan dalam dua tahun terakhir.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









