Robotaxi Buka Kerja Baru: Tutup Pintu Mobil, Bayaran Ratusan Ribu

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Perkembangan mobil tanpa pengemudi kembali memunculkan pekerjaan yang tidak biasa di Amerika Serikat. Di tengah gencarnya perusahaan teknologi mengembangkan robotaxi, muncul satu jenis tugas sederhana namun nyata: menutup pintu mobil yang dibiarkan terbuka oleh penumpang atau sistem. Pekerjaan ini terlihat sepele, tetapi justru menunjukkan bahwa teknologi otonom belum sepenuhnya lepas dari campur tangan manusia.

Waymo, perusahaan pengembang kendaraan tanpa pengemudi, mulai melibatkan tenaga kerja manusia untuk menangani situasi kecil seperti pintu robotaxi yang tidak tertutup rapat. Tugas ini muncul dari kebutuhan operasional di lapangan, terutama ketika sistem otomatis belum mampu memastikan seluruh kondisi kendaraan kembali sempurna setelah layanan selesai digunakan.

Menariknya, pekerjaan ini tidak hanya muncul sebagai eksperimen teknis, tetapi juga berkembang menjadi peluang kerja baru di sektor ekonomi gig. Pekerja layanan berbasis aplikasi kini bisa menerima notifikasi tugas sederhana di sekitar area operasional robotaxi dan mendapatkan bayaran dari pekerjaan singkat tersebut.

Pekerjaan Baru dari Era Robotaxi

Di Atlanta, salah satu skema kerja melibatkan pekerja DoorDash yang biasanya mengantar makanan dan paket. Kini, mereka juga bisa menerima notifikasi tambahan ketika berada dekat dengan robotaxi Waymo yang pintunya terbuka. Setelah menerima notifikasi itu, pekerja dapat menuju lokasi kendaraan dan menutup pintu secara manual.

Skema ini memperlihatkan bagaimana ekosistem kerja gig mulai meluas. Pekerja tidak lagi hanya mengantarkan barang, tetapi juga menangani kebutuhan kecil dari sistem transportasi otomatis yang terus berkembang.

Waymo juga bekerja sama dengan perusahaan bantuan jalan raya Honk untuk menangani tugas serupa. Dalam sistem ini, pekerja mendapatkan bayaran yang berbeda tergantung platform yang digunakan.

Baca Juga :  Amazfit Cheetah 2 Resmi di Indonesia, Smartwatch Pelari Tahan 30 Hari dengan GPS Super Akurat Bikin Garmin Tertekan?

Cara Kerja Sistem Penugasan

Sistem kerja ini berjalan melalui notifikasi berbasis lokasi. Ketika robotaxi mendeteksi kondisi pintu terbuka setelah selesai melayani penumpang, sistem akan mengirimkan pemberitahuan kepada pekerja yang berada di sekitar area tersebut.

Pekerja yang menerima tugas dapat langsung menuju lokasi kendaraan tanpa perlu proses panjang. Mereka hanya melakukan satu tindakan sederhana, yaitu memastikan pintu kendaraan tertutup dengan benar sebelum kendaraan kembali beroperasi.

Walaupun terlihat sederhana, sistem ini tetap membutuhkan koordinasi antara platform transportasi otonom dan tenaga kerja manusia yang tersebar di berbagai titik kota.

Bayaran dan Perbedaan Platform

Dari sisi kompensasi, pekerjaan ini memberikan penghasilan yang bervariasi. Pekerja DoorDash di Atlanta menerima sekitar US$11,25 atau sekitar Rp204 ribu untuk satu tugas penutupan pintu.

Sementara itu, kerja sama Waymo dengan Honk menawarkan bayaran lebih tinggi, yaitu sekitar US$24 atau sekitar Rp429 ribu untuk tugas yang sama.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa nilai pekerjaan tidak hanya bergantung pada durasi, tetapi juga pada platform, model kerja sama, serta tingkat urgensi operasional di lapangan.

Robotaxi dan Batas Teknologi Otomatis

Meski terlihat sebagai kemajuan teknologi, fenomena ini juga menyingkap batas nyata dari kendaraan otonom. Sistem masih menghadapi situasi kecil yang belum bisa sepenuhnya ditangani oleh kecerdasan buatan, termasuk hal sederhana seperti memastikan pintu tertutup sempurna.

Waymo sendiri menyebut pengembangan sistem otomatis masih terus berjalan. Perusahaan juga menargetkan pengurangan ketergantungan terhadap tenaga manusia dalam tugas-tugas operasional kecil.

Namun di sisi lain, keterlibatan manusia masih menjadi bagian penting dari sistem keselamatan dan kelancaran layanan.

Baca Juga :  Android Bisa Kirim Foto ke iPhone Tanpa WhatsApp, Ini Daftar HP yang Kebagian Fitur Baru Google

Seorang pejabat keselamatan Waymo, Mauricio Pena, menegaskan peran manusia dalam sistem otonom. Ia menyampaikan:

“Mereka memberikan panduan. Mereka tidak mengemudikan kendaraan dari jarak jauh. Waymo selalu memegang kendali atas tugas mengemudi dinamis,” ujarnya di hadapan Komite Senat AS, dikutip dari Straits Times.

Pernyataan tersebut memperjelas bahwa manusia belum sepenuhnya keluar dari ekosistem kendaraan tanpa pengemudi, terutama dalam kondisi tertentu yang membutuhkan keputusan cepat.

Dampak bagi Ekonomi Gig dan Masa Depan Pekerjaan

Kemunculan pekerjaan “penutup pintu robotaxi” memperluas definisi pekerjaan gig modern. Tugas singkat, berbasis lokasi, dan berbantuan aplikasi kini tidak hanya mencakup pengantaran barang atau makanan, tetapi juga layanan pendukung teknologi otomatis.

Di sisi lain, fenomena ini juga memicu pertanyaan tentang masa depan pekerjaan. Jika kendaraan otonom terus berkembang, sebagian pekerjaan manual mungkin akan berubah menjadi lebih kecil, lebih spesifik, atau bahkan sementara seperti kasus ini.

Namun untuk saat ini, justru muncul peluang baru yang mengisi celah antara teknologi otomatis dan kebutuhan nyata di lapangan.

FAQ

1. Apa itu pekerjaan penutup pintu robotaxi?

Ini adalah tugas sederhana untuk memastikan pintu kendaraan tanpa pengemudi tertutup setelah digunakan.

2. Siapa yang menjalankan pekerjaan ini?

Pekerja gig seperti DoorDash dan mitra layanan bantuan jalan raya seperti Honk.

3. Berapa bayaran tugas ini?

Sekitar US$11,25 hingga US$24 tergantung platform.

4. Apakah pekerjaan ini permanen?

Tidak. Waymo menyebut sistem otomatis penutup pintu masih dalam pengembangan.

5. Mengapa manusia masih dibutuhkan?

Karena sistem otonom belum sepenuhnya menangani semua kondisi kecil di lapangan.(Tim)

Berita Terkait

Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh
Bikin Konten Kini Lebih Hemat! Telkomsel Luncurkan Paket CapCut Premium Rp68 Ribu, Bonus Kuota Internet
BRIN Sulap Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Antibakteri, Siap Tantang Dominasi Plastik
Lelang Frekuensi Rampung, Komdigi Resmi Tetapkan Pemenang 700 MHz dan 2,6 GHz
Bug AI Discord Bikin Ribuan Akun Terblokir, Gambar Minecraft hingga Papan Catur Ikut Jadi Korban
DPR Ungkap Paradoks Ekonomi Digital RI, Nilai Rp1.654 Triliun tetapi Setoran Pajak Belum Maksimal
Tecno Pova 8 5G Mulai Buka Preorder, Bonus Rp21 Juta dan Baterai 8.000 mAh Jadi Daya Tarik
Orang Tua Wajib Tahu, Komdigi Ubah Cara Registrasi Nomor HP Anak, Kini Harus Lewat Verifikasi Wajah
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:00 WIB

Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:00 WIB

Bikin Konten Kini Lebih Hemat! Telkomsel Luncurkan Paket CapCut Premium Rp68 Ribu, Bonus Kuota Internet

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:00 WIB

BRIN Sulap Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Antibakteri, Siap Tantang Dominasi Plastik

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:00 WIB

Lelang Frekuensi Rampung, Komdigi Resmi Tetapkan Pemenang 700 MHz dan 2,6 GHz

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:00 WIB

Bug AI Discord Bikin Ribuan Akun Terblokir, Gambar Minecraft hingga Papan Catur Ikut Jadi Korban

Berita Terbaru