AI Mulai “Menggeser” Pekerjaan Kantoran: Ini 10 Profesi Paling Rentan dan yang Masih Kebal dari Otomatisasi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini tidak lagi sekadar wacana futuristik. Teknologi ini sudah masuk ke ruang kerja sehari-hari dan mulai mengubah cara manusia bekerja secara langsung. Banyak pekerja kini bertanya-tanya: apakah profesi mereka masih aman dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan?

Laporan terbaru dari Anthropic yang berjudul “Labor Market Impacts of AI: A New Measure and Early Evidence” mencoba menjawab keresahan itu dengan pendekatan yang berbeda. Alih-alih hanya menilai kemampuan AI secara teori, peneliti justru mengamati bagaimana chatbot Claude digunakan oleh para profesional dalam aktivitas kerja nyata.

Hasilnya mengejutkan sekaligus menenangkan. AI memang sudah mampu mengambil alih banyak tugas, namun adopsinya di dunia kerja belum sepenuhnya menyamai potensi maksimal teknologi tersebut. Dengan kata lain, AI masih jauh dari benar-benar menggantikan manusia secara total.

Meski begitu, laporan ini tetap memetakan sektor-sektor yang paling “terbuka” terhadap otomatisasi, sekaligus pekerjaan yang relatif lebih tahan terhadap gempuran teknologi.

Profesi yang Paling Rentan Tergantikan AI

Penelitian Anthropic menunjukkan bahwa pekerjaan berbasis layar dan tugas berulang menjadi kelompok paling terdampak. Aktivitas yang bisa diproses sistem secara cepat dan konsisten kini mulai banyak digantikan oleh AI.

Berikut 10 profesi dengan tingkat paparan AI tertinggi:

Programmer (74,5%) – Banyak tugas coding, debugging, hingga update sistem kini bisa AI bantu secara signifikan.

Customer service (70,1%) – Chatbot semakin sering menangani komplain dan pertanyaan pelanggan.

Data entry (67,1%) – Input data manual mulai tergantikan sistem otomatis berbasis AI.

Baca Juga :  SoftBank Siapkan Investasi Rp1.750 Triliun di Prancis untuk Proyek Infrastruktur AI Raksasa

Spesialis rekam medis (66,7%) – Pengodean dan peringkasan data pasien makin mudah diproses mesin.

Analis riset pasar (64,8%) – Penyusunan laporan dan visualisasi data kini banyak AI bantu.

Sales grosir dan manufaktur (62,8%) – Aktivitas penawaran produk mulai bergeser ke sistem otomatis.

Analis keuangan dan investasi (57,2%) – Prediksi dan analisis data keuangan kini lebih cepat dengan AI.

QA software (51,9%) – Pengujian bug dan performa aplikasi mulai terotomatisasi.

Analis keamanan informasi (48,6%) – Penilaian risiko siber kini mendapat dukungan sistem AI.

Spesialis support komputer (46,8%) – Troubleshooting teknis mulai banyak ditangani chatbot.

Profesi yang Relatif Aman dari AI

Di sisi lain, laporan yang sama juga menunjukkan bahwa sekitar 30% pekerja di Amerika Serikat berada pada kategori “minim paparan AI”. Artinya, pekerjaan mereka sulit digantikan mesin dalam waktu dekat.

Beberapa profesi yang masuk kategori aman antara lain:

Guru dan tenaga pendidik

Perawat serta tenaga kesehatan langsung

Pekerja lapangan seperti mekanik, petani, dan koki

Pengacara litigasi yang harus hadir langsung di ruang sidang

Anthropic menilai pekerjaan tersebut membutuhkan interaksi manusia, empati, atau aktivitas fisik yang sulit direplikasi oleh mesin.

Fakta Menarik: Bukan Pekerja Rendahan yang Paling Terancam

Salah satu temuan paling menarik justru muncul dari sisi demografi. Pekerja yang paling rentan terhadap AI ternyata berasal dari kalangan berpendidikan tinggi.

Data menunjukkan:

Baca Juga :  HP 3 Jutaan Rasa Mahal? Xiaomi Poco C71 Bawa Layar 120Hz, Benarkah Selancar Itu atau Cuma Angka?

37,1% pekerja terdampak berasal dari lulusan sarjana

17,4% dari jenjang pascasarjana

Rata-rata gaji mereka mencapai US$32,69 per jam, jauh di atas pekerja yang tidak terdampak AI

Artinya, AI tidak hanya mengincar pekerjaan manual, tetapi juga mulai masuk ke sektor profesional yang selama ini dianggap aman.

Namun demikian, laporan ini juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum terjadi lonjakan pengangguran besar akibat AI. Dunia kerja masih mampu beradaptasi, meski tekanan terus meningkat.

Apa Artinya untuk Dunia Kerja ke Depan?

Tren ini menunjukkan satu hal penting: AI tidak selalu menggantikan pekerjaan, tetapi mengubah cara kerja. Banyak profesi tidak hilang, tetapi berevolusi menjadi lebih berbasis teknologi.

Perusahaan kini lebih mencari pekerja yang mampu berkolaborasi dengan AI, bukan yang bersaing dengannya. Adaptasi menjadi kunci utama untuk bertahan di pasar kerja baru ini.

FAQ

1. Apakah AI akan menggantikan semua pekerjaan manusia?

Tidak. AI lebih banyak menggantikan tugas tertentu, bukan seluruh profesi.

2. Profesi apa yang paling aman dari AI?

Pekerjaan yang melibatkan interaksi manusia langsung, fisik, dan empati masih relatif aman.

3. Apakah programmer akan hilang?

Tidak, tetapi peran mereka akan berubah karena banyak tugas teknis sudah dibantu AI.

4. Apakah AI sudah menyebabkan PHK massal?

Belum secara luas. Dampaknya masih bertahap dan bervariasi antar industri.

5. Apa yang harus dilakukan pekerja sekarang?

Meningkatkan keterampilan digital dan belajar berkolaborasi dengan AI menjadi langkah paling penting.

Penulis : Al Amsori

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Satu-Satunya di Dunia, Sukhoi Su-47 Jadi Batu Loncatan Rahasia Lahirnya Jet Tempur Rusia Modern
Vivo S60 Series Meluncur dengan Baterai 7.200 mAh, Varian Tertinggi Bawa RAM 16 GB dan Zoom Optik 3x
Meta Guncang Dunia Kesehatan, AI Biohub Buka Jalan Baru Percepatan Temuan Obat Kanker dan Penyakit Imun
Bos Nvidia Ungkap Masa Depan Pendidikan: Jurusan Kuliah Tak Lagi Jadi Penentu Karier di Era AI
Honor Win Turbo Muncul dengan Baterai 10.000mAh, Main Game 14 Jam Tanpa Cari Colokan
Motorola Edge 70 Pro+ Bocor Total! Kamera Periskop 50MP, Baterai 6.500 mAh dan Layar 5.200 Nits Siap Guncang Flagship
HP 3 Jutaan Rasa Mahal? Xiaomi Poco C71 Bawa Layar 120Hz, Benarkah Selancar Itu atau Cuma Angka?
Ledakan Konten AI di YouTube, Sistem Baru Otomatis Pasang Label Demi Transparansi Video Digital
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 23:00 WIB

AI Mulai “Menggeser” Pekerjaan Kantoran: Ini 10 Profesi Paling Rentan dan yang Masih Kebal dari Otomatisasi

Senin, 1 Juni 2026 - 04:00 WIB

Satu-Satunya di Dunia, Sukhoi Su-47 Jadi Batu Loncatan Rahasia Lahirnya Jet Tempur Rusia Modern

Senin, 1 Juni 2026 - 02:00 WIB

Vivo S60 Series Meluncur dengan Baterai 7.200 mAh, Varian Tertinggi Bawa RAM 16 GB dan Zoom Optik 3x

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:00 WIB

Meta Guncang Dunia Kesehatan, AI Biohub Buka Jalan Baru Percepatan Temuan Obat Kanker dan Penyakit Imun

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:00 WIB

Bos Nvidia Ungkap Masa Depan Pendidikan: Jurusan Kuliah Tak Lagi Jadi Penentu Karier di Era AI

Berita Terbaru