Ekonomi China Melambat, Generasi Muda Terjebak Pengangguran dan Tekanan Hidup

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – China menghadapi tantangan baru di tengah perlambatan ekonomi. Tekanan tersebut kini paling terasa di kalangan generasi muda yang harus menghadapi sulitnya mencari kerja dan meningkatnya beban hidup.

Direktur think-tank Trinco Centre for Strategic Studies (TCSS), A. Jathindra, menilai perubahan ekonomi mulai menggeser dinamika sosial di China. Selama lebih dari 40 tahun, China mencatat pertumbuhan pesat lewat industrialisasi, urbanisasi, dan ekspansi kelas menengah. Namun kini, generasi mudanya justru menghadapi ketidakpastian yang semakin besar.

Ekonom Gao Shanwen ikut menyoroti kondisi tersebut. Ia menggambarkan situasi sosial China dengan cukup tajam. Menurutnya, China saat ini diisi oleh orang tua yang tetap bersemangat, generasi muda yang kehilangan energi, dan kelompok usia menengah yang merasa putus asa.

Baca Juga :  AI Tekan Minat Kuliah dan Magang di AS

Di kota-kota besar seperti Beijing dan Chengdu, anak muda menghadapi tekanan berlapis. Mereka harus berhadapan dengan daya beli yang menurun, peluang kerja yang semakin sempit, serta ketergantungan pada kebijakan pemerintah untuk menjaga konsumsi.

Fenomena “lying flat” kembali mencuat sebagai bentuk kekecewaan generasi muda. Mereka memilih menurunkan ambisi dan menarik diri dari kompetisi kerja yang semakin ketat.

Pemerintah China mencoba meredam tekanan dengan menggelontorkan berbagai insentif. Pada 2026, pemerintah mengalokasikan sekitar 62,5 miliar yuan untuk mendorong konsumsi masyarakat.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Sabtu 14 Maret 226, Tren Masih Bergerak

Program ini mencakup potongan harga hingga 15 persen untuk pembelian barang seperti televisi, lemari es, dan pendingin udara. Pemerintah juga memberi subsidi untuk perangkat digital seperti ponsel dan tablet.

Meski begitu, tekanan terhadap generasi muda belum menunjukkan tanda mereda. Ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi dan peluang kerja membuat banyak anak muda kesulitan membangun masa depan.

Kondisi ini menjadi sinyal bahwa China tidak hanya menghadapi tantangan ekonomi, tetapi juga potensi perubahan sosial dalam jangka panjang.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Mahasiswi UMY Jadi Motor Diplomasi Budaya di Kairo, KBRI Soroti Peran Generasi Muda dalam Penguatan Hubungan Indonesia–Mesir
Jepang Resmi Naikkan Pajak Keberangkatan Jadi Rp340 Ribu, Wisatawan Kena Dampak Mulai Juli 2026
Pegadaian Tancap Gas di Timor Leste, 2 Bulan Operasi Langsung Cetak Ratusan Transaksi Gadai
Drama Korea Juni 2026 Banjir Genre Baru, Dari Dokter Pulau Terpencil Hingga Sekolah Penuh Konflik
Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H Lebih Awal, Visa Terbit Lewat Sistem Nusuk
Satu-Satunya di Dunia, Sukhoi Su-47 Jadi Batu Loncatan Rahasia Lahirnya Jet Tempur Rusia Modern
Veda Ega Lolos Drama Lap Akhir, Finis Kedelapan di Moto3 Italia
Dari Klub Kasta Empat ke Liga Champions, Como 1907 Disulap Pengusaha Indonesia Jadi Ikon Wisata Elite Italia
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:00 WIB

Mahasiswi UMY Jadi Motor Diplomasi Budaya di Kairo, KBRI Soroti Peran Generasi Muda dalam Penguatan Hubungan Indonesia–Mesir

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:00 WIB

Jepang Resmi Naikkan Pajak Keberangkatan Jadi Rp340 Ribu, Wisatawan Kena Dampak Mulai Juli 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:00 WIB

Pegadaian Tancap Gas di Timor Leste, 2 Bulan Operasi Langsung Cetak Ratusan Transaksi Gadai

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:00 WIB

Drama Korea Juni 2026 Banjir Genre Baru, Dari Dokter Pulau Terpencil Hingga Sekolah Penuh Konflik

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:00 WIB

Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H Lebih Awal, Visa Terbit Lewat Sistem Nusuk

Berita Terbaru