999 PPPK Paruh Waktu di Sungai Penuh Teken Kontrak Kerja

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Pemerintah daerah menggelar penandatanganan perjanjian kerja bagi ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Sungai Penuh pada 12–13 Februari 2026. Panitia melaksanakan kegiatan ini di kantor BKPSDM Kota Sungai Penuh.

Selain itu, pemerintah daerah mencatat jumlah PPPK Paruh Waktu tahun 2025 mencapai 999 orang. Melalui penandatanganan ini, pemerintah memberi kepastian status kerja bagi tenaga honorer lama.

Harapan Baru Bagi Tenaga Honorer

Sementara itu, salah satu PPPK Paruh Waktu mengaku bersyukur mengikuti proses tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberi harapan baru. Ia juga merasakan penghargaan atas pengabdian tenaga honorer selama ini.

Baca Juga :  Sungai Penuh Raih WTP ke-14, Alfin Tekankan Perbaikan Tata Kelola dan Efisiensi Anggaran

“Alhamdulillah, ini menjadi bentuk kepastian dan kami merasa dihargai atas pengabdian selama ini,” ujarnya.

Dorong Profesionalitas dan Pelayanan Publik

Selanjutnya, penandatanganan ini mendorong peningkatan kinerja aparatur. Karena itu, PPPK Paruh Waktu harus bekerja maksimal. Mereka juga harus menjaga disiplin dan profesionalitas dalam pelayanan publik.

Baca Juga :  Sri Kartini Alfin Tinjau Pasar Murah

Komitmen Penguatan Administrasi Kepegawaian

Di sisi lain, Pemerintah Kota Sungai Penuh menegaskan komitmen memperkuat administrasi kepegawaian. Pemerintah mengawal setiap tahapan sesuai prosedur. Petugas memulai proses dari pendataan peserta hingga penandatanganan dokumen kerja.

Akhirnya, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas pelayanan publik. Pemerintah ingin penguatan status kerja berjalan seiring dengan peningkatan kinerja pegawai.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Delapan Jabatan Eselon II Pemkot Sungai Penuh Masih Kosong, Kapan Buka Seleksi?
Uji Laboratorium Pupuk Subsidi Sungai Penuh Dimulai, Pemerintah Telusuri Perbedaan Fisik yang Dikeluhkan Petani
Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh
Petani Sungai Penuh Curiga Kualitas Pupuk Subsidi Bermasalah, Hasil Uji Sederhana Bikin Resah
SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan
Kasus PIP STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Terus Bergulir, Polres Kerinci Tunggu Hasil Audit PP Muhammadiyah
Kabar Gembira, Pemdes Srimenanti Sungai Penuh Gulirkan Beasiswa Siswa SD, Orang Tua Segera Siapkan Berkas Sebelum 3 Juli
Gaji ke-13, TPP hingga Dana Desa Masih Dinanti, Apa yang Terjadi di Sungai Penuh?
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:37 WIB

Delapan Jabatan Eselon II Pemkot Sungai Penuh Masih Kosong, Kapan Buka Seleksi?

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:11 WIB

Uji Laboratorium Pupuk Subsidi Sungai Penuh Dimulai, Pemerintah Telusuri Perbedaan Fisik yang Dikeluhkan Petani

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:00 WIB

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:00 WIB

Petani Sungai Penuh Curiga Kualitas Pupuk Subsidi Bermasalah, Hasil Uji Sederhana Bikin Resah

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:10 WIB

SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan

Berita Terbaru