JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus memperluas kerja sama ekonomi dengan negara-negara mitra strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan nasional. Kali ini, Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) kembali mempertegas komitmen bersama dalam memperkuat perdagangan, investasi, ketahanan pangan, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Langkah tersebut menunjukkan semakin eratnya hubungan ekonomi kedua negara dalam beberapa tahun terakhir. Selain membuka peluang investasi baru, kemitraan ini juga diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia di kawasan dan mendukung agenda pembangunan jangka panjang.
Di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung, Indonesia dan UEA melihat sektor pangan, logistik, serta infrastruktur sebagai area strategis yang dapat menghasilkan manfaat ekonomi bagi kedua negara.
Airlangga Dorong Investasi yang Mendukung Hilirisasi
Komitmen tersebut mengemuka saat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri yang hadir bersama Chief Strategy Officer Louis Dreyfus Company (LDC) Thomas Couteaudier di Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia terbuka terhadap investasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
“Indonesia menyambut baik komitmen UEA dan pelaku usaha global seperti Louis Dreyfus Company untuk memperluas kerja sama ekonomi di Indonesia. Kami mendorong peningkatan investasi yang mendukung hilirisasi, ketahanan pangan dan penguatan rantai pasok nasional,” ujar Airlangga.
Menurutnya, kerja sama investasi tidak hanya berfokus pada penanaman modal semata. Pemerintah juga mengarahkan investasi agar mampu memperkuat industri domestik, meningkatkan produktivitas sektor pangan, serta memperluas lapangan kerja.
I-UAE CEPA Jadi Penggerak Perdagangan Baru
Selain investasi, pemerintah menaruh harapan besar pada implementasi Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UAE CEPA).
Airlangga menilai perjanjian tersebut dapat mempercepat peningkatan volume perdagangan sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha kedua negara.
Sebagai salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Timur Tengah, UEA memiliki peran strategis dalam memperluas jaringan perdagangan nasional. Karena itu, pemerintah terus mendorong optimalisasi berbagai kesepakatan ekonomi yang telah disusun kedua negara.
Louis Dreyfus Perkuat Kehadiran di Indonesia
Pemerintah juga memberikan dukungan terhadap keberlanjutan aktivitas bisnis perusahaan-perusahaan asal UEA yang telah beroperasi di Indonesia.
Salah satu perusahaan yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut ialah Louis Dreyfus Company (LDC). Perusahaan agribisnis global itu telah menjalankan kegiatan usaha di Indonesia selama sekitar 25 tahun.
Melalui dukungan pemerintah, LDC diharapkan dapat terus memperluas kontribusinya dalam memperkuat rantai pasok pangan dan sektor agribisnis nasional.
Abu Dhabi Siapkan Investasi untuk Ketahanan Pangan
Sementara itu, Duta Besar UEA Abdulla Salem Al Dhaheri menyampaikan komitmen investasi dari Abu Dhabi Export (ADEX).
ADEX menempatkan sektor ketahanan pangan sebagai fokus utama investasi di Indonesia. Langkah tersebut mencerminkan keyakinan UEA terhadap potensi besar sektor pangan nasional yang terus berkembang.
Selain memperkuat produksi dan distribusi pangan, investasi itu juga berpotensi menciptakan kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
UEA Tertarik Dukung Pengembangan Bandara Bali
Kerja sama Indonesia dan UEA tidak berhenti pada sektor pangan. Kedua negara juga menjajaki peluang kolaborasi di bidang infrastruktur.
Abu Dhabi Ports (ADP) menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan bandar udara di Bali melalui pelaksanaan studi kelayakan. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional.
Karena itu, Indonesia dan UEA sepakat menjaga komunikasi secara intensif agar seluruh rencana kerja sama dapat berjalan sesuai target.
“Pemerintah Indonesia dan UEA sepakat untuk terus memperkuat sinergi investasi, memfasilitasi kepastian usaha bagi investor strategis, serta mendorong percepatan implementasi proyek-proyek prioritas demi kemakmuran bersama,” tutur Airlangga.
FAQ
Mengapa Indonesia memperkuat kerja sama dengan UEA?
Karena UEA merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Timur Tengah yang memiliki potensi besar dalam perdagangan, investasi, pangan, dan infrastruktur.
Apa itu I-UAE CEPA?
I-UAE CEPA merupakan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Emirat Arab yang bertujuan meningkatkan perdagangan dan investasi kedua negara.
Sektor apa yang menjadi fokus investasi UEA?
UEA memprioritaskan investasi pada sektor ketahanan pangan, agribisnis, rantai pasok, serta pengembangan infrastruktur.
Apa peran Abu Dhabi Export (ADEX)?
ADEX menyatakan komitmen investasi yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan nasional Indonesia.
Infrastruktur apa yang menjadi perhatian UEA?
Abu Dhabi Ports menyatakan kesiapan mendukung pengembangan bandar udara di Bali melalui kajian kelayakan sebagai tahap awal proyek.(Tim)









