UEA Siapkan Investasi Baru untuk RI, Dari Ketahanan Pangan hingga Bandara Bali Jadi Fokus Utama

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus memperluas kerja sama ekonomi dengan negara-negara mitra strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan nasional. Kali ini, Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) kembali mempertegas komitmen bersama dalam memperkuat perdagangan, investasi, ketahanan pangan, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Langkah tersebut menunjukkan semakin eratnya hubungan ekonomi kedua negara dalam beberapa tahun terakhir. Selain membuka peluang investasi baru, kemitraan ini juga diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia di kawasan dan mendukung agenda pembangunan jangka panjang.

Di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung, Indonesia dan UEA melihat sektor pangan, logistik, serta infrastruktur sebagai area strategis yang dapat menghasilkan manfaat ekonomi bagi kedua negara.

Airlangga Dorong Investasi yang Mendukung Hilirisasi

Komitmen tersebut mengemuka saat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri yang hadir bersama Chief Strategy Officer Louis Dreyfus Company (LDC) Thomas Couteaudier di Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia terbuka terhadap investasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Indonesia menyambut baik komitmen UEA dan pelaku usaha global seperti Louis Dreyfus Company untuk memperluas kerja sama ekonomi di Indonesia. Kami mendorong peningkatan investasi yang mendukung hilirisasi, ketahanan pangan dan penguatan rantai pasok nasional,” ujar Airlangga.

Menurutnya, kerja sama investasi tidak hanya berfokus pada penanaman modal semata. Pemerintah juga mengarahkan investasi agar mampu memperkuat industri domestik, meningkatkan produktivitas sektor pangan, serta memperluas lapangan kerja.

Baca Juga :  Satbrimob Polda Kalbar Ubah Lahan Tidur Jadi Produktif, Dukung Ketahanan Pangan

I-UAE CEPA Jadi Penggerak Perdagangan Baru

Selain investasi, pemerintah menaruh harapan besar pada implementasi Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UAE CEPA).

Airlangga menilai perjanjian tersebut dapat mempercepat peningkatan volume perdagangan sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha kedua negara.

Sebagai salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Timur Tengah, UEA memiliki peran strategis dalam memperluas jaringan perdagangan nasional. Karena itu, pemerintah terus mendorong optimalisasi berbagai kesepakatan ekonomi yang telah disusun kedua negara.

Louis Dreyfus Perkuat Kehadiran di Indonesia

Pemerintah juga memberikan dukungan terhadap keberlanjutan aktivitas bisnis perusahaan-perusahaan asal UEA yang telah beroperasi di Indonesia.

Salah satu perusahaan yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut ialah Louis Dreyfus Company (LDC). Perusahaan agribisnis global itu telah menjalankan kegiatan usaha di Indonesia selama sekitar 25 tahun.

Melalui dukungan pemerintah, LDC diharapkan dapat terus memperluas kontribusinya dalam memperkuat rantai pasok pangan dan sektor agribisnis nasional.

Abu Dhabi Siapkan Investasi untuk Ketahanan Pangan

Sementara itu, Duta Besar UEA Abdulla Salem Al Dhaheri menyampaikan komitmen investasi dari Abu Dhabi Export (ADEX).

ADEX menempatkan sektor ketahanan pangan sebagai fokus utama investasi di Indonesia. Langkah tersebut mencerminkan keyakinan UEA terhadap potensi besar sektor pangan nasional yang terus berkembang.

Selain memperkuat produksi dan distribusi pangan, investasi itu juga berpotensi menciptakan kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Launching Penyaluran Bantuan Pangan

UEA Tertarik Dukung Pengembangan Bandara Bali

Kerja sama Indonesia dan UEA tidak berhenti pada sektor pangan. Kedua negara juga menjajaki peluang kolaborasi di bidang infrastruktur.

Abu Dhabi Ports (ADP) menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan bandar udara di Bali melalui pelaksanaan studi kelayakan. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Karena itu, Indonesia dan UEA sepakat menjaga komunikasi secara intensif agar seluruh rencana kerja sama dapat berjalan sesuai target.

“Pemerintah Indonesia dan UEA sepakat untuk terus memperkuat sinergi investasi, memfasilitasi kepastian usaha bagi investor strategis, serta mendorong percepatan implementasi proyek-proyek prioritas demi kemakmuran bersama,” tutur Airlangga.

FAQ

Mengapa Indonesia memperkuat kerja sama dengan UEA?

Karena UEA merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Timur Tengah yang memiliki potensi besar dalam perdagangan, investasi, pangan, dan infrastruktur.

Apa itu I-UAE CEPA?

I-UAE CEPA merupakan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Emirat Arab yang bertujuan meningkatkan perdagangan dan investasi kedua negara.

Sektor apa yang menjadi fokus investasi UEA?

UEA memprioritaskan investasi pada sektor ketahanan pangan, agribisnis, rantai pasok, serta pengembangan infrastruktur.

Apa peran Abu Dhabi Export (ADEX)?

ADEX menyatakan komitmen investasi yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan nasional Indonesia.

Infrastruktur apa yang menjadi perhatian UEA?

Abu Dhabi Ports menyatakan kesiapan mendukung pengembangan bandar udara di Bali melalui kajian kelayakan sebagai tahap awal proyek.(Tim)

Berita Terkait

BI Rate Naik, Bank Neo Commerce Siaga Hadapi Perebutan Dana Nasabah dan Tekanan Cost of Fund
Harga Emas Pegadaian Belum Bergerak Hari Ini 17 Juni 2026, Antam dan UBS Bertahan di Level Ini
Promo Shopee Hari Ini 17 Juni 2026 Bikin Heboh, Diskon Produk Lokal hingga 50 Persen dan Voucher Belanja Melimpah
Harga Keekonomian Pertalite Tembus Rp18.040 per Liter, Pertamina Ungkap Penyebabnya
Target Ekonomi 8 Persen Bukan Sekadar Wacana, Pemerintah Kejar Investasi Rp13.032 Triliun hingga 2029
Promo Shopee 16 Juni 2026, Diskon 70% Hingga Gratis Belanja
Batik Air Mendarat Perdana di Muara Bungo, Rute Jakarta–BUU Dorong Ekonomi Jambi Barat
ASDP Genjot Layanan Penyeberangan Libur Sekolah, Diskon Tiket Hingga 100 Persen Bikin Lonjakan Penumpang Diprediksi Naik
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:00 WIB

BI Rate Naik, Bank Neo Commerce Siaga Hadapi Perebutan Dana Nasabah dan Tekanan Cost of Fund

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Belum Bergerak Hari Ini 17 Juni 2026, Antam dan UBS Bertahan di Level Ini

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:00 WIB

Promo Shopee Hari Ini 17 Juni 2026 Bikin Heboh, Diskon Produk Lokal hingga 50 Persen dan Voucher Belanja Melimpah

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:00 WIB

Harga Keekonomian Pertalite Tembus Rp18.040 per Liter, Pertamina Ungkap Penyebabnya

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:00 WIB

UEA Siapkan Investasi Baru untuk RI, Dari Ketahanan Pangan hingga Bandara Bali Jadi Fokus Utama

Berita Terbaru