JAKARTA – Toto, produsen kloset dan perangkat sanitasi asal Jepang, mencetak keuntungan besar seiring tren global AI. Firma investasi Inggris, Palliser Capital, menyoroti divisi keramik Toto yang memberikan laba utama, meski banyak investor mengabaikannya.
Divisi keramik memproduksi electrostatic chucks (ESC), komponen presisi tinggi yang menahan wafer silikon saat pembuatan chip memori. Toto mengembangkan teknologi ini sejak 1980-an dari keahliannya dalam keramik. Kini, permintaan ESC melonjak akibat booming chip memori AI, sehingga divisi ini menghasilkan keuntungan terbesar perusahaan.
ESC tetap stabil di suhu ekstrem, mendukung proses cryogenic etching pada chip 3D NAND hingga 200 lapis. Kombinasi keramik tahan dingin, pemanas terintegrasi, dan saluran pendingin menjaga wafer stabil dalam ruang hampa dan plasma intens.
Palliser memperkirakan divisi keramik Toto tumbuh lebih dari 30 % dalam dua tahun ke depan. Harga saham Toto naik 60 % dalam setahun, tetapi firma investasi melihat potensi kenaikan 55 % lagi dengan celah valuasi sekitar 554 miliar Yen (±Rp 60 triliun).
Oleh karena itu, Palliser mendorong manajemen Toto untuk fokus mengembangkan divisi keramik dibandingkan bisnis kamar mandi yang pertumbuhannya lebih lambat.
Dengan strategi ini, Toto memanfaatkan keahlian keramik lama untuk menjadi pemain penting di ekosistem AI global sekaligus mencetak laba besar dari komponen teknologi tinggi yang sebelumnya dianggap sampingan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









