Ilmuwan China Ciptakan Penyimpanan Data Pakai DNA, Bisa Simpan Miliaran Lagu

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Ilmuwan China mengembangkan teknologi penyimpanan data berbasis DNA. Teknologi ini mampu menampung miliaran file dalam ukuran sangat ringkas.

Laporan Live Science menyebut teknologi ini bernama DNA Cassette Tape. Sistem ini memakai pita plastik panjang yang dilapisi DNA sintetis sebagai media penyimpanan.

Peneliti mempublikasikan teknologi ini sejak September 2025. Mereka mengklaim satu kilometer pita DNA mampu menyimpan 362.000 terabyte data. Kapasitas itu setara dengan sekitar 60 miliar foto beresolusi tinggi.

Peneliti menilai DNA memiliki potensi besar sebagai media penyimpanan generasi berikutnya. Kepadatan data sangat tinggi. Kebutuhan penyimpanan terus meningkat seiring perkembangan Artificial Intelligence.

Baca Juga :  Asus Gegerkan Computex 2026: VivoWatch 6 Plus Muncul dengan Titanium dan AI Kesehatan Canggih, Siap Ubah Smartwatch Premium

Cara Kerja DNA Cassette Tape

Peneliti mengubah data digital berbasis biner menjadi urutan basa DNA sintetis. Mereka mencetak DNA tersebut lalu menempelkannya pada pita plastik sepanjang sekitar 100 meter.

Pita ini mampu menyimpan hingga 3 miliar lagu. Setiap bagian pita memiliki kode batang. Kode ini menandai lokasi file.

Perangkat pembaca bekerja seperti pemutar kaset. Kamera memindai pita dan menemukan file berdasarkan barcode. Sistem kemudian mengekstrak DNA dari bagian tersebut.

Selanjutnya, peneliti mengurutkan DNA melalui proses sequencing. Mereka lalu menerjemahkan urutan tersebut menjadi data digital seperti gambar, dokumen, atau audio.

Baca Juga :  Apple Hentikan Mac Pro, Era Desktop Ikonik Berakhir dan Fokus ke Mac Studio

Daya Tahan Sangat Lama

DNA memiliki stabilitas tinggi. Peneliti menyebut pita ini mampu menyimpan data lebih dari 345 tahun pada suhu ruang.

Dalam suhu 0 derajat Celsius, data dapat bertahan hingga 20.000 tahun. Pengguna dapat memperbaiki pita yang rusak dengan metode sederhana.

Masih Hadapi Tantangan

Teknologi ini masih menghadapi kendala. Proses sintesis DNA masih mahal dan memakan waktu.

Proses pengambilan satu file juga cukup lama. Sistem membutuhkan sekitar 25 menit untuk mengakses satu data. Hal ini membuat teknologi ini belum efisien untuk penggunaan harian.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bug AI Discord Bikin Ribuan Akun Terblokir, Gambar Minecraft hingga Papan Catur Ikut Jadi Korban
Tecno Pova 8 5G Mulai Buka Preorder, Bonus Rp21 Juta dan Baterai 8.000 mAh Jadi Daya Tarik
Orang Tua Wajib Tahu, Komdigi Ubah Cara Registrasi Nomor HP Anak, Kini Harus Lewat Verifikasi Wajah
Nomor HP Bisa Hilang dari Pencarian GetContact, Begini Cara Mengaktifkan Fitur Privasinya
WhatsApp Plus Resmi Meluncur di Indonesia, Langganan Rp13.900 per Bulan Buka Akses ke 6 Fitur Premium Ini
Nubia Air Pro Bikin Geger, HP Setipis 5,99 Mm Ini Bawa Kamera 108 MP, Layar 144Hz, dan Dimensity 7100
Tecno Kenalkan EllaClaw AI, Agen Cerdas yang Bisa Jalankan 40+ Tugas Otomatis di Smartphone
Xiaomi Redmi 17C Resmi Meluncur, HP Murah Ini Bawa Kejutan Besar di Balik Spesifikasi yang Dipangkas
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:00 WIB

Bug AI Discord Bikin Ribuan Akun Terblokir, Gambar Minecraft hingga Papan Catur Ikut Jadi Korban

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:00 WIB

Tecno Pova 8 5G Mulai Buka Preorder, Bonus Rp21 Juta dan Baterai 8.000 mAh Jadi Daya Tarik

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:00 WIB

Orang Tua Wajib Tahu, Komdigi Ubah Cara Registrasi Nomor HP Anak, Kini Harus Lewat Verifikasi Wajah

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:00 WIB

Nomor HP Bisa Hilang dari Pencarian GetContact, Begini Cara Mengaktifkan Fitur Privasinya

Senin, 29 Juni 2026 - 19:00 WIB

WhatsApp Plus Resmi Meluncur di Indonesia, Langganan Rp13.900 per Bulan Buka Akses ke 6 Fitur Premium Ini

Berita Terbaru