JAKARTA – Saham PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) melesat luar biasa. Harga saham naik dari Rp 890 pada 4 Maret 2025 menjadi Rp 11.825 pada 23 Januari 2026, atau lebih dari 1.000%.
Meski begitu, pada perdagangan Selasa (3/3/2026), harga saham turun ke Rp 7.000. Namun, selama setahun terakhir, saham ini tetap naik 660%.
Selain itu, Grup Astra menguasai ARKO melalui anak usaha. PT United Tractors Tbk (UNTR) lewat PT Energia Prima Nusantara memegang 777.487.893 saham (26,55%). Sementara itu, PT Bina Pertiwi Energi memiliki 144.686.000 saham (4,94%).
Tidak hanya Astra, investor terkenal Happy Hapsoro juga membeli saham ARKO. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 27 Februari 2026 mencatat Hapsoro mengantongi 59.605.000 saham (2,04%) secara langsung, dan 58.994.650 saham (2,01%) melalui PT Sentosa Bersama Mitra.
Selain itu, Grup Lippo ikut membeli saham ini. PT Star Pacific Tbk (LPLI) memegang 103.503.400 saham (3,53%). Lebih lanjut, pemegang saham lain yang memiliki lebih dari 1% antara lain PT Prospera Kapital Investama (1,90%), PT Tata Tirta Daun (1,62%), dan ACEI Singapore Holdings Private Ltd (1,07%).
Dengan demikian, pergerakan saham ARKO menawarkan peluang menarik bagi investor. Selain lonjakan harga, kepemilikan strategis grup besar seperti Astra dan Lippo semakin memperkuat daya tarik saham ini.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









