RI Matangkan Rencana PLTN 2027, Uranium dan Torium Jadi Andalan Energi Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah mempercepat rencana pengembangan energi nuklir sebagai strategi memperkuat ketahanan energi nasional. Indonesia memanfaatkan potensi uranium dan torium di dalam negeri sebagai modal utama untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pada masa mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah menyiapkan berbagai langkah pendukung. Langkah itu mencakup penyusunan regulasi, pengembangan teknologi, serta kerja sama dengan mitra internasional.

Pemerintah Dorong Diversifikasi Energi

Airlangga menegaskan pemerintah terus memperluas bauran energi nasional melalui pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Ia menilai energi nuklir dapat berfungsi sebagai sumber listrik dasar (baseload) yang stabil dan rendah emisi.

Ia juga menekankan pemerintah ingin mengurangi ketergantungan pada impor energi sekaligus memperkuat ketahanan energi jangka panjang.

“Indonesia memiliki kesiapan lebih baik dari sisi teknologi, pembiayaan, dan regulasi jika dibandingkan beberapa negara ASEAN lain,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4/2026).

PLTN Masuk Agenda Strategis Energi Nasional

Pemerintah memasukkan PLTN ke dalam rencana strategis sistem kelistrikan nasional. Energi nuklir berperan melengkapi energi fosil dan sumber energi terbarukan yang bersifat fluktuatif.

Baca Juga :  Harga Emas Hari Ini Turun Tipis, Investor Manfaatkan Momentum Beli di Tengah Ketidakpastian Global

Pemerintah juga mengembangkan teknologi small modular reactor (SMR) untuk mendukung implementasi awal PLTN dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan aman.

Uranium dan Torium Perkuat Rencana Nuklir

Indonesia memiliki potensi sumber daya nuklir yang besar. Pemerintah mencatat sebaran uranium dan torium di beberapa wilayah, termasuk Bangka Belitung dan Kalimantan Barat.

Potensi tersebut memperkuat dasar pengembangan energi nuklir di dalam negeri dan memperluas opsi energi masa depan.

Target PLTN Mulai Beroperasi 2032

Pemerintah menargetkan pengambilan keputusan pembangunan PLTN pada 2027. Setelah itu, pemerintah menargetkan operasional awal PLTN pada 2032.

Pada tahap lanjutan, pemerintah menargetkan kapasitas PLTN mencapai sekitar 7 gigawatt pada 2040.

Airlangga menekankan keberhasilan program ini bergantung pada kesiapan eksekusi di lapangan, penguasaan teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Infrastruktur Energi dan Kebutuhan Industri

Baca Juga :  IHSG 20 April 2026 Melemah, Investor Ramai Ambil Untung di Awal Pekan

Pemerintah mengarahkan pengembangan PLTN untuk mendukung kebutuhan industri masa depan. Sektor seperti smelter dan pusat data membutuhkan pasokan listrik yang besar, stabil, dan bersih.

Pemerintah juga memperkuat infrastruktur kelistrikan nasional melalui pengembangan smart grid dan peningkatan konektivitas antarwilayah.

Energi Terbarukan Tetap Jadi Fokus

Pemerintah tetap mempercepat pengembangan energi terbarukan, terutama energi surya. Selain itu, Pemerintah juga menjalankan program dedieselisasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pemerintah mendorong industri panel surya dalam negeri untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

“Peluang ini harus dimanfaatkan. Energi surya bisa memperkuat ekosistem dalam negeri, termasuk melalui hilirisasi pasir silika. Nuklir juga menjadi fokus utama ke depan,” kata Airlangga.

Transisi Energi Menuju Net Zero Emission 2060

Pemerintah menempatkan energi nuklir dan energi terbarukan sebagai bagian dari strategi menuju target net zero emission 2060.

Dengan langkah tersebut, pemerintah menargetkan sistem energi nasional yang lebih bersih, stabil, dan berkelanjutan pada masa depan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga BBM 15 Mei 2026 Stabil, Daya Beli Terjaga dan Inflasi Terkendali di Tengah Tekanan Global
Rupiah 15 Mei 2026 Stabil di Rp17 Ribuan, Ini Dampaknya ke Transportasi, BBM, dan Daya Beli Masyarakat
Harga Emas Hari Ini Turun Tipis, Investor Manfaatkan Momentum Beli di Tengah Ketidakpastian Global
Halal Bihalal HKKN Jambi Jadi Ruang Konsolidasi Diaspora Kerinci, Dorong Ekonomi Perantau
Harga BBM 14 Mei 2026 Stabil, Pertamina Tahan Tarif di Tengah Fluktuasi Minyak Dunia
Harga Emas 14 Mei 2026: Global Turun Tipis, Antam Tetap Bertahan Dekat Rp3 Juta
Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
INDY Hadapi Tekanan, RUPS 20 Mei Jadi Penentu Arah Bisnis Baru
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:57 WIB

Harga BBM 15 Mei 2026 Stabil, Daya Beli Terjaga dan Inflasi Terkendali di Tengah Tekanan Global

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rupiah 15 Mei 2026 Stabil di Rp17 Ribuan, Ini Dampaknya ke Transportasi, BBM, dan Daya Beli Masyarakat

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:27 WIB

Harga Emas Hari Ini Turun Tipis, Investor Manfaatkan Momentum Beli di Tengah Ketidakpastian Global

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:14 WIB

Halal Bihalal HKKN Jambi Jadi Ruang Konsolidasi Diaspora Kerinci, Dorong Ekonomi Perantau

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:00 WIB

Harga BBM 14 Mei 2026 Stabil, Pertamina Tahan Tarif di Tengah Fluktuasi Minyak Dunia

Berita Terbaru