Gelombang PHK Buruh Otomotif Jatim Menguat, Industri Kendaraan Hadapi Tekanan Besar

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Gelombang tekanan industri kembali muncul di sektor manufaktur Indonesia. Dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang dikabarkan mempertimbangkan pemindahan sebagian produksinya dari Jawa Timur ke Vietnam karena perubahan strategi bisnis menuju kendaraan listrik.

Rencana tersebut mencuat setelah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menerima informasi mengenai potensi pengurangan tenaga kerja dalam jumlah besar. Jika perusahaan benar-benar memindahkan fasilitas produksinya, ribuan pekerja di wilayah Pasuruan dan Mojokerto berisiko kehilangan pekerjaan.

Said Iqbal menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan arah investasi kendaraan listrik yang kini menjadi fokus sejumlah negara Asia. Menurutnya, perusahaan Jepang melihat Vietnam lebih menarik untuk pengembangan ekosistem mobil listrik dibandingkan Indonesia.

Industri Otomotif Menghadapi Perubahan Strategi Global

Said Iqbal menjelaskan dua perusahaan komponen otomotif tersebut belum menyampaikan keputusan akhir. Namun, informasi dari serikat pekerja menunjukkan perusahaan induk di Jepang sedang mengkaji pemindahan produksi.

Dia belum membuka nama perusahaan dan hanya menyebut inisial PT J dan PT S. Kedua perusahaan itu memiliki fasilitas produksi di Jawa Timur.

“Karena di Indonesia rupanya mobil listrik, pabrik mobil listrik tidak kompetitif. Tapi di Vietnam sedang ada kebijakan pengembangan pabrik mobil listrik. Nah, dua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto ini akan memindahkan sebagian. Ini baru diskusi awal. Informasi awal. Ini ribuan juga,” jelas Said Iqbal dalam konferensi pers virtual.

Menurut dia, perusahaan induk di Jepang ingin mengubah arah bisnis dengan memperbesar porsi kendaraan listrik. Mereka mencari negara yang dianggap mampu mendukung produksi dengan lebih efisien.

Baca Juga :  Kebiasaan Sepele Ini Diam-diam Percepat Kerusakan Baterai Mobil Listrik dan Hybrid, Banyak Pengguna Tak Sadar

“Jadi prinsipalnya di Jepang, akan memindahkan produksinya ke negara-negara yang lebih produktif dan mengubah diversifikasi produknya. Jadi mereka akan berfokus di mobil listrik yang pengembangannya dilakukan di Vietnam, bukan di Indonesia,” lanjutnya.

Serikat Pekerja Dorong Perlindungan Buruh

Menghadapi ancaman tersebut, KSPI meminta serikat pekerja di tingkat perusahaan segera melakukan komunikasi dengan manajemen. Langkah itu bertujuan memastikan perusahaan tetap memperhatikan hak para pekerja jika terjadi perubahan operasional.

Said Iqbal juga mengatakan pihaknya akan melaporkan persoalan ini kepada pemerintah pusat. Dia menilai kebijakan pengembangan kendaraan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing industri nasional.

Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat strategi agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi otomotif, terutama ketika industri global mulai beralih ke kendaraan berbasis listrik.

Pabrik Kertas di Mojokerto Hadapi Masalah Serupa

Selain sektor otomotif, ancaman pemutusan hubungan kerja juga muncul dari industri kertas. Said Iqbal mengungkapkan satu perusahaan bubur kertas di Mojokerto, PT Pakerin, menghadapi masalah keuangan yang berdampak terhadap ribuan pekerja.

Dia menyebut sekitar 2.500 buruh terancam kehilangan pekerjaan karena perusahaan mengalami kesulitan modal kerja. Saat ini sebagian besar pekerja sudah tidak menjalankan aktivitas produksi secara normal.

Dari informasi yang dia dapatkan, dana perusahaan yang tersimpan di bank yang sudah ditutup membuat operasional terganggu.

“Temuannya, 2.500 buruh yang terancam PHK itu diakibatkan ada modal. Modal dari PT Pakerin sekitar, informasinya saya dapat ya di lapangan, Rp 800 miliar sampai Rp 1 triliun modal kerjanya PT Pakerin disimpan di Bank Prima,” ujar Said Iqbal.

Baca Juga :  Pakai Mobil Listrik Kini Lebih Nyaman, Bebas Pajak dan Ganjil Genap Tetap Berlaku

Dana tersebut kini masuk proses pengurusan melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Perusahaan membutuhkan akses dana agar kegiatan produksi dapat kembali berjalan.

Buruh Siapkan Kesepakatan Jika PHK Terjadi

Di sisi lain, pekerja PT Pakerin disebut sudah membahas kemungkinan terburuk. Para buruh menerima opsi PHK apabila perusahaan mampu memenuhi hak sesuai kesepakatan.

“Ketika saya tanya karyawan, bagaimana kalau PHK? Mereka setuju. Nah sudah ada kesepakatan, PHK, buruh yang sudah tidak bekerja itu, bersepakat dengan pimpinan perusahaan, mendapatkan pesangon 1,75 kali aturan,” kata Said Iqbal.

Namun, proses tersebut masih menunggu kepastian pencairan dana perusahaan. Tanpa dana operasional, perusahaan belum dapat menjalankan kembali aktivitas produksi.

FAQ

Apa penyebab dua perusahaan otomotif Jepang berencana pindah dari Indonesia?

Perusahaan disebut ingin mengikuti perubahan strategi global menuju kendaraan listrik dan menilai Vietnam memiliki ekosistem produksi mobil listrik yang lebih mendukung.

Apakah dua perusahaan tersebut sudah resmi meninggalkan Indonesia?

Belum. Informasi yang disampaikan masih berupa pembahasan awal antara perusahaan dan pihak terkait.

Berapa jumlah pekerja yang berpotensi terdampak?

Serikat pekerja memperkirakan ribuan pekerja dapat terdampak apabila pemindahan produksi benar-benar terjadi.

Selain otomotif, industri apa yang juga menghadapi ancaman PHK?

Sektor bubur kertas di Mojokerto juga menghadapi risiko PHK ribuan pekerja akibat kendala modal operasional.(Tim)

Berita Terkait

OJK Naik Level, Bursa Mineral Kini Diawasi Ketat demi Pasar Komoditas Lebih Transparan
Jembatan Perintis Garuda Resmi Berdiri, Ekonomi Warga Mekar Jaya Sungai Penuh Makin Terbuka
Harga Minyak Dunia Naik ke US$81, Ketegangan Iran-AS Guncang Pasar Energi
Sekda Alpian Ungkap Kunci Pembangunan Sungai Penuh, Sensus Ekonomi 2026 Jadi Penentu Arah Baru
Promo Shopee 22 Juni 2026, Diskon Besar hingga Voucher Rahasia Bikin Belanja Makin Hemat
Ombudsman Bongkar Titik Rawan Koperasi Desa Merah Putih, Pengawasan Jadi Penentu Nasib Program Besar
Harga TBS Sawit Kaltim Turun, Petani Hadapi Perubahan Nilai Jual Terbaru
Akhiri Penantian Bertahun-Tahun, Jembatan Garuda di Kerinci Buka Jalur Emas Petani dan Ubah Wajah Ekonomi Desa
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 22:20 WIB

Gelombang PHK Buruh Otomotif Jatim Menguat, Industri Kendaraan Hadapi Tekanan Besar

Senin, 22 Juni 2026 - 20:19 WIB

OJK Naik Level, Bursa Mineral Kini Diawasi Ketat demi Pasar Komoditas Lebih Transparan

Senin, 22 Juni 2026 - 17:44 WIB

Jembatan Perintis Garuda Resmi Berdiri, Ekonomi Warga Mekar Jaya Sungai Penuh Makin Terbuka

Senin, 22 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Dunia Naik ke US$81, Ketegangan Iran-AS Guncang Pasar Energi

Senin, 22 Juni 2026 - 13:00 WIB

Sekda Alpian Ungkap Kunci Pembangunan Sungai Penuh, Sensus Ekonomi 2026 Jadi Penentu Arah Baru

Berita Terbaru