Harga TBS Sawit Kaltim Turun, Petani Hadapi Perubahan Nilai Jual Terbaru

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMARINDA – Pergerakan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mengalami perubahan pada pertengahan Juni 2026. Penurunan harga kali ini terjadi pada sejumlah kelompok umur tanaman, termasuk sawit produktif yang menjadi tumpuan pendapatan banyak petani.

Tim penetapan harga TBS sawit Provinsi Kalimantan Timur menetapkan harga untuk periode I Juni 2026 atau 1–15 Juni 2026. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, harga TBS sawit umur 10–20 tahun turun Rp213,27 per kilogram dibanding periode sebelumnya.

Kini, harga TBS sawit pada kelompok umur tersebut berada di angka Rp3.403,83 per kilogram. Perubahan ini membuat petani dan pelaku usaha sawit kembali memperhatikan dinamika harga komoditas perkebunan di tingkat daerah.

Harga TBS Sawit Kaltim Berdasarkan Umur Tanaman

Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur mencatat variasi harga TBS berdasarkan usia tanaman. Perbedaan umur sawit memengaruhi nilai jual karena berkaitan dengan tingkat produktivitas dan kualitas hasil panen.

Untuk sawit umur 3 tahun, harga tercatat Rp2.989,34 per kilogram. Kemudian, sawit umur 4 tahun mencapai Rp3.084,42 per kilogram, sedangkan umur 5 tahun berada pada angka Rp3.169,41 per kilogram.

Selanjutnya, sawit umur 6 tahun memiliki harga Rp3.239,06 per kilogram. Sementara itu, sawit umur 7 tahun berada di level Rp3.285,93 per kilogram dan umur 8 tahun mencapai Rp3.339,12 per kilogram.

Baca Juga :  Mahyeldi Kritik Kebijakan Fiskal Pusat, Soroti Ketimpangan Daerah di Hadapan DPD RI

Berikutnya, harga TBS sawit umur 9 tahun tercatat Rp3.379,73 per kilogram. Adapun kelompok sawit umur 10–20 tahun mencapai Rp3.403,83 per kilogram.

Harga Sawit Tua Juga Mengalami Perubahan

Selain kelompok sawit produktif, tanaman dengan usia lebih tua juga memiliki nilai harga yang berbeda. Data penetapan harga mencatat sawit umur 21 tahun berada pada angka Rp3.355,43 per kilogram.

Kemudian, sawit umur 22 tahun tercatat Rp3.289,25 per kilogram. Untuk sawit umur 23 tahun, harga berada di posisi Rp3.217,94 per kilogram.

Sementara itu, sawit umur 24 tahun mencapai Rp3.182,30 per kilogram. Sedangkan tanaman sawit umur 25 tahun tercatat Rp3.153,03 per kilogram.

Perbedaan harga antarusia tanaman menunjukkan bahwa produktivitas kebun tetap menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan nilai TBS yang diterima petani.

Harga CPO dan Kernel Ikut Menjadi Perhatian

Selain harga TBS, penetapan periode ini juga mencantumkan nilai minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) serta inti sawit atau kernel.

Harga CPO tercatat sebesar Rp14.224,67 per kilogram. Sementara itu, harga kernel mencapai Rp13.898,47 per kilogram.

Dengan adanya perubahan harga tersebut, petani sawit perlu memperhitungkan biaya produksi, kualitas buah, serta kondisi pasar sebelum menjual hasil panen.

Petani Perlu Pantau Harga Resmi dan Lapangan

Meski pemerintah daerah menetapkan harga sebagai acuan, kondisi transaksi di lapangan dapat mengalami perbedaan. Faktor seperti jarak kebun, kualitas buah, hingga kerja sama dengan pihak pembeli dapat memengaruhi harga akhir.

Baca Juga :  Harga TBS Sawit Jambi Tembus Rp3.303 per Kg, Sinyal Pasar Mulai Bergerak di Akhir Mei 2026

Karena itu, petani sebaiknya mengikuti informasi terbaru dari sumber resmi agar dapat mengambil keputusan penjualan dengan lebih tepat.

Dinas Perkebunan setempat juga mengingatkan bahwa harga yang tercantum mengacu pada hasil penetapan pemerintah daerah. Sementara harga aktual di tingkat lapangan bisa berbeda sesuai kondisi masing-masing wilayah.

FAQ

1. Berapa harga TBS sawit Kaltim umur 10–20 tahun periode Juni 2026?

Harga TBS sawit umur 10–20 tahun berada pada angka Rp3.403,83 per kilogram.

2. Mengapa harga TBS sawit mengalami perubahan?

Harga TBS dapat berubah karena mengikuti perhitungan harga komoditas sawit, kondisi pasar, serta faktor pendukung lainnya seperti harga CPO dan kernel.

3. Berapa harga CPO pada periode tersebut?

Harga CPO tercatat Rp14.224,67 per kilogram.

4. Apakah harga penetapan sama dengan harga di lapangan?

Belum tentu. Harga transaksi bisa berbeda karena pengaruh kualitas buah, lokasi kebun, dan kesepakatan jual beli.

5. Sawit umur berapa yang memiliki harga tertinggi dalam daftar tersebut?

Kelompok sawit umur 10–20 tahun memiliki harga tertinggi dibanding kelompok umur lainnya dalam penetapan periode ini.(Tim)

Berita Terkait

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru
HIPMI Sungai Penuh Bidik Peluang Ekonomi Baru, Ini Pesan Sekda Alpian
Helmi Hasan Soroti Kekompakan Bank Bengkulu, Dua Posisi Direksi Jadi Agenda RUPS
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:19 WIB

22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka

Berita Terbaru