Bukan Sekadar Pendidikan Agama, Mahyeldi Ingin Pesantren Gerakkan Ekonomi Sumatera Barat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – ekonomi pesantren Sumatera Barat

 

Pesantren di Sumatera Barat (Sumbar) berpeluang mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan ekonomi daerah. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengajak pengelola pesantren mengembangkan UMKM berbasis syariah dan pariwisata halal agar potensi lembaga pendidikan Islam itu mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Mahyeldi, pesantren memiliki modal sosial dan nilai keislaman yang dapat mendukung pertumbuhan usaha produktif. Jika pengelola pesantren mengembangkan potensi tersebut secara terarah, mereka dapat memperkuat kemandirian lembaga sekaligus membuka peluang usaha bagi warga sekitar.

Karena itu, Mahyeldi mendorong pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan pelaku usaha memperluas kerja sama dengan pesantren. Kolaborasi tersebut perlu menghasilkan program nyata, mulai dari pendampingan UMKM hingga pengembangan layanan wisata halal yang mengangkat kekayaan budaya Minangkabau.

Mahyeldi Kaitkan Ekonomi Syariah dengan Falsafah ABS-SBK

Mahyeldi menyampaikan dorongan tersebut saat menghadiri seminar dan pelantikan Pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Wilayah Sumbar di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Selasa (27/10/2026).

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah sejalan dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Falsafah tersebut menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Minangkabau.

“Ketika kita menggerakkan ekonomi syariah dan menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan, sesungguhnya itu merupakan wujud dari implementasi falsafah ABS-SBK dalam kehidupan masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Selain mengacu pada nilai budaya dan agama, Mahyeldi juga menyoroti Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, landasan tersebut memperkuat posisi ABS-SBK dalam kehidupan masyarakat Sumbar.

Oleh sebab itu, ia berharap para pemangku kepentingan menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam program ekonomi yang terukur. Dengan begitu, pengembangan ekonomi syariah dapat mendorong pertumbuhan usaha, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

IAEI Sumbar Siapkan Penguatan Organisasi

Selain mendorong pengembangan ekonomi pesantren, Mahyeldi berharap IAEI Sumbar memperluas kontribusi dalam pengembangan ekonomi Islam. Ia juga menginginkan organisasi tersebut melahirkan lebih banyak ahli ekonomi syariah yang mampu berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Transportasi Umum Belum Terintegrasi, Warga Daerah Terbebani Biaya Tinggi

Ketua DPW IAEI Sumbar, Prof. Ahmad Wira, mengatakan pengurus baru perlu mengonsolidasikan kembali organisasi setelah sempat mengalami kevakuman.

Menurut Ahmad Wira, IAEI harus memperkuat peran sebagai wadah pemikiran, penelitian, dan penyusunan rekomendasi kebijakan. Melalui peran tersebut, organisasi dapat membantu pemerintah dan pemangku kepentingan merancang program ekonomi syariah yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

Untuk mendukung agenda itu, Ahmad Wira menekankan pentingnya koordinasi antara IAEI, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Ia juga mendorong enam komisariat IAEI di Sumbar yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi agar meningkatkan aktivitas penelitian dan pembinaan kader. Selanjutnya, mereka perlu membawa hasil kajian ke tengah masyarakat melalui program yang aplikatif.

UMKM Pesantren Bisa Buka Peluang Usaha Baru

Pengembangan UMKM menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pesantren. Pengelola dapat memulai dengan memetakan potensi lokal, menentukan produk unggulan, dan menyusun rencana usaha sesuai kebutuhan pasar.

Namun, pengembangan usaha tidak cukup hanya mengandalkan modal dan produk. Pesantren juga perlu meningkatkan kemampuan pengelola, menjaga kualitas, memperbaiki kemasan, serta memperluas pemasaran melalui saluran digital maupun kemitraan dengan pelaku usaha.

Di sisi lain, perguruan tinggi dan lembaga keuangan dapat membantu pesantren mengembangkan kapasitas bisnis. Pendampingan yang tepat akan membantu pengelola menyusun perencanaan usaha, mengelola keuangan, dan meningkatkan daya saing produk.

Jika pengelola menjalankan strategi tersebut secara konsisten, usaha pesantren berpeluang memberikan manfaat lebih luas. Selain memperkuat sumber pendapatan lembaga, kegiatan itu dapat membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi warga sekitar.

Pariwisata Halal Perkuat Daya Saing Sumbar

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Andy Setyo Biwado, menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata ramah Muslim untuk meningkatkan daya saing daerah.

Menurutnya, persaingan antardaerah dalam menarik wisatawan menuntut Sumbar terus meningkatkan mutu fasilitas, layanan, dan program pariwisata. Karena itu, para pelaku industri perlu memahami kebutuhan wisatawan sekaligus menjaga kualitas pengalaman selama perjalanan.

Sumbar memiliki peluang untuk menghubungkan sektor pariwisata dengan UMKM lokal. Misalnya, pelaku usaha dapat mengembangkan kuliner halal, kerajinan, cendera mata, serta layanan wisata yang mengangkat tradisi dan budaya Minangkabau.

Baca Juga :  Krisis Energi Global Picu Pembatasan BBM, Aktivitas Ekonomi Dunia Tertekan

Selain memperkaya pilihan wisata, langkah tersebut dapat memperluas pasar bagi usaha lokal. Wisatawan tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga berkontribusi terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Ekonomi Syariah

Pengembangan ekonomi syariah melalui pesantren dan pariwisata halal membutuhkan koordinasi berbagai pihak. Pemerintah dapat memperkuat kebijakan dan pendampingan, perguruan tinggi menyumbangkan riset, sedangkan lembaga keuangan membantu membuka akses pembiayaan sesuai prinsip syariah.

Pada saat yang sama, IAEI Sumbar dapat mempertemukan berbagai pemangku kepentingan melalui penelitian, diskusi, dan rekomendasi kebijakan. Organisasi tersebut juga dapat mendorong program yang menghubungkan kebutuhan pesantren dengan peluang pasar.

Melalui kolaborasi itu, Mahyeldi berharap pesantren mampu mengembangkan usaha produktif dan memperkuat kontribusi terhadap ekonomi daerah. Dengan perencanaan yang matang serta pendampingan berkelanjutan, ekonomi syariah dan pariwisata halal berpeluang menjadi bagian penting dari penguatan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.

FAQ

1. Apa yang Mahyeldi dorong untuk mengembangkan ekonomi pesantren?

Mahyeldi mendorong pesantren mengembangkan UMKM berbasis syariah dan pariwisata halal agar mampu memperkuat kemandirian lembaga serta membuka peluang usaha bagi masyarakat.

2. Mengapa pesantren berpotensi menggerakkan ekonomi daerah?

Pesantren dapat mengembangkan produk unggulan, membangun unit usaha produktif, memperluas pemasaran, dan menjalin kemitraan dengan pemerintah maupun pelaku usaha.

3. Apa hubungan ekonomi syariah dengan falsafah ABS-SBK?

Pengembangan ekonomi syariah menerapkan nilai-nilai Islam dalam kegiatan ekonomi. Mahyeldi mengaitkan upaya tersebut dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau.

4. Apa peran IAEI Sumbar dalam pengembangan ekonomi syariah?

IAEI Sumbar berperan mengembangkan penelitian, membina kader ahli ekonomi Islam, menyusun rekomendasi kebijakan, dan memperkuat koordinasi dengan KDEKS serta MES.

5. Bagaimana pariwisata halal dapat membantu UMKM Sumbar?

Pariwisata halal dapat memperluas pasar kuliner, kerajinan, cendera mata, dan layanan wisata lokal. Dengan demikian, peningkatan kunjungan wisatawan berpeluang menggerakkan ekonomi masyarakat.(Tim)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru, Sumbar Siapkan Strategi Besar untuk 2027
Produksi CPO Bengkulu Capai 1,5 Juta Ton, Wagub Mian Bidik DBH Sawit untuk Jalan Rakyat
Mahyeldi Minta Masjid Tak Hanya Ramai Jemaah, Kesejahteraan Warga Harus Ikut Meningkat
Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat
Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
Sekda Sumbar Ungkap Potensi NCH Pangian, TikTok Jadi Andalan UMKM Tembus Pasar Digital
Kabut Asap Selimuti Sumbar, Vasko Bergerak Perkuat Mitigasi Kebakaran
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Bukan Sekadar Pendidikan Agama, Mahyeldi Ingin Pesantren Gerakkan Ekonomi Sumatera Barat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru, Sumbar Siapkan Strategi Besar untuk 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Produksi CPO Bengkulu Capai 1,5 Juta Ton, Wagub Mian Bidik DBH Sawit untuk Jalan Rakyat

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Mahyeldi Minta Masjid Tak Hanya Ramai Jemaah, Kesejahteraan Warga Harus Ikut Meningkat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Azhar Hamzah Hadiri HUT Muara Jambi, Ini Harapan Wawako Sungai Penuh

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:00 WIB

Oplus_0

Pesisir Selatan

Dua ASN Kominfo Pessel Promosi, Ini Jabatan Baru Yendi dan Silfia

Selasa, 27 Okt 2026 - 13:17 WIB