India Ambil Alih Tahta Smartphone dari China

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Banyak produsen smartphone global mulai memindahkan produksi dari China. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan China meningkatkan risiko tarif tinggi untuk produk impor. Oleh karena itu, sejumlah vendor mencari lokasi manufaktur alternatif yang lebih aman dan menguntungkan.

India Bergerak Cepat Menarik Produsen Global

India memanfaatkan peluang ini dengan agresif mengundang vendor smartphone global untuk memproduksi perangkat di negaranya. Langkah ini sejalan dengan agenda Perdana Menteri Narendra Modi, yang fokus mendorong manufaktur domestik. Selain itu, India menargetkan ekspansi industri perangkat elektronik senilai US$500 miliar pada 2030, dikutip dari Reuters, Jumat (13/3/2026).

Pada tahun fiskal 2024-2025, India memproduksi smartphone senilai hampir US$60 miliar, meningkat 28 kali lipat dibanding dekade sebelumnya. Selain itu, India mengekspor smartphone senilai US$21,7 miliar, naik 127 kali lipat dibanding periode sebelumnya. Dengan fakta tersebut, smartphone menjadi produk ekspor terbesar India sepanjang 2025.

Baca Juga :  RedMagic 11S Pro Series Meluncur dengan Snapdragon Flagship, Fokus Performa Gaming Stabil Tanpa Throttling

Apple Mempercepat Produksi iPhone di India

Apple memindahkan sebagian produksi iPhone dari China ke India. Bloomberg melaporkan, Apple menghasilkan 55 juta iPhone di India sepanjang 2025, naik 53% dari tahun sebelumnya yang hanya 36 juta unit. Angka ini setara dengan sekitar seperempat produksi iPhone global tahunan, yang totalnya mencapai 220–230 juta unit.

Baca Juga :  Mau Tahu Posisi Pasangan? Coba Aplikasi Lacak Lokasi Ini

Insentif Baru Dorong Produksi Lebih Kompetitif

Pemerintah India merancang insentif baru terkait ekspor untuk meningkatkan daya saing global. Dengan demikian, insentif ini kemungkinan mencakup investasi mulai April tahun ini. Sebelumnya, Apple dan Samsung memanfaatkan program insentif India senilai hampir US$21 miliar untuk produksi nasional. Selain itu, pemerintah memperbarui program ini agar mendukung produksi model iPhone terbaru, termasuk model premium, sekaligus mengurangi ketergantungan pada China.

Perpindahan Produksi Menandai Era Baru Smartphone

Langkah-langkah tersebut menegaskan pergeseran manufaktur global dari China ke India. Dengan demikian, India muncul sebagai “raja” baru smartphone, menggantikan posisi China yang sebelumnya dominan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Email Tengah Malam Guncang Kantor Meta, Ribuan Karyawan Kena Perombakan Besar di Era AI
iPhone 17e vs iPhone 16e: Perubahan Kecil yang Bawa Dampak Besar ke Ekosistem Apple
Samsung, Xiaomi, dan Vivo Guncang Pasar Indonesia dengan Trio HP Ultra 2026, Ini Perbandingan Fitur dan Kameranya
Samsung Siapkan Galaxy Z Fold Wide: Foldable Lebar dengan Konsep Mirip Tablet Premium
Google Ubah Search Jadi Asisten AI, Cara Baru Akses Internet Resmi Dimulai
Baterai 7.000 mAh Masuk Kelas Rp 2 Jutaan, Oppo A6c Resmi Menggoda Pasar Indonesia
Mogok 48 Ribu Buruh Samsung Ancam Pasokan Chip Global, Industri AI Ikut Terdampak
Ledakan Profesi AI Baru: Vibe Coder hingga Filsuf AI, Gaji Tembus Miliaran Rupiah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 05:00 WIB

Email Tengah Malam Guncang Kantor Meta, Ribuan Karyawan Kena Perombakan Besar di Era AI

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:01 WIB

Samsung, Xiaomi, dan Vivo Guncang Pasar Indonesia dengan Trio HP Ultra 2026, Ini Perbandingan Fitur dan Kameranya

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00 WIB

Samsung Siapkan Galaxy Z Fold Wide: Foldable Lebar dengan Konsep Mirip Tablet Premium

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:00 WIB

Google Ubah Search Jadi Asisten AI, Cara Baru Akses Internet Resmi Dimulai

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:00 WIB

Baterai 7.000 mAh Masuk Kelas Rp 2 Jutaan, Oppo A6c Resmi Menggoda Pasar Indonesia

Berita Terbaru

Oplus_0

Uncategorized

Jangan Lewatkan! Tambah Daya PLN Kini Lebih Hemat Hingga 50 Persen

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:00 WIB