JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada sesi I Rabu (4/3/2026). Ketegangan geopolitik AS-Iran dan pengumuman transparansi kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menekan pasar.
IHSG Jatuh Signifikan
IHSG turun 4,32% ke level 7.596,57 pada akhir sesi I. Sementara itu, 63 saham menguat, 713 saham melemah, dan 37 saham stagnan. IHSG bergerak dalam rentang 7.584–7.897. Investor menilai kapitalisasi pasar mencapai Rp13.572,61 triliun.
Dampak Transparansi Free Float
BEI membuka data pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%. Langkah ini meningkatkan transparansi jangka panjang. Namun, pasar mengalami volatilitas tinggi di tahap awal penerapan.
Sejumlah saham yang tercatat memiliki free float besar ternyata didominasi pemegang individu sebelumnya tidak teridentifikasi. Akibatnya, beberapa emiten mengalami penurunan free float signifikan. Saham yang masuk indeks MSCI atau LQ45 berpotensi mengalami outflow.
Tim Riset Maybank Sekuritas menekankan, emiten dengan kinerja solid dan ekspansi kuat bisa menahan dampak negatif melalui corporate action. Meski begitu, efek ini bersifat jangka pendek.
Faktor Geopolitik dan Harga Minyak
IHSG mengikuti tren penurunan indeks regional seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, TAIEX, dan ASX. Bahkan, Korea Selatan menghentikan sementara perdagangan setelah indeks turun lebih dari 8%.
Irvan Susandy, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, menilai eskalasi ketegangan di Timur Tengah menjadi pemicu. Penutupan Selat Hormuz menimbulkan kekhawatiran krisis energi.
Harga minyak global naik tajam. WTI mencapai US$74,41 per barel, sementara Brent menutup di US$81,40 per barel. Kenaikan ini muncul setelah reli 11% dalam dua hari, terbesar dalam empat tahun terakhir.
Presiden AS Donald Trump menyatakan US International Development Finance Corporation akan menyediakan asuransi kapal dan pengawalan angkatan laut bila diperlukan. Langkah ini menjaga aliran energi dan perdagangan tetap lancar.
Selain itu, Irak menutup ladang Rumaila dan proyek West Qurna 2, yang menekan pasokan minyak global.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









