Harga Bahan Baku Naik 100%, Industri Popok Terancam PHK Massal

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Industri popok sekali pakai nasional menghadapi tekanan berat setelah harga bahan baku melonjak hingga 100 persen. Pelaku usaha mulai mewaspadai potensi penghentian produksi hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) massal jika kondisi ini terus berlanjut.

Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mencatat lonjakan harga terjadi sangat cepat dalam beberapa waktu terakhir. Perubahan harga bahkan berlangsung dalam hitungan jam. Di sisi lain, pasokan bahan baku juga tidak stabil sehingga mengganggu proses produksi dan perencanaan bisnis.

Pelaku industri menyebut kenaikan harga bahan baku berbasis petrokimia menjadi pemicu utama. Produk seperti nafta dan polypropylene ikut terdampak lonjakan harga minyak mentah dunia. Kondisi ini dipengaruhi tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang belum mereda.

Baca Juga :  Industri Alas Kaki Indonesia Melaju 11,3 Persen, Ekspansi Besar Menanti di Semester II 2026

Dalam beberapa kasus, harga bahan baku melonjak hingga 90 persen sampai 100 persen. Lonjakan ini langsung menekan struktur biaya produksi industri popok.

Dampaknya, produsen mulai menaikkan harga jual produk di kisaran 20 persen hingga 30 persen. Kenaikan harga berpotensi berlanjut karena pasokan masih belum stabil dan volatilitas harga tetap tinggi.

Direktur Komite Diapers APKI, Oto Gunasis, mengatakan perubahan harga yang sangat cepat membuat perhitungan biaya produksi sulit diprediksi. Ia menilai pelaku industri harus segera menyesuaikan strategi agar tekanan tidak semakin dalam.

Sejumlah perusahaan sudah mengambil langkah awal. Mereka menaikkan harga produk secara bertahap dan mengevaluasi program promosi untuk menjaga operasional tetap berjalan.

Baca Juga :  Danantara Genap Setahun, Perkuat Investasi Nasional

Namun, APKI menilai langkah tersebut belum cukup. Industri membutuhkan koordinasi lebih kuat dari hulu hingga hilir agar mampu menghadapi tekanan biaya secara menyeluruh.

Oto menegaskan kenaikan harga bahan baku telah menekan seluruh rantai industri. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga jual yang pada akhirnya mempengaruhi daya beli masyarakat.

APKI pun meminta para pelaku usaha segera mengevaluasi struktur biaya, meningkatkan efisiensi operasional, dan menyusun strategi harga yang tepat. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan industri sekaligus memastikan pasokan produk tetap tersedia di pasar.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Ekonomi Sumbar 7,3 Persen, Gerbang Barat Indonesia Jadi Andalan
Mahyeldi Ungkap Kekuatan Besar Sumatera di IMT-GT, Targetnya Bukan Sekadar Kerja Sama
Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka
Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional
SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:59 WIB

Mahyeldi Ungkap Kekuatan Besar Sumatera di IMT-GT, Targetnya Bukan Sekadar Kerja Sama

Selasa, 8 September 2026 - 08:00 WIB

Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terbaru