Google Pantau Aktivitas 24 Jam, Ini Cara Mudah Hentikan Pelacakan Data

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Banyak pengguna internet merasa aktivitas online mereka selalu diikuti iklan yang terlalu relevan. Kondisi ini memicu kekhawatiran soal privasi digital, terutama dari sistem pelacakan milik Google yang bekerja di berbagai layanan seperti Search, Gmail, hingga Android.

Meski begitu, pengguna tetap bisa mengendalikan data pribadi mereka. Google menyediakan pengaturan khusus untuk menghentikan pelacakan aktivitas digital, termasuk riwayat pencarian, lokasi, dan penggunaan aplikasi.

Google Lacak Aktivitas Lewat Banyak Sumber

Selanjutnya, Google mengumpulkan data dari berbagai aktivitas pengguna. Sistem ini mencatat pencarian, situs yang dikunjungi, video yang ditonton, hingga lokasi yang pernah disinggahi.

Selain itu, Google juga menyimpan data pribadi seperti nama, tanggal lahir, nomor telepon, serta preferensi pengguna. Data ini membantu Google menampilkan iklan yang lebih sesuai dengan minat pengguna.

Namun, banyak pengguna tidak sadar bahwa fitur Web & App Activity terus berjalan secara default dan tetap merekam aktivitas meski riwayat lokasi sudah dimatikan.

Cara Hentikan Pelacakan Google

Pengguna bisa mematikan pelacakan aktivitas Google dengan langkah berikut:

Baca Juga :  Google Luncurkan USB Rp48 Ribu untuk Hidupkan Laptop Lawas

Buka Google melalui browser di ponsel atau komputer

Login ke akun Google

Masuk ke menu “Manage your Google Account”

Pilih “Data & Privacy”

Scroll ke bagian “Activity Controls”

Klik “Web & App Activity”

Matikan fitur tersebut

Konfirmasi dengan memilih “Pause”

Setelah pengguna mematikan fitur ini, Google berhenti mencatat aktivitas baru. Namun sistem tetap menyimpan data lama yang sudah terkumpul sebelumnya.

Dampak Setelah Pelacakan Dimatikan

Setelah pengguna menonaktifkan pelacakan, Google tidak lagi menampilkan iklan yang terlalu spesifik. Iklan yang muncul akan terlihat lebih umum dan tidak sesuai dengan kebiasaan pengguna.

Selain itu, rekomendasi konten di YouTube, Google Search, dan aplikasi lain juga menjadi kurang personal.

Cara Cek Data yang Sudah Tersimpan

Pengguna bisa mengecek data yang sudah Google kumpulkan melalui beberapa fitur:

1. Cek Profil Iklan

Buka “Ad Settings” untuk melihat minat dan kategori iklan yang Google bentuk berdasarkan aktivitas pengguna.

2. Cek Riwayat Lokasi

Buka Google Maps lalu masuk ke “Location History” untuk melihat perjalanan yang Google catat.

Baca Juga :  Sony Ajukan Paten, Smartphone Bisa Jadi Kontroler Game PlayStation

3. Cek Aktivitas YouTube

Masuk ke akun Google lalu buka “YouTube History” untuk melihat riwayat tontonan dan pencarian video.

Cara Hapus Jejak Digital di Browser

Selain mematikan pelacakan, pengguna juga bisa menghapus riwayat browsing secara berkala:

Google Chrome

Masuk ke Settings → Privacy & Security → Clear browsing data → pilih waktu → Clear data.

Mozilla Firefox

Masuk ke Settings → Privacy & Security → hapus cookies dan cache secara manual atau otomatis.

Safari

Pilih Clear History lalu tentukan rentang waktu.

Microsoft Edge

Buka Settings → Privacy → Clear browsing data → Clear now.

Opera

Masuk ke Settings → Privacy & Security → Clear browsing data.

Kesimpulan

Google mengumpulkan data pengguna untuk meningkatkan pengalaman digital dan personalisasi iklan. Namun pengguna tetap memiliki kendali penuh atas data tersebut.

Dengan mematikan fitur pelacakan dan rutin menghapus riwayat browsing, pengguna bisa menjaga privasi digital dengan lebih baik tanpa harus meninggalkan layanan Google sepenuhnya.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

iPhone 17 Laris, Apple Raup Rp1.800 Triliun tapi Tertekan Biaya Chip dan Memori
realme C100 Resmi Hadir 7 Mei 2026, Baterai 8000mAh Siap Temani Aktivitas Seharian
CIMB Niaga OCTO Mobile Error Berjam-jam, Pakar Ungkap Dugaan Masalah Serius di Sistem
Motorola Moto G87 Resmi Meluncur, Usung Kamera 200 MP dan Layar Super Terang 5.000 Nits
Motorola Rilis Razr 70 Series, HP Lipat Clamshell Tiga Varian dengan Chip Flagship
iPhone 2027 Belum Rilis, Tapi Desain Liquid Glass Sudah Jadi Rebutan Vendor China
Google Rilis TurboQuant, Teknologi Hemat RAM yang Siap Akhiri Krisis Memori AI
Robot “Tukang” China di Orbit, Bangun Struktur Raksasa Tanpa Kirim dari Bumi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:00 WIB

Google Pantau Aktivitas 24 Jam, Ini Cara Mudah Hentikan Pelacakan Data

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:00 WIB

iPhone 17 Laris, Apple Raup Rp1.800 Triliun tapi Tertekan Biaya Chip dan Memori

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:00 WIB

realme C100 Resmi Hadir 7 Mei 2026, Baterai 8000mAh Siap Temani Aktivitas Seharian

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:30 WIB

CIMB Niaga OCTO Mobile Error Berjam-jam, Pakar Ungkap Dugaan Masalah Serius di Sistem

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:00 WIB

Motorola Moto G87 Resmi Meluncur, Usung Kamera 200 MP dan Layar Super Terang 5.000 Nits

Berita Terbaru