“Gerindra 18 Tahun: Kompak, Bergerak, Berdampak

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA — Jumat menjadi hari istimewa bagi Partai Gerindra, yang kini berusia 18 tahun. Dalam peringatan kali ini, partai berlambang kepala garuda itu mengusung tema “Kompak, Bergerak, Berdampak”.

 

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, menegaskan bahwa tema tersebut mengingatkan seluruh kader untuk menjaga kekompakan, bergerak maju, dan memberikan dampak positif bagi perjuangan membangun bangsa.

 

“Partai Gerindra genap berusia 18 tahun. Usia yang cukup matang dalam perjalanan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Sugiono melalui keterangan video, Jumat.

 

Lahir dari Keprihatinan Politik

 

Sejarah Gerindra bermula dari keprihatinan sejumlah tokoh terhadap kondisi politik nasional yang belum mencerminkan nilai-nilai demokrasi. Awalnya, Fadli Zon dan Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo Subianto, berdiskusi dan sepakat bahwa Indonesia membutuhkan kendaraan politik baru untuk mendorong perubahan sistem politik.

 

Selanjutnya, mereka mengajak sejumlah tokoh di lingkaran Prabowo untuk membahas lebih jauh pendirian partai. Saat itu, Prabowo masih menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat Partai Golkar dan sempat mengikuti konvensi calon presiden partai tersebut.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Tekan DJP Kejar Target Pajak 2026

 

Kemudian, pada Desember 2007, tokoh-tokoh nasional berkumpul di markas Institute for Policy Studies (IPS) di Bendungan Hilir, Jakarta, untuk menyusun anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai. Pertemuan ini dihadiri oleh Fadli Zon, Ahmad Muzani, M. Asrian Mirza, Amran Nasution, Halida Hatta, Tanya Alwi, Haris Bobihoe, Sufmi Dasco Ahmad, Muchdi PR, Widjono Hardjanto, dan Suhardi.

 

Akhirnya, pada 6 Februari 2008, mereka mendeklarasikan Partai Gerindra lengkap dengan visi, misi, dan manifesto perjuangan. Partai menegaskan komitmennya untuk membangun masyarakat yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil, makmur, beradab, dan berketuhanan.

 

Jejak Partai dalam Pemilu

 

Setelah itu, Partai Gerindra ikut Pemilu 2009 dan meraih 4.642.795 suara atau 4,46 persen dari total suara nasional. Pada tahun yang sama, Prabowo tampil pertama kali dalam Pilpres sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri. Pasangan ini meraih posisi kedua dengan 32.548.105 suara sah atau 26,79 persen, kalah dari SBY-Boediono yang meraih 60,80 persen suara.

Baca Juga :  Polda Jambi Apresiasi Insan Pers Jelang Hari Pers Nasional 2026

 

Seiring waktu, Partai Gerindra meningkatkan perolehan suaranya pada pemilu berikutnya. Pada Pemilu 2014, partai meraih 14.760.371 suara (11,81 persen), kemudian 17.594.839 suara (12,57 persen) pada Pemilu 2019, dan meningkat menjadi 20.071.708 suara (13,22 persen) pada Pemilu 2024.

 

Selain itu, Prabowo memenangkan Pilpres 2024 bersama pasangannya, Gibran Rakabuming Raka. Dengan capaian tersebut, Gerindra menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan politik besar di Indonesia dan menunjukkan perjalanan panjangnya dari ide sederhana menjadi partai berpengaruh di kancah nasional.

Berita Terkait

Kuota Internet Hangus Digugat Lagi ke MK, Polemik Konsumen Kembali Jadi Sorotan
Tak Jadi Guru, Sarjana Pendidikan Ini Pilih Jalur Koperasi Demi Nafkah Keluarga
Mahasiswa Gugat Kuota Internet Hangus ke MK, Dorong Keadilan Hak Konsumen
Fly Over Jambi–Sumbar Diusulkan, Sungai Penuh Bidik Jalur Cepat, Ini Dampaknya
Tak Bisa Pindah? ASN Gugat Aturan Ini ke MK, Ini Pemicunya
Ekonomi Desa Jadi Penopang Utama, Prabowo Soroti Kekuatan Domestik di Tengah Tekanan Rupiah
Mahasiswa Keguruan Daerah Ini Resah, Jalur Menjadi Guru Kian Tidak Pasti
BGN Wajibkan Telur Lokal di Program MBG, Perkuat Peternak
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:00 WIB

Kuota Internet Hangus Digugat Lagi ke MK, Polemik Konsumen Kembali Jadi Sorotan

Jumat, 22 Mei 2026 - 04:00 WIB

Tak Jadi Guru, Sarjana Pendidikan Ini Pilih Jalur Koperasi Demi Nafkah Keluarga

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:00 WIB

Mahasiswa Gugat Kuota Internet Hangus ke MK, Dorong Keadilan Hak Konsumen

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:00 WIB

Fly Over Jambi–Sumbar Diusulkan, Sungai Penuh Bidik Jalur Cepat, Ini Dampaknya

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:00 WIB

Tak Bisa Pindah? ASN Gugat Aturan Ini ke MK, Ini Pemicunya

Berita Terbaru

Oplus_0

Uncategorized

Jangan Lewatkan! Tambah Daya PLN Kini Lebih Hemat Hingga 50 Persen

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:00 WIB