GeMOY SeJIWA Puskesmas Timpeh, Cara Baru Tingkatkan Kepatuhan Minum Obat Pasien Kesehatan Jiwa

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

DHARMASRAYA – UPT Puskesmas Timpeh terus memperkuat layanan kesehatan jiwa melalui pendekatan yang lebih aktif, humanis, dan berkelanjutan. Tidak hanya memberikan layanan pengobatan, puskesmas juga mengajak keluarga, kader kesehatan, serta masyarakat ikut mendampingi pasien agar tetap disiplin menjalani terapi.

Komitmen tersebut melahirkan inovasi GeMOY SeJIWA (Gerakan Minum Obat Yuk Sehatkan Jiwa). Program ini menggabungkan edukasi, pendampingan, pemantauan berkala, dan kunjungan rumah sehingga pasien memperoleh dukungan selama menjalani pengobatan.

Selain meningkatkan kepatuhan minum obat, GeMOY SeJIWA juga memperkuat peran keluarga sebagai pendamping utama. Di sisi lain, tenaga kesehatan dapat memantau perkembangan pasien secara rutin, menemukan hambatan lebih cepat, lalu menentukan langkah penanganan yang sesuai.

GeMOY SeJIWA Bangun Pendampingan Berkelanjutan

UPT Puskesmas Timpeh mengembangkan GeMOY SeJIWA sebagai bentuk pelaksanaan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa sekaligus pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan.

Melalui program ini, petugas kesehatan memberikan edukasi mengenai pentingnya minum obat secara teratur. Selanjutnya, petugas membangun komunikasi dengan keluarga dan kader kesehatan, kemudian melaksanakan kunjungan rumah bagi pasien yang memerlukan pendampingan lanjutan.

Dengan pola tersebut, pasien memperoleh dukungan medis sekaligus dukungan sosial. Karena itu, pasien memiliki peluang lebih besar untuk menjalani terapi secara konsisten hingga mencapai hasil yang optimal.

Tenaga Kesehatan Pantau Kondisi Pasien Secara Rutin

Petugas kesehatan memantau kondisi pasien secara berkala selama proses pengobatan. Selain itu, mereka mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul, seperti pasien lupa minum obat, kurangnya dukungan keluarga, atau kesulitan menjalani kontrol.

Baca Juga :  Iuran BPJS Kesehatan Dipastikan Tak Berubah, Ini Rincian Resmi yang Wajib Diketahui Peserta JKN di Tengah Ramainya Isu Kenaikan

Setelah menemukan kendala tersebut, petugas segera menentukan langkah pendampingan yang tepat. Dengan demikian, pasien tetap memperoleh pelayanan secara cepat, tepat, dan berkesinambungan.

Libatkan Keluarga dan Kader Kesehatan

Inovator GeMOY SeJIWA, Ns. Eka Fitriyanti, S.Kep, menegaskan bahwa keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada obat. Menurutnya, keluarga dan lingkungan sekitar juga memegang peran yang sangat penting.

“GeMOY SeJIWA hadir untuk memastikan pasien tidak menjalani pengobatan sendirian. Kami membangun pendampingan yang melibatkan keluarga, kader kesehatan, dan petugas puskesmas agar pasien tetap rutin minum obat, sehingga kondisi kesehatannya dapat terjaga dan kualitas hidupnya semakin baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan keluarga mampu meningkatkan motivasi pasien untuk tetap menjalani terapi. Sementara itu, kader kesehatan membantu petugas memantau kondisi pasien di lingkungan tempat tinggalnya.

Puskesmas Hadir Hingga Rumah Pasien

Kepala UPT Puskesmas Timpeh, dr. Abdullah, menegaskan bahwa puskesmas tidak membatasi pelayanan hanya di ruang pemeriksaan. Sebaliknya, petugas juga mendatangi rumah pasien agar proses pendampingan berjalan lebih optimal.

“Pelayanan kesehatan jiwa tidak cukup dilakukan saat pasien datang ke puskesmas. Melalui GeMOY SeJIWA, kami hadir mendampingi pasien hingga ke rumah, memperkuat peran keluarga, dan memastikan pelayanan berlangsung secara berkelanjutan. Harapannya, kepatuhan minum obat meningkat, angka kekambuhan dapat ditekan, dan pasien mampu kembali beraktivitas secara optimal,” ungkapnya, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, pendekatan tersebut mempererat komunikasi antara petugas kesehatan, pasien, dan keluarga. Selain itu, petugas juga lebih mudah memantau perkembangan pasien dari waktu ke waktu.

Baca Juga :  Lomba Bertutur Dharmasraya Dibuka 17 April, Siswa SD/MI Diajak Tampil Percaya Diri

Targetkan Kepatuhan Berobat dan Tekan Risiko Kekambuhan

UPT Puskesmas Timpeh mengarahkan GeMOY SeJIWA kepada pasien kesehatan jiwa yang sedang menjalani pengobatan, keluarga atau pendamping pasien, kader kesehatan, serta masyarakat yang membutuhkan edukasi mengenai kesehatan jiwa.

Melalui kolaborasi tersebut, puskesmas menargetkan peningkatan kepatuhan minum obat, penguatan peran keluarga, peningkatan partisipasi kader kesehatan, serta perluasan akses layanan kesehatan jiwa di tengah masyarakat.

Ke depan, UPT Puskesmas Timpeh terus mengembangkan inovasi ini agar semakin banyak pasien memperoleh pendampingan secara berkelanjutan. Dengan langkah tersebut, pasien memiliki kesempatan lebih besar untuk menjaga kondisi kesehatan, menekan risiko kekambuhan, dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.

FAQ

Apa itu GeMOY SeJIWA?

GeMOY SeJIWA merupakan inovasi UPT Puskesmas Timpeh yang bertujuan meningkatkan kepatuhan pasien kesehatan jiwa dalam mengonsumsi obat melalui edukasi, pendampingan, pemantauan, dan kunjungan rumah.

Siapa yang menjadi sasaran program GeMOY SeJIWA?

Program ini menyasar pasien kesehatan jiwa, keluarga atau pendamping pasien, kader kesehatan, serta masyarakat yang membutuhkan edukasi tentang kesehatan jiwa.

Bagaimana cara kerja GeMOY SeJIWA?

Petugas kesehatan memberikan edukasi, memantau kepatuhan minum obat, berkoordinasi dengan keluarga dan kader kesehatan, lalu melakukan kunjungan rumah apabila pasien memerlukan pendampingan lanjutan.

Apa manfaat program GeMOY SeJIWA?

Program ini membantu meningkatkan kepatuhan minum obat, memperkuat dukungan keluarga, menekan risiko kekambuhan, memperluas akses layanan kesehatan jiwa, serta mendorong pasien kembali beraktivitas secara optimal.(Tim)

Berita Terkait

QR Code Jadi Mata Baru Peternakan Dharmasraya, SIDIK TERNAK Bikin Data Ternak Makin Cepat dan Akurat
KURMA MILK DAN ROTI Puskesmas Tiumang, Layanan Jemput Bola untuk Ibu Hamil Berisiko
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
Tiga Pejabat Strategis Dharmasraya Bergeser, Posisi Kepala Kominfo Akhirnya Terisi
Wagub Mian Gaspol CKG Merah Putih, Bengkulu Kejar Lompatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Gebrakan Santri di Panggung HUT RI Dharmasraya, Al-Madinatul Munawaroh Sabet Juara I Marawis-Hadroh
Jembatan Kabel Mendadak Jadi Lautan Manusia, Ini Semarak Dharmasraya Merah Putih Run 2026
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:34 WIB

QR Code Jadi Mata Baru Peternakan Dharmasraya, SIDIK TERNAK Bikin Data Ternak Makin Cepat dan Akurat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:17 WIB

KURMA MILK DAN ROTI Puskesmas Tiumang, Layanan Jemput Bola untuk Ibu Hamil Berisiko

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Tiga Pejabat Strategis Dharmasraya Bergeser, Posisi Kepala Kominfo Akhirnya Terisi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Wagub Mian Gaspol CKG Merah Putih, Bengkulu Kejar Lompatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

SK 196 CPNS Sungai Penuh Rampung, Kapan Diserahkan?

Sabtu, 22 Agu 2026 - 19:19 WIB