JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menatap 2026 dengan optimisme tinggi. Dewan Gubernur BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 4,9 hingga 5,7 persen sepanjang tahun depan.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan langsung proyeksi tersebut dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari 2026, Kamis (19/2/2026).
“BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2026 berada dalam rentang 4,9 sampai 5,7 persen,” ujar Perry.
BI Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
Dalam paparan RDG Februari 2026, BI menegaskan optimisme terhadap kinerja ekonomi nasional. Bank sentral melihat ruang pertumbuhan tetap terbuka meski ekonomi global bergerak dinamis.
Karena itu, BI menjaga kebijakan moneter dan makroprudensial tetap akomodatif. Langkah tersebut bertujuan mendorong ekspansi ekonomi dan menjaga stabilitas.
Kuartal I 2026 Berpotensi Melonjak
Perry memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 melampaui capaian kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39 persen. Sepanjang 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen.
Dengan tren tersebut, sejumlah indikator menunjukkan peningkatan aktivitas produksi dan konsumsi sejak awal tahun. Data awal memperlihatkan dunia usaha dan rumah tangga mulai meningkatkan belanja dan produksi.
Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekspansi
BI melihat konsumsi rumah tangga terus meningkat. Stimulus kebijakan dan pelonggaran moneter mendorong daya beli masyarakat. Ekspektasi konsumen ikut menguat dan mempercepat transaksi.
Momentum hari besar keagamaan seperti Imlek, Nyepi, dan Idulfitri turut menggerakkan sektor ritel, transportasi, dan pariwisata. Pelaku usaha memanfaatkan periode tersebut untuk meningkatkan penjualan dan layanan.
Pemerintah Genjot Investasi dan Hilirisasi
Selain konsumsi, investasi juga menunjukkan tren positif. Pemerintah mempercepat belanja dan menjalankan proyek strategis nasional, termasuk program hilirisasi sumber daya alam.
Program hilirisasi mendorong industri mengolah komoditas mentah menjadi produk bernilai tambah. Pelaku industri memperluas kapasitas produksi dan membuka lapangan kerja baru.
Kombinasi konsumsi yang kuat dan investasi yang terus tumbuh memperkokoh fondasi ekonomi nasional. BI pun meyakini ekonomi Indonesia mampu melaju lebih cepat sepanjang 2026.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora