Rasio Klaim Asuransi Kesehatan Tembus 183%, Industri Masih Tertekan Biaya Medis

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Industri asuransi kesehatan di Indonesia masih menghadapi tekanan berat sepanjang 2025. Premi memang tumbuh, tetapi lonjakan klaim membuat profitabilitas perusahaan semakin tertekan.

Laporan Insurance Quarterly Report kuartal IV/2025 dari IFG Progress mencatat premi asuransi kesehatan di sektor asuransi jiwa naik 13,9% secara tahunan. Meski begitu, klaim juga ikut meningkat 10,6% dalam periode yang sama.

Kenaikan klaim terjadi pada dua segmen utama. Klaim asuransi kesehatan individu naik 8,5%, sedangkan segmen kumpulan atau grup naik 14,2%.

Rasio klaim individu tembus 183%

Tekanan paling berat muncul pada segmen individu. Industri mencatat loss ratio mencapai 183,1%. Kondisi ini berarti perusahaan asuransi harus membayar klaim sebesar Rp183 untuk setiap Rp100 premi yang masuk.

Berbeda dengan itu, segmen asuransi kesehatan kumpulan masih mencatat kondisi lebih sehat dengan loss ratio 75,1%.

Baca Juga :  IHSG Tergelincir ke 7.389, Investor Asing Ramai Jual Saham

Biaya medis terus naik tekan industri

Industri asuransi kesehatan menghadapi lonjakan biaya layanan kesehatan yang terus meningkat. Kenaikan biaya per kasus atau severity ikut memperburuk kondisi.

Jumlah peserta justru turun, tetapi total klaim tetap naik. Kondisi ini menunjukkan biaya per pasien semakin mahal.

Selain itu, sistem layanan berbasis fee-for-service ikut mendorong potensi over-utilization di fasilitas kesehatan. Banyak pihak menilai struktur produk yang minim kontrol biaya, seperti rendahnya co-payment, ikut memperparah kondisi.

Asuransi kesehatan jadi penyumbang klaim besar

Di sektor asuransi umum, lini kesehatan menyumbang klaim sekitar Rp6,3 triliun atau sekitar 13% dari total klaim industri.

Namun, premi asuransi kesehatan di asuransi umum justru turun 20,9%. Penurunan ini terjadi karena sejumlah perusahaan menghentikan produk kesehatan di tengah tekanan biaya.

Awal 2026 mulai stabil, OJK terbitkan aturan baru

Baca Juga :  Komisi II DPR RI Awasi BUMD Jambi

Memasuki 2026, rasio klaim mulai terlihat lebih stabil. Asuransi jiwa mencatat rasio klaim 40,85%, sedangkan asuransi umum berada di level 17,75%.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kemudian menerbitkan POJK Nomor 36/2026 tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan. Aturan ini mulai berlaku pada 22 Maret 2026.

OJK mendorong industri memperkuat manajemen risiko, transparansi produk, serta pengendalian biaya kesehatan.

Aturan ini juga mewajibkan perusahaan menyediakan fitur co-payment atau deductible dengan batas tertentu. Di sisi lain, OJK membatasi penyesuaian premi maksimal satu kali dalam setahun.

Industri diminta ubah model bisnis

OJK meminta perusahaan asuransi tidak hanya berperan sebagai penanggung risiko, tetapi juga pengelola biaya layanan kesehatan.

Tanpa perbaikan model bisnis dan pengendalian biaya medis, tekanan pada industri asuransi kesehatan berpotensi terus berlanjut.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Tim Cook Mundur, John Ternus Resmi Jadi CEO Baru Apple
IHSG Anjlok 1,24% ke 7.448, Tekanan Rupiah dan Sentimen Global Picu Aksi Jual
GoPay Tembus 26 Juta Pengguna Aktif, Transaksi Capai 600 Juta per Bulan
DJP Kejar Pajak Digital 2026: TikTok Shop, Kripto hingga Barang Mewah Dibidik
Ibu Rumah Tangga Bisa Cuan! Ini Tips Bisnis Rumahan yang Fleksibel dan Menguntungkan
China Kuasai Pendanaan Startup Asia, Dana Mengalir Rp 283 Triliun di Awal 2026
Harga Emas Antam 22 April 2026 Stabil, 1 Gram Rp2,83 Juta
Bawang dan Cabai Ilegal Diselundupkan, Mentan Ungkap Dugaan Jaringan Mafia Pangan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 15:00 WIB

Tim Cook Mundur, John Ternus Resmi Jadi CEO Baru Apple

Kamis, 23 April 2026 - 11:30 WIB

IHSG Anjlok 1,24% ke 7.448, Tekanan Rupiah dan Sentimen Global Picu Aksi Jual

Kamis, 23 April 2026 - 05:00 WIB

GoPay Tembus 26 Juta Pengguna Aktif, Transaksi Capai 600 Juta per Bulan

Kamis, 23 April 2026 - 04:00 WIB

DJP Kejar Pajak Digital 2026: TikTok Shop, Kripto hingga Barang Mewah Dibidik

Rabu, 22 April 2026 - 22:00 WIB

Ibu Rumah Tangga Bisa Cuan! Ini Tips Bisnis Rumahan yang Fleksibel dan Menguntungkan

Berita Terbaru

Bisnis

Tim Cook Mundur, John Ternus Resmi Jadi CEO Baru Apple

Kamis, 23 Apr 2026 - 15:00 WIB

Oplus_0

Nasional

Wali Kota Alfin Tinjau Ratusan CJH Sungai Penuh Cek Kesehatan

Kamis, 23 Apr 2026 - 12:30 WIB