DHARMASRAYA – Akuatik Dharmasraya membawa modal 10 medali menuju Porprov Sumatera Barat 2026. Capaian itu mencakup empat emas, empat perak, dan dua perunggu dari Kejuaraan Daerah (Kejurda) Akuatik Sumatera Barat pada April lalu.
Catatan tersebut membuka peluang bagi Dharmasraya untuk mengejar perolehan medali yang lebih besar pada Porprov Sumatera Barat. Karena itu, pengurus baru Akuatik Indonesia Kabupaten Dharmasraya perlu menjaga ritme latihan sekaligus memperkuat pembinaan atlet.
Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni pun mendorong pengurus, pelatih, KONI, dan organisasi perangkat daerah terkait untuk bekerja lebih terarah. Ia juga meminta proses pemilihan atlet Porprov mengutamakan kemampuan dan rekam prestasi.
Kepengurusan Akuatik Dharmasraya Berganti
Ketua I Akuatik Indonesia Provinsi Sumatera Barat Dr. Wangiman, S.H., S.E., M.M.Pd., melantik Pengurus Cabang Akuatik Indonesia Kabupaten Dharmasraya periode 2026-2030.
Wangiman mewakili Ketua Umum Akuatik Indonesia Provinsi Sumatera Barat Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung, S.E., M.Tr., Opsla., dalam agenda tersebut.
Pengurus baru menjalani pelantikan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kantor Camat Pulau Punjung, Sabtu (19/9/2026).
Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni turut menyaksikan agenda tersebut bersama Kapolres Dharmasraya yang mewakili Kabag SDM AKP Hendriza Oktavianus, S.H., Kepala Dinas Kesehatan Hj. Yosta Defina, S.Farm., Apt., SKM., Kepala Dinas Sosial P3AP2KB dr. Helmi Muslim, serta jajaran pemerintah daerah lainnya.
Perwakilan Dinas Budparpora, Dinas Pendidikan, Dinas Kominfo, KONI Kabupaten Dharmasraya, dan sejumlah unsur terkait juga mengikuti agenda itu.
Leli Arni Minta Akuatik Fokus pada Prestasi
Leli Arni berharap pengurus baru langsung memperkuat pembinaan atlet. Menurutnya, Akuatik membutuhkan proses panjang sehingga pengurus harus menjaga konsistensi program.
“Cabor Akuatik merupakan olahraga jangka panjang. Untuk membangun dan mengembangkannya sangat dibutuhkan perjuangan, pengorbanan dan dedikasi tinggi,” ujarnya
Selain itu, Leli Arni melihat Akuatik memiliki peluang besar untuk menyumbang medali bagi Dharmasraya. Apalagi, sejumlah atlet daerah sudah menunjukkan kemampuan dalam berbagai kompetisi.
Karena itu, ia meminta organisasi terkait memberikan perhatian lebih terhadap cabang olahraga tersebut.
Menurutnya, pembinaan yang terarah dapat membantu Dharmasraya menjaga sekaligus meningkatkan prestasi pada Porprov Sumatera Barat 2026.
Seleksi Atlet Porprov Harus Objektif
Menjelang Porprov, Leli Arni juga menyoroti proses penentuan atlet. Ia meminta KONI Dharmasraya menggunakan indikator prestasi dan kemampuan saat memilih atlet.
“Apalagi dalam menetapkan atlet untuk diberangkatkan pada ajang Porprov 2026, harus lebih objektif dalam menilai. Sehingga atlet yang diturunkan pada ajang bergengsi tersebut bukan sekadar tampil, tetapi atlet yang mampu mengibarkan bendera Dharmasraya,” tegasnya.
Dengan pola tersebut, Dharmasraya dapat mengirim atlet yang memiliki peluang bersaing. Selain itu, proses seleksi yang objektif juga dapat mendorong atlet meningkatkan kemampuan melalui latihan.
Leli Arni kemudian mengingatkan pengurus agar tidak terlalu banyak menghabiskan energi untuk kegiatan seremonial.
“Jalani latihan secara konsisten tanpa banyak seremoni. Kerap ciptakan pencapaian prestasi, baik di level provinsi maupun nasional. Dari sini awal maupun dasar dari naiknya level Cabor di mata kita semua,” pungkas Leli Arni.
10 Medali Jadi Modal Akuatik Dharmasraya
Ketua Umum Akuatik Indonesia Kabupaten Dharmasraya Syaiful Hanif, S.H., mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap pembinaan atlet.
Ia menyebut dukungan tersebut datang dari Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Polres Dharmasraya, Asosiasi Wali Nagari Dharmasraya (Aswana Dharma), KONI Dharmasraya, Dinas Kesehatan, Dinas Budparpora, Dinas Sosial P3AP2KB, Dinas Kominfo, serta Dinas Pendidikan.
“Kesemuanya selalu menjadi garda terdepan dalam memberikan dukungan dan support atas kemajuan atlet Akuatik berprestasi di Kabupaten Dharmasraya,” kata Syaiful.
Syaiful menjelaskan capaian atlet Dharmasraya pada Kejurda Akuatik Sumatera Barat yang berlangsung selama tiga hari di Kolam Renang Ngalau Indah Payakumbuh pada April 2026.
Dalam ajang tersebut, atlet Dharmasraya mengumpulkan 10 medali. Mereka meraih empat emas, empat perak, dan dua perunggu.
Capaian itu sekaligus menjadi pijakan bagi Akuatik Dharmasraya untuk mengejar hasil lebih besar pada Porprov Sumatera Barat.
“Semoga di ajang Porprov Sumatera Barat yang akan digelar pada Oktober 2026 mendatang, atlet Akuatik Kabupaten Dharmasraya mampu mempersembahkan lebih banyak lagi medali emas,” harapnya.
Pengurus Provinsi Akui Potensi Atlet Dharmasraya
Ketua I Akuatik Indonesia Provinsi Sumatera Barat Dr. Wangiman meminta pengurus baru memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet.
Wangiman juga menilai atlet Akuatik Dharmasraya memiliki posisi penting dalam persaingan tingkat Sumatera Barat hingga nasional.
“Sebagai pengurus Akuatik Provinsi Sumatera Barat, kami menyadari atlet Akuatik yang dimiliki Kabupaten Dharmasraya menjadi perhitungan di tingkat provinsi maupun nasional. Hal ini terbukti dari berbagai kejuaraan yang diikuti, baik Kejurda, Porwil, Kejurnas maupun Pekan Olahraga Nasional (PON),” kata Wangiman.
Karena itu, ia berharap pengurus baru mampu menjalankan program secara konsisten. Pengurus juga perlu membuka lebih banyak ruang bagi atlet untuk mengikuti kompetisi sehingga mereka memiliki pengalaman menghadapi persaingan yang lebih tinggi.
Wangiman berharap kepengurusan Akuatik Indonesia Kabupaten Dharmasraya dapat melahirkan lebih banyak atlet berprestasi. Dengan begitu, atlet Dharmasraya tidak hanya mengejar medali di tingkat daerah, tetapi juga mampu mengharumkan nama daerah pada level provinsi dan nasional.
FAQ
Berapa medali yang dikumpulkan Akuatik Dharmasraya pada Kejurda 2026?
Atlet Akuatik Dharmasraya mengumpulkan 10 medali. Rinciannya empat emas, empat perak, dan dua perunggu.
Apa target Akuatik Dharmasraya pada Porprov 2026?
Pengurus menargetkan atlet Akuatik Dharmasraya meningkatkan perolehan medali emas pada Porprov Sumatera Barat yang berlangsung pada Oktober 2026.
Siapa Ketua Umum Akuatik Indonesia Kabupaten Dharmasraya periode 2026-2030?
Syaiful Hanif, S.H., memimpin Akuatik Indonesia Kabupaten Dharmasraya untuk periode 2026-2030.
Apa yang menjadi perhatian Leli Arni menjelang Porprov?
Leli Arni meminta KONI dan pihak terkait memilih atlet secara objektif dengan mempertimbangkan kemampuan serta rekam prestasi.
Mengapa pembinaan Akuatik membutuhkan konsistensi?
Akuatik membutuhkan proses pembinaan jangka panjang. Karena itu, pengurus perlu menjaga latihan, memperbanyak kompetisi, dan memberikan dukungan yang konsisten kepada atlet.(Tim)









