PADANG – Kabupaten Kepulauan Mentawai mengambil peran penting dalam persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat (Sumbar) 2026. Selain menyiapkan atlet untuk bertanding, Mentawai juga akan menggelar pertandingan lima cabang olahraga sebagai salah satu tuan rumah bersama.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi langkah pemerintah daerah Mentawai yang terus mematangkan persiapan. Menurutnya, keseriusan tersebut menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung perkembangan olahraga sekaligus memberi kesempatan kepada atlet untuk tampil pada kompetisi tingkat provinsi.
Di sisi lain, Mahyeldi melihat Porprov XVI sebagai lebih dari sekadar ajang perebutan medali. Ia ingin kompetisi tersebut menjadi ruang bagi Sumbar untuk menemukan atlet potensial, memperkuat regenerasi, dan menyiapkan kekuatan baru menuju persaingan olahraga tingkat nasional.
Mentawai Ambil Bagian dalam Lima Cabang Olahraga
Mentawai akan menjadi salah satu daerah yang menerima tanggung jawab sebagai tuan rumah Porprov XVI. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menyiapkan lokasi pertandingan untuk lima cabang olahraga sekaligus mempersiapkan kontingen yang akan membawa nama daerah.
Mahyeldi menilai kontribusi setiap kabupaten dan kota sangat menentukan kelancaran Porprov XVI. Karena itu, ia mendorong seluruh pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi, terutama dalam menyiapkan arena pertandingan, atlet, perangkat pertandingan, dan kebutuhan teknis lainnya.
Porprov XVI akan berlangsung pada 2-14 Oktober 2026. Kota Solok akan membuka rangkaian pertandingan pada 2 Oktober, sedangkan Kabupaten Padang Pariaman akan menutup seluruh rangkaian kegiatan pada 14 Oktober.
“Melalui rakor kepala daerah terakhir yang dipimpin Pak Wagub, kembali ditegaskan bahwa pelaksanaan Porprov XVI Tahun 2026 dilaksanakan pada 2-14 Oktober, dengan pembukaan di Kota Solok,” ujar Mahyeldi.
Pemerintah Pastikan Jadwal Porprov
Kepastian waktu pelaksanaan Porprov XVI muncul setelah Pemprov Sumbar bersama pemerintah kabupaten dan kota melakukan serangkaian pembahasan. Rapat Koordinasi Kepala Daerah pada 28 Agustus 2026 juga membahas kesiapan agenda tersebut di bawah pimpinan Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy.
Sebelumnya, Pemprov Sumbar merancang Porprov XVI melalui SK Gubernur Sumbar Nomor 426-615-2025 dan SK Gubernur Nomor 426-815-2025. Pemerintah provinsi ketika itu menyiapkan konsep tuan rumah bersama dengan melibatkan kabupaten dan kota se-Sumbar.
Pemprov Sumbar semula menargetkan pelaksanaan pada Juni-Juli 2026. Namun, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota kemudian mengevaluasi kesiapan anggaran pada awal 2026.
Hasil evaluasi tersebut mendorong perubahan jadwal. Gubernur Sumbar kemudian mengeluarkan SK Nomor 426-121-2026 pada 23 Februari 2026 untuk menetapkan pelaksanaan Porprov pada 2-14 Oktober 2026.
Selanjutnya, Pemprov Sumbar mengatur pembagian tuan rumah, cabang olahraga, dan jadwal pertandingan melalui SK Gubernur Nomor 426-377-2026.
Soft Launching Perkuat Persiapan
Pemprov Sumbar kembali menguatkan koordinasi melalui soft launching Porprov XVI pada 27 Agustus 2026 di Istana Gubernur Sumbar. Mahyeldi dan Vasko Ruseimy hadir dalam agenda tersebut bersama pihak terkait.
Langkah itu sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah provinsi ingin menjaga persiapan tetap berjalan hingga hari pelaksanaan. Karena itu, koordinasi antardaerah menjadi salah satu kunci agar setiap lokasi pertandingan dapat menjalankan tugas masing-masing.
Mahyeldi Sebut Atlet Sudah Lama Menunggu
Mahyeldi mengatakan atlet Sumbar sudah lama menantikan kompetisi tingkat provinsi. Ia juga melihat Porprov XVI sebagai tahapan penting untuk membangun kekuatan Sumbar menuju PON NTB-NTT-Jakarta 2028.
“Atlet kita sudah sangat merindukan event ini. Porprov juga menjadi rangkaian persiapan Sumatera Barat menuju prestasi di PON NTB-NTT-Jakarta Tahun 2028,” katanya.
Menurut Mahyeldi, kompetisi tingkat provinsi dapat membantu pemerintah dan organisasi olahraga memetakan kemampuan atlet dari berbagai daerah. Atlet yang menunjukkan performa terbaik kemudian dapat mengikuti pembinaan lanjutan bersama pengurus provinsi cabang olahraga dan KONI Sumbar.
“Bibit-bibit inilah nantinya yang akan mengukir prestasi dan meraih medali di ajang pesta olahraga multi-event terbesar tanah air,” ucapnya.
Ia menilai atlet membutuhkan proses panjang untuk mencapai level nasional. Mereka harus menjaga konsistensi latihan, meningkatkan kemampuan, serta mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah, pelatih, organisasi olahraga, dan masyarakat.
Pemda Harus Buka Jalan bagi Atlet
Mahyeldi menegaskan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menciptakan ruang kompetisi bagi atlet. Menurutnya, pertandingan seperti Porprov membantu atlet mengukur perkembangan kemampuan setelah menjalani latihan dalam waktu panjang.
“Ajang Porprov menjadi wadah bagi mereka untuk mengorbitkan diri dan menapaki jenjang yang lebih tinggi ke tingkat nasional. Di sinilah peran pemerintah daerah hadir menyediakan wadah bagi atlet untuk menguji kemampuan mereka selama menjalani latihan,” tegas Mahyeldi.
Oleh sebab itu, Mahyeldi meminta seluruh bupati dan wali kota bersama KONI kabupaten/kota memberikan dukungan maksimal. Ia ingin seluruh daerah menjaga persiapan agar Porprov XVI berjalan sesuai jadwal.
Mahyeldi juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak kembali menunda agenda tersebut. Ia menilai pemerintah telah melewati berbagai tahapan persiapan setelah Porprov tidak terlaksana selama delapan tahun dan mengalami dua kali penundaan.
“Berbagai langkah dan upaya sudah dilakukan agar Porprov yang sudah delapan tahun tidak terlaksana dan jadwal penundaan sudah dua kali terundur. Tidak ada lagi cerita untuk ditunda-tunda,” tegasnya.
Porprov Jadi Jalan Regenerasi Atlet
Lebih jauh, Mahyeldi berharap Porprov XVI mampu menghidupkan kembali gairah kompetisi olahraga di Sumbar. Setiap daerah memiliki kesempatan untuk menunjukkan hasil pembinaan sekaligus mencari atlet muda yang memiliki kemampuan menonjol.
Selain mengejar prestasi, kompetisi tersebut juga dapat mempertemukan atlet dari berbagai kabupaten dan kota. Pertemuan itu membuka ruang bagi atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang lebih tinggi.
Mahyeldi ingin seluruh pihak menjaga semangat tersebut hingga rangkaian Porprov berakhir. Ia berharap para atlet mendapatkan pengalaman berharga yang dapat membantu perjalanan mereka menuju kompetisi nasional.
“Karena ajang ini merupakan harapan dan mimpi besar atlet Tuah Sakato yang sudah lama mereka dambakan,” pungkasnya.
FAQ
Kapan Porprov XVI Sumatera Barat berlangsung?
Porprov XVI Sumbar berlangsung pada 2-14 Oktober 2026.
Di mana pembukaan Porprov XVI?
Kota Solok menjadi lokasi pembukaan Porprov XVI pada 2 Oktober 2026.
Di mana penutupan Porprov XVI?
Kabupaten Padang Pariaman menjadi lokasi penutupan Porprov XVI pada 14 Oktober 2026.
Apa peran Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam Porprov XVI?
Mentawai menjadi salah satu tuan rumah bersama dan menyiapkan pertandingan untuk lima cabang olahraga.
Mengapa Porprov penting bagi atlet Sumbar?
Porprov memberi kesempatan kepada atlet untuk menguji kemampuan, mencari pengalaman bertanding, dan membuka peluang menuju pembinaan tingkat nasional.
Apa kaitan Porprov XVI dengan PON 2028?
Mahyeldi menilai Porprov XVI dapat menjadi salah satu tahapan persiapan Sumbar dalam membangun kekuatan atlet menuju PON NTB-NTT-Jakarta 2028.(Tim)









