Mahyeldi Gandeng FKUI, Peluang Dokter dan Spesialis Sumbar Naik Level Kian Terbuka

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG – Dokter dan Dokter Spesialis Sumbar

 

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperluas langkah pengembangan tenaga kesehatan melalui kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah ingin menghubungkan kebutuhan tenaga kesehatan di daerah dengan kapasitas pendidikan, penelitian, dan keilmuan FKUI. Langkah tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan kompetensi dokter asal Sumbar.

Pemprov Sumbar dan FKUI membangun komitmen itu melalui penandatanganan Komitmen Bersama di Jakarta, Rabu (23/9/2026). Kedua pihak ingin mendorong peningkatan kualitas SDM kesehatan sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat Sumatera Barat.

Mahyeldi Tekankan Kualitas Tenaga Kesehatan

Mahyeldi menilai pembangunan kesehatan tidak hanya membutuhkan rumah sakit, puskesmas, obat, dan peralatan medis. Pemerintah juga perlu menyiapkan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masyarakat.

“Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memberikan perhatian terhadap peningkatan kompetensi, kualitas, pemerataan, dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, Pemprov Sumbar menempatkan pengembangan SDM sebagai bagian penting dalam mewujudkan visi Sumbar Madani yang Maju dan Berkeadilan.

Visi tersebut mencakup peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, keterampilan, dan daya saing masyarakat. Karena itu, Pemprov Sumbar melihat penguatan tenaga kesehatan sebagai bagian dari pembangunan manusia secara menyeluruh.

Perluas Peluang Dokter dan Dokter Spesialis

Selanjutnya, Mahyeldi melihat kolaborasi dengan FKUI dapat mempertemukan kebutuhan pembangunan kesehatan Sumbar dengan kemampuan akademik dan penelitian perguruan tinggi.

“Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian kita adalah bagaimana meningkatkan kapasitas dan kualitas tenaga medis, termasuk membuka ruang pengembangan pendidikan dan kompetensi dokter dan dokter spesialis yang dibutuhkan daerah,” katanya.

Pemprov Sumbar berharap kerja sama tersebut membuka lebih banyak kesempatan bagi dokter asal Sumbar untuk meningkatkan kompetensi. Setelah itu, mereka dapat membawa pengetahuan dan kemampuan baru untuk memperkuat pelayanan kesehatan di daerah.

Baca Juga :  Mahyeldi Dorong Diaspora Minang Perkuat Sinergi Pembangunan Sumbar Lewat Kolaborasi Ranah dan Rantau

Langkah tersebut juga memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyesuaikan pengembangan tenaga medis dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, Sumbar dapat menyiapkan tenaga kesehatan secara lebih terarah.

Hubungkan Pendidikan dengan Kebutuhan Daerah

Mahyeldi juga mendorong hubungan yang lebih erat antara pendidikan kedokteran, penelitian, dan pelayanan kesehatan. Ia ingin setiap kerja sama menghasilkan manfaat yang dapat masyarakat rasakan secara langsung.

“Kita ingin membangun hubungan yang saling menguatkan. Pendidikan memberikan penguatan kompetensi, penelitian menghasilkan solusi, dan pelayanan kesehatan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Karena itu, Pemprov Sumbar ingin memperkuat hubungan FKUI dengan rumah sakit, institusi pendidikan kesehatan, serta fasilitas pelayanan kesehatan di Sumbar.

Kolaborasi tersebut dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman. Selain itu, penelitian juga dapat mengambil tema yang sesuai dengan persoalan kesehatan di daerah.

Dengan pola tersebut, perguruan tinggi dapat membantu menjawab kebutuhan pelayanan. Pada sisi lain, fasilitas kesehatan juga dapat memberikan masukan bagi pengembangan pendidikan dan penelitian.

Perkuat Kerja Sama yang Sudah Terjalin

Komitmen Bersama antara Pemprov Sumbar dan FKUI juga melanjutkan hubungan Pemprov Sumbar dengan Universitas Indonesia.

Mahyeldi menyebut Pemprov Sumbar dan Universitas Indonesia menandatangani Kesepakatan Bersama Nomor 120-005/MoU/GSB-2022 dan Nomor 27/NKB/R/UI/2022 pada 14 Maret 2022.

Kesepakatan tersebut mencakup pendidikan, penelitian, pengembangan, dan pengabdian kepada masyarakat. Kedua pihak menjalankan kerja sama itu untuk mendukung peningkatan kualitas SDM, kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan Sumatera Barat.

“Komitmen bersama dengan FKUI hari ini merupakan penguatan dari fondasi kerja sama yang telah kita bangun bersama. Kita berharap kerja sama pada tingkat universitas dapat semakin diterjemahkan menjadi kerja sama yang lebih konkret dan dekat dengan kebutuhan pembangunan kesehatan Sumatera Barat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kolesterol Tinggi Diam-diam Muncul di Kaki dan Kulit, Kenali 6 Tanda Ini

Kini, Pemprov Sumbar ingin memperluas implementasi kerja sama tersebut melalui bidang kesehatan. Pemerintah daerah juga berharap FKUI dapat ikut mendorong pengembangan tenaga medis sesuai kebutuhan Sumbar.

Mahyeldi Apresiasi FKUI

Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada Universitas Indonesia dan FKUI atas komitmen mereka dalam membangun kerja sama dengan Pemprov Sumbar.

Ia secara khusus mengapresiasi Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Anna Rozaliyani, MBiomed, SpP(K) yang turut mendorong kolaborasi tersebut.

“Semoga Komitmen Bersama ini memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Sumatera Barat dan berkontribusi bagi kemajuan kesehatan Indonesia,” tuturnya.

FAQ

Apa fokus kerja sama Pemprov Sumbar dan FKUI?

Kerja sama tersebut berfokus pada peningkatan kompetensi dan kualitas SDM kesehatan, termasuk pengembangan pendidikan dokter dan dokter spesialis.

Mengapa Pemprov Sumbar menggandeng FKUI?

Pemprov Sumbar ingin menghubungkan kebutuhan pembangunan kesehatan daerah dengan kapasitas pendidikan, penelitian, dan keilmuan FKUI.

Apa peluang bagi dokter asal Sumbar?

Kolaborasi tersebut membuka peluang bagi dokter asal Sumbar untuk meningkatkan kompetensi dan mengembangkan kemampuan sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan daerah.

Apakah kerja sama ini merupakan hubungan baru?

Tidak. Pemprov Sumbar dan Universitas Indonesia telah membangun kerja sama sejak 14 Maret 2022. Komitmen dengan FKUI kini memperkuat hubungan tersebut pada bidang kesehatan.

Apa manfaat bagi masyarakat Sumbar?

Masyarakat dapat memperoleh manfaat melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, penguatan pelayanan, serta pengembangan solusi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.(Tim)

Berita Terkait

Mahyeldi Soroti Makna di Balik Predikat A SAKIP, OPD Sumbar Diminta Buktikan Dampaknya
NCH Sumbar Jadi Ruang Kreatif Anak Nagari, Budaya Lokal Kini Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi
Transaksi Daerah Makin Digital, Sekda Arry Yuswandi Dorong ETPD Perkuat Tata Kelola Keuangan
Sungai Penuh Punya Cara Jaga Anak dari Stunting, Capaian Imunisasi Jadi Sorotan Bappenas
Galodo Solok Bikin Pusat Pemerintahan Lumpuh, Mahyeldi Kejar Pemulihan dan Keselamatan Warga
Dari SSB Menuju Panggung Nasional, Mahyeldi Buka Jalan Baru Sepak Bola Muda Sumbar
Empat Bagan Kandas di Tiku, Mahyeldi Soroti Kebutuhan Dermaga Pengaman
Hasil MTQ Semarang Jadi Alarm Sumbar, Pembinaan Kafilah Diperkuat Jelang 2027
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 17:44 WIB

NCH Sumbar Jadi Ruang Kreatif Anak Nagari, Budaya Lokal Kini Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi

Jumat, 25 September 2026 - 20:44 WIB

Transaksi Daerah Makin Digital, Sekda Arry Yuswandi Dorong ETPD Perkuat Tata Kelola Keuangan

Kamis, 24 September 2026 - 08:34 WIB

Mahyeldi Gandeng FKUI, Peluang Dokter dan Spesialis Sumbar Naik Level Kian Terbuka

Rabu, 23 September 2026 - 18:34 WIB

Sungai Penuh Punya Cara Jaga Anak dari Stunting, Capaian Imunisasi Jadi Sorotan Bappenas

Rabu, 23 September 2026 - 07:09 WIB

Galodo Solok Bikin Pusat Pemerintahan Lumpuh, Mahyeldi Kejar Pemulihan dan Keselamatan Warga

Berita Terbaru