PADANG – Sumatera Barat (Sumbar) mulai memperkuat jalur pembinaan sepak bola dari kelompok usia dini. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menilai sekolah sepak bola atau SSB memiliki peran penting untuk menemukan pemain muda yang kelak mampu bersaing di level profesional.
Menurut Mahyeldi, pembinaan usia dini membutuhkan jalur yang jelas dan berkelanjutan. Karena itu, ia mendorong SSB tumbuh di berbagai daerah, termasuk nagari dan kelurahan, agar lebih banyak anak memperoleh kesempatan mengembangkan bakat sepak bola.
Mahyeldi menyampaikan pandangan tersebut saat menerima tim PSTS Tabing U-13 di Istana Gubernur Sumbar, Senin (21/9/2026). Pertemuan itu sekaligus menjadi momentum bagi 23 pemain muda PSTS Tabing sebelum mereka berangkat menuju Palembang untuk menghadapi Piala Soeratin tingkat regional.
SSB Buka Jalan Talenta Muda Sumbar
Mahyeldi melihat SSB sebagai titik awal perjalanan pemain sebelum memasuki kompetisi yang lebih tinggi. Anak-anak dapat membangun kemampuan teknik, disiplin, kerja sama, dan mental bertanding melalui latihan yang teratur.
“Memang kita sangat dukung. Karena ini menjadi bibit kita. Bibit-bibitnya adalah dari SSB atau dari SD dan SMP,” ujar Mahyeldi.
Selain itu, gubernur ingin masyarakat melihat pembinaan sepak bola sebagai proses jangka panjang. SSB di nagari dan kelurahan dapat memperluas jangkauan pembinaan sehingga pencarian pemain tidak hanya bertumpu pada wilayah tertentu.
“Melalui SSB ini, kita harapkan bisa melahirkan bibit pesepakbola handal dari Sumbar,” katanya.
Pembinaan Berjenjang Menuju Level Profesional
Setelah SSB, Mahyeldi melihat Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) sebagai salah satu jalur lanjutan bagi pemain yang memiliki potensi.
Menurutnya, kesinambungan antar jenjang akan membantu pemain muda meningkatkan kemampuan secara bertahap. Mereka dapat memperoleh pengalaman kompetisi sebelum mengejar level klub profesional maupun Tim Nasional.
“PPLP nanti akan bisa menyuplai pemain-pemain pada tataran klub-klub profesional dan Tim Nasional. Itulah yang menjadi harapan kita,” ujarnya.
Dengan demikian, pembinaan usia muda tidak berhenti pada satu kompetisi. Pemain dapat terus berkembang melalui latihan, pertandingan, evaluasi, dan pengalaman baru.
Mahyeldi Tekankan Fair Play kepada Pemain
Mahyeldi juga meminta pemain PSTS Tabing U-13 menjaga semangat selama menghadapi pertandingan di Palembang. Namun, ia mengingatkan para pemain agar tidak mengejar kemenangan dengan mengabaikan sportivitas.
“Yang perlu dijaga itu fair play,” pesan Mahyeldi, seraya mendoakan keberangkatan tim berjalan lancar dan mampu memberikan hasil terbaik bagi Sumbar.
Pesan tersebut menjadi bagian penting bagi pemain usia muda. Sebab, kompetisi tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter dan sikap pemain ketika menghadapi lawan.
PSTS Tabing Bawa 23 Pemain ke Palembang
Ketua PSTS Tabing Desri Ayunda mengatakan timnya membawa 23 pemain untuk menghadapi Piala Soeratin tingkat regional di Palembang. Rombongan akan berangkat pada Rabu (23/9/2026).
Sebelum berangkat, tim PSTS Tabing menemui Gubernur Sumbar. Mereka berpamitan sekaligus meminta doa dan dukungan untuk menghadapi persaingan di zona regional.
Desri menyebut momentum tersebut terasa istimewa karena Sumbar kembali mengikuti Piala Soeratin setelah enam tahun absen.
“Dalam Piala Soeratin, sudah enam tahun kita tidak pernah ikut karena berbagai hal. Jadi tahun ini kita akan ikut kembali sebagai Juara dari Sumbar. Seluruh pemain murni anak SSB PSTS,” katanya.
Juara Sumbar Jadi Modal PSTS Tabing
PSTS Tabing lebih dulu memastikan tiket menuju tingkat regional setelah merebut gelar juara Sumbar. Performa tersebut menjadi modal penting bagi tim sebelum menghadapi lawan dari daerah lain.
Desri mengatakan tim tampil produktif sepanjang kompetisi. Ia pun berharap para pemain mampu menjaga performa ketika memasuki persaingan di Palembang.
Lebih jauh, kehadiran pemain yang seluruhnya berasal dari SSB PSTS menunjukkan hasil pembinaan internal mulai menemukan jalannya. Tim kini membawa hasil proses tersebut ke level kompetisi yang lebih tinggi.
Target PSTS Tabing: Kuasai Zona 2
PSTS Tabing tidak sekadar ingin menjalani pertandingan di Palembang. Desri menargetkan timnya mampu meraih gelar zona regional dan membuka peluang melangkah ke tingkat nasional.
Dukungan masyarakat Sumbar juga menjadi sumber motivasi bagi para pemain muda. Karena itu, Desri mengajak masyarakat ikut mendoakan perjuangan tim selama kompetisi.
“Kami yakin dan percaya mudah-mudahan insya Allah Zona 2 di Palembang ini kita bisa menjuarai,” tuturnya.
FAQ
Apa peran SSB bagi sepak bola Sumbar?
SSB menjadi tempat anak-anak mengembangkan kemampuan sepak bola sejak usia dini. Mereka juga belajar disiplin, kerja sama, teknik, dan mental bertanding.
Mengapa Mahyeldi mendorong SSB berkembang di daerah?
Mahyeldi ingin semakin banyak anak Sumbar memperoleh akses pembinaan sepak bola. Karena itu, ia mendorong pertumbuhan SSB hingga nagari dan kelurahan.
Berapa pemain PSTS Tabing yang berangkat ke Palembang?
PSTS Tabing membawa 23 pemain untuk mengikuti Piala Soeratin tingkat regional di Palembang.
Mengapa PSTS Tabing mengikuti Piala Soeratin tahun ini?
PSTS Tabing kembali mengikuti kompetisi tersebut setelah Sumbar absen selama enam tahun. Tim juga meraih tiket regional setelah menjadi juara Sumbar.
Apa target PSTS Tabing di Palembang?
Tim menargetkan kemenangan di Zona 2 Palembang agar dapat melanjutkan perjalanan menuju tingkat nasional.(Tim)









