NCH Sumbar Jadi Ruang Kreatif Anak Nagari, Budaya Lokal Kini Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mendorong Nagari Creative Hub (NCH) menjadi ruang yang mempertemukan budaya, kreativitas dan peluang ekonomi masyarakat. Pemprov Sumbar ingin masyarakat memanfaatkan kekayaan nagari sebagai sumber gagasan sekaligus membuka aktivitas produktif.

Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan pelestarian seni budaya di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sabtu (26/9/2026). Generasi muda dan tokoh masyarakat mengikuti sejumlah kegiatan budaya di Medan Nan Bapaneh Kantor Wali Nagari Koto Tangah.

Melalui kegiatan itu, Pemprov Sumbar ingin mengubah cara masyarakat melihat kekayaan budaya. Tradisi tidak hanya perlu masyarakat jaga, tetapi juga dapat mereka kembangkan menjadi sumber kreativitas dan penggerak ekonomi lokal.

NCH Buka Ruang Kreativitas Anak Nagari

Gubernur Sumbar Mahyeldi menugaskan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri, untuk membuka kegiatan tersebut. Ahmad kemudian menyampaikan pentingnya peran nagari dalam menjaga kearifan lokal.

Menurut Ahmad, setiap nagari mempunyai kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat. Karena itu, generasi muda perlu mengenal, mempelajari dan mengembangkan potensi tersebut.

“Setiap nagari memiliki potensi kearifan lokal yang mesti dilestarikan dan dikenalkan secara lebih luas. Kita berharap potensi tersebut menjadi karakter sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif,” kata Ahmad Zakri.

Selain seni tradisional, masyarakat juga mempunyai potensi kuliner, kerajinan, pengetahuan tradisional, permainan anak nagari dan berbagai bentuk ekonomi kreatif. Masyarakat dapat mengolah seluruh potensi itu menjadi kegiatan produktif jika mereka mengelolanya secara konsisten.

Karena itu, Ahmad melihat NCH sebagai ruang yang dapat mempertemukan pelestarian budaya dengan pengembangan kreativitas.

“Kita ingin NCH menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda. Tidak hanya dari segi budaya dan seni tradisi, tetapi juga ekonomi,” ujarnya.

Baca Juga :  Inflasi Jelang Idul Adha Terkendali, Pemprov Bengkulu Perkuat Strategi dan Distribusi Pangan

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan NCH

Pengembangan NCH membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah dapat membuka akses program dan pendampingan, sedangkan masyarakat mengembangkan kegiatan sesuai potensi masing-masing.

Selain itu, pelaku budaya, pelaku ekonomi kreatif, dunia pendidikan dan generasi muda juga dapat mengambil peran. Kolaborasi tersebut dapat membantu nagari mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Dengan pola itu, NCH tidak hanya menjadi tempat masyarakat menampilkan seni. NCH juga dapat menjadi ruang belajar, berkarya dan mengembangkan produk berbasis budaya.

Mengapa NCH penting bagi generasi muda?

NCH memberi ruang kepada generasi muda untuk mengenal tradisi sekaligus mengembangkan kreativitas. Mereka dapat mempelajari budaya lokal lalu mengolahnya menjadi gagasan, karya maupun kegiatan ekonomi kreatif.

Agam Dorong Kegiatan Anak Nagari

Pemerintah Kabupaten Agam turut mendukung pengembangan NCH. Asisten Pemerintahan Setdakab Agam, Yunelson, yang mewakili Bupati Agam, mengatakan Pemkab Agam telah memilih 32 masjid sebagai pusat kegiatan anak nagari.

Pemkab Agam juga mengalokasikan anggaran pembinaan sebesar Rp15 juta untuk setiap masjid melalui APBD Kabupaten Agam. Pemerintah daerah mulai menjalankan dukungan tersebut sejak 2025.

“Ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Agam dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menyukseskan program NCH,” ujar Yunelson.

Dukungan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan ruang bagi aktivitas generasi muda. Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengembangkan kegiatan yang sesuai dengan karakter masing-masing nagari.

Apa bentuk dukungan Pemkab Agam?

Pemkab Agam menetapkan 32 masjid sebagai pusat kegiatan anak nagari. Selain itu, pemerintah daerah mengalokasikan Rp15 juta untuk setiap masjid sebagai anggaran pembinaan melalui APBD.

13 Daerah Ikut Program NCH

Pemprov Sumbar menjalankan NCH sebagai salah satu program unggulan pada masa kepemimpinan Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy.

Baca Juga :  RUPST Telkom 2026 Jadi Ujian Kredibilitas Transformasi Digital dan Keseimbangan Dividen

Sejak 2025 hingga 2026, Pemprov Sumbar menetapkan 13 daerah sebagai lokus NCH. Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, menjadi salah satu daerah yang menjalankan program tersebut.

Setiap nagari memiliki karakter yang berbeda. Karena itu, masyarakat dapat mengembangkan NCH sesuai kekayaan budaya, kreativitas dan potensi ekonomi yang mereka miliki.

Berapa daerah yang masuk lokus NCH?

Pemprov Sumbar menetapkan 13 daerah sebagai lokus pelaksanaan NCH pada periode 2025 hingga 2026.

Budaya Lokal Jadi Sumber Kreativitas

Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar sekaligus Ketua Panitia, Fadli Junaidi, mengatakan kegiatan di Nagari Koto Tangah berlangsung selama dua hari, yakni 26 hingga 27 September 2026.

Panitia menghadirkan sejumlah kegiatan yang mengangkat kekayaan budaya Minangkabau. Rangkaian tersebut mencakup pameran koleksi Museum Adityawarman, workshop warisan budaya, pameran kuliner tradisional serta pertunjukan seni dan budaya.

Pada hari kedua, peserta mengikuti pelatihan pasambahan kato dan makan bajamba.

Generasi muda dan tokoh masyarakat ikut dalam seluruh rangkaian kegiatan. Dengan keterlibatan tersebut, Dinas Kebudayaan Sumbar ingin memperkuat pengetahuan masyarakat mengenai seni dan tradisi Minangkabau.

Di sisi lain, kegiatan itu juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk melihat budaya dari sudut pandang yang lebih kreatif. Mereka dapat menjadikan tradisi sebagai sumber inspirasi untuk menghasilkan karya dan aktivitas ekonomi.

Apa saja kegiatan di Nagari Koto Tangah?

Kegiatan mencakup pameran koleksi Museum Adityawarman, workshop warisan budaya, pameran kuliner tradisional, pertunjukan seni dan budaya, pelatihan pasambahan kato serta makan bajamba.

NCH dan Masa Depan Ekonomi Nagari

Pemprov Sumbar ingin NCH berkembang lebih jauh dari sekadar ruang pertunjukan budaya. Pemerintah mendorong masyarakat menjadikan kekayaan lokal sebagai modal untuk menciptakan karya dan peluang ekonomi.(Tim)

Berita Terkait

Bengkulu Siapkan Galeri Investasi, Warga Kini Punya Ruang Belajar Pasar Modal
Mahyeldi Soroti Makna di Balik Predikat A SAKIP, OPD Sumbar Diminta Buktikan Dampaknya
Temui PT KMH, DPRD Sungai Penuh Soroti Pajak Air dan Sampah
Transaksi Daerah Makin Digital, Sekda Arry Yuswandi Dorong ETPD Perkuat Tata Kelola Keuangan
Lahan 1 Hektare Jadi Gerakan Pangan, Pemdes Sumur Gedang dan Bhabinkamtibmas Tanam Jagung Tahap Kedua
Karya Lokal Siap Naik Kelas, Pemkot Sungai Penuh Gandeng Kanwil Kemenkum Jambi
Mahyeldi Gandeng FKUI, Peluang Dokter dan Spesialis Sumbar Naik Level Kian Terbuka
Galodo Solok Bikin Pusat Pemerintahan Lumpuh, Mahyeldi Kejar Pemulihan dan Keselamatan Warga
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:39 WIB

Bengkulu Siapkan Galeri Investasi, Warga Kini Punya Ruang Belajar Pasar Modal

Sabtu, 26 September 2026 - 17:44 WIB

NCH Sumbar Jadi Ruang Kreatif Anak Nagari, Budaya Lokal Kini Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi

Sabtu, 26 September 2026 - 10:39 WIB

Temui PT KMH, DPRD Sungai Penuh Soroti Pajak Air dan Sampah

Jumat, 25 September 2026 - 20:44 WIB

Transaksi Daerah Makin Digital, Sekda Arry Yuswandi Dorong ETPD Perkuat Tata Kelola Keuangan

Jumat, 25 September 2026 - 11:30 WIB

Lahan 1 Hektare Jadi Gerakan Pangan, Pemdes Sumur Gedang dan Bhabinkamtibmas Tanam Jagung Tahap Kedua

Berita Terbaru