Mahyeldi Soroti Makna di Balik Predikat A SAKIP, OPD Sumbar Diminta Buktikan Dampaknya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 27 September 2026 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meminta perangkat daerah tidak berhenti mengejar Predikat A dalam evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Ia ingin setiap capaian kinerja tersebut berujung pada program yang terukur dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Mahyeldi menyampaikan pesan itu saat menyerahkan penghargaan kepada sejumlah perangkat daerah peraih Predikat A SAKIP Tahun 2026. Ia menyerahkan penghargaan tersebut dalam rapat evaluasi kinerja perangkat daerah di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (27/9/2026).

Bagi Mahyeldi, predikat tinggi dalam evaluasi SAKIP harus mendorong perubahan cara kerja pemerintahan. Karena itu, setiap perangkat daerah perlu memperkuat perencanaan, mengukur hasil program, serta memastikan setiap kegiatan memberi manfaat bagi masyarakat.

Mahyeldi Ingatkan Makna Predikat A

Mahyeldi menilai Predikat A tidak boleh berhenti sebagai pencapaian administratif. Menurutnya, perangkat daerah perlu menerjemahkan hasil evaluasi tersebut ke dalam peningkatan kualitas pelayanan dan kinerja pemerintahan.

“Capaian ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memperbaiki kinerja. Akuntabilitas bukan hanya soal mendapatkan predikat, tetapi bagaimana setiap program yang dilaksanakan benar-benar terukur dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Mahyeldi.

Selanjutnya, ia meminta setiap OPD melihat evaluasi SAKIP sebagai bagian dari proses perbaikan. Dengan cara itu, perangkat daerah dapat menghubungkan perencanaan, anggaran, pelaksanaan program, hingga hasil yang masyarakat rasakan.

Selain itu, Mahyeldi menilai capaian tersebut menunjukkan komitmen perangkat daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis kinerja.

OPD Peraih A Harus Jaga Konsistensi

Mahyeldi juga meminta OPD yang sudah meraih Predikat A menjaga konsistensi kinerjanya. Ia mendorong mereka mencari ruang perbaikan agar kualitas program tidak berhenti pada capaian satu tahun.

Baca Juga :  Pantai Air Manis Sumatera Barat Bebas Pungli 

“OPD yang telah berhasil meraih predikat A harus mampu mempertahankannya. Sementara bagi yang belum, ini harus menjadi motivasi agar kedepan kualitas kinerjanya menjadi lebih baik,” tegas Mahyeldi.

Karena itu, perangkat daerah perlu memperkuat setiap tahapan kerja. Perencanaan harus memiliki target yang jelas. Pelaksanaan program juga harus mengikuti ukuran kinerja yang telah ditetapkan.

Sementara itu, perangkat daerah yang belum mencapai Predikat A dapat menjadikan hasil evaluasi sebagai bahan perbaikan. Dengan demikian, evaluasi SAKIP tidak hanya memberi apresiasi, tetapi juga mendorong peningkatan kinerja antar kelompok perangkat daerah.

16 OPD Pertahankan Predikat A Selama Tiga Tahun

Pemprov Sumbar membagi penerima penghargaan evaluasi SAKIP 2026 ke dalam dua kategori.

Kategori pertama mencakup perangkat daerah yang mampu mempertahankan Predikat A selama tiga tahun berturut-turut, mulai 2024 hingga 2026. Sebanyak 16 perangkat daerah masuk dalam kategori tersebut.

Beberapa di antaranya meliputi Dinas Kehutanan, Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Sa’anin, Bappeda, Inspektorat Daerah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Biro Organisasi, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Badan Kepegawaian Daerah.

Konsistensi selama tiga tahun menunjukkan kemampuan perangkat daerah menjaga kualitas sistem akuntabilitas dan kinerja. Capaian tersebut sekaligus memberi contoh bagi OPD lain untuk memperkuat pengelolaan program.

32 Perangkat Daerah Raih Predikat A pada 2026

Kategori kedua mencakup perangkat daerah yang baru meraih Predikat A pada evaluasi SAKIP 2026.

Pemprov Sumbar mencatat 32 perangkat daerah dalam kategori tersebut. Capaian itu menunjukkan semakin banyak perangkat daerah yang memperkuat sistem perencanaan dan pengukuran kinerja.

Baca Juga :  Tol Bukittinggi–Sicincin Dikebut, Pemprov Sumbar Siapkan Jurus Khusus Hadapi Persoalan Lahan

Namun, Mahyeldi tetap mendorong seluruh OPD menjaga keberlanjutan kinerja. Predikat A perlu menjadi titik awal untuk memperbaiki kualitas program, bukan sekadar target akhir dalam evaluasi tahunan.

Dengan demikian, setiap perangkat daerah memiliki tanggung jawab untuk menjaga hubungan antara target, program, anggaran, dan hasil. Pemerintah pun dapat mengarahkan sumber daya secara lebih terukur sesuai kebutuhan masyarakat.

Mahyeldi Apresiasi Pengabdian Besri Rahmad

Pada kesempatan yang sama, Mahyeldi juga menyerahkan cenderamata kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Sumbar, Drs. Besri Rahmad, MM.

Besri akan memasuki masa purna tugas pada 1 Oktober 2026. Pemprov Sumbar memberikan cenderamata sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan dedikasinya selama menjalankan tugas sebagai Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Sumbar.

FAQ

Apa pesan utama Mahyeldi soal Predikat A SAKIP?

Mahyeldi meminta perangkat daerah tidak memandang Predikat A sebagai pencapaian administratif semata. Ia ingin capaian tersebut mendorong program yang terukur dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Berapa OPD yang mempertahankan Predikat A selama tiga tahun?

Sebanyak 16 perangkat daerah mempertahankan Predikat A selama tiga tahun berturut-turut, mulai 2024 hingga 2026.

Berapa OPD yang baru meraih Predikat A pada 2026?

Pemprov Sumbar mencatat 32 perangkat daerah dalam kategori OPD yang baru meraih Predikat A pada evaluasi SAKIP 2026.

Apa yang harus dilakukan OPD peraih Predikat A?

OPD perlu menjaga konsistensi kinerja sekaligus terus memperbaiki kualitas perencanaan, pelaksanaan program, pengukuran hasil, dan akuntabilitas.

Siapa Besri Rahmad?

Besri Rahmad menjabat Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Sumbar. Ia akan memasuki masa purna tugas pada 1 Oktober 2026.(Tim)

Berita Terkait

NCH Sumbar Jadi Ruang Kreatif Anak Nagari, Budaya Lokal Kini Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi
Transaksi Daerah Makin Digital, Sekda Arry Yuswandi Dorong ETPD Perkuat Tata Kelola Keuangan
Mahyeldi Gandeng FKUI, Peluang Dokter dan Spesialis Sumbar Naik Level Kian Terbuka
Galodo Solok Bikin Pusat Pemerintahan Lumpuh, Mahyeldi Kejar Pemulihan dan Keselamatan Warga
Dari SSB Menuju Panggung Nasional, Mahyeldi Buka Jalan Baru Sepak Bola Muda Sumbar
Empat Bagan Kandas di Tiku, Mahyeldi Soroti Kebutuhan Dermaga Pengaman
Hasil MTQ Semarang Jadi Alarm Sumbar, Pembinaan Kafilah Diperkuat Jelang 2027
Sumbar Buka Jalan Baru ke Jeonbuk, Padang Didorong Bangun Sister City
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 17:44 WIB

NCH Sumbar Jadi Ruang Kreatif Anak Nagari, Budaya Lokal Kini Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi

Jumat, 25 September 2026 - 20:44 WIB

Transaksi Daerah Makin Digital, Sekda Arry Yuswandi Dorong ETPD Perkuat Tata Kelola Keuangan

Kamis, 24 September 2026 - 08:34 WIB

Mahyeldi Gandeng FKUI, Peluang Dokter dan Spesialis Sumbar Naik Level Kian Terbuka

Rabu, 23 September 2026 - 07:09 WIB

Galodo Solok Bikin Pusat Pemerintahan Lumpuh, Mahyeldi Kejar Pemulihan dan Keselamatan Warga

Selasa, 22 September 2026 - 12:14 WIB

Dari SSB Menuju Panggung Nasional, Mahyeldi Buka Jalan Baru Sepak Bola Muda Sumbar

Berita Terbaru