BNI Tebar Dividen Rp13 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mengusulkan dividen tunai sebesar Rp13,02 triliun atau 65% dari laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Senin (9/3/2026). Selain itu, manajemen meminta pemegang saham menyetujui penggunaan 35% laba atau Rp7,01 triliun sebagai saldo laba ditahan.

Laba Bersih BNI 2025

Pada 2025, BNI membukukan laba bersih konsolidasian Rp20,40 triliun. Sehingga, dividen 65% mencerminkan pencapaian laba perseroan. Direksi menetapkan jadwal pembayaran, memotong pajak sesuai aturan, dan mengatur semua teknis dividen.

Baca Juga :  Harga Emas Naik Tipis, Buyback Melonjak

Agenda RUPST

RUPST BNI membahas sembilan mata acara utama, antara lain:

Menyetujui laporan keuangan konsolidasian 2025 dan audit program PUMK.

Menetapkan gaji dan remunerasi direksi serta dewan komisaris.

Melaksanakan rencana pembelian kembali saham (buyback) maksimal Rp905,48 miliar.

Menunjuk akuntan publik untuk audit laporan keuangan 2026.

Selain itu, RUPST memutuskan 35% laba bersih 2025 dialokasikan untuk saldo laba ditahan agar perseroan tetap kuat dan siap mengembangkan usaha.

Baca Juga :  Honda WR-V 2026 Tampil Lebih Stylish dan Terjangkau

RUPST Digital

Rapat berlangsung secara elektronik melalui eASY.KSEI mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB di Jakarta Pusat. Dengan demikian, pemegang saham mengikuti RUPST tanpa hadir fisik, dan perseroan tetap mengambil keputusan strategis tepat waktu.

Kesimpulan

BNI menegaskan persetujuan RUPST membantu menjaga kinerja perusahaan sekaligus melindungi kepentingan pemegang saham. Selain itu, langkah ini menunjukkan komitmen perseroan membagi keuntungan sambil menyiapkan cadangan untuk pengembangan usaha.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket
Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata
Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat
Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai
Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen
Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24
Mulai 1 Juli, Pendapatan Driver Ojol Berubah? GoTo dan Grab Buka Aturan Komisi 8 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2022 Stabil, Investor Cermati Peluang di Level Rp2,668 Juta per Gram
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB

Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:00 WIB

Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:39 WIB

Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Berita Terbaru