Jakarta –
Pemerintah menilai pertumbuhan ekonomi nasional berada dalam tren positif. Setelah pandemi berakhir pada 2023, ekonomi Indonesia memasuki fase ekspansi. Pemerintah memperkirakan fase ini berlangsung hingga 2033.
Fase Ekspansi Ekonomi Pasca Pandemi
Secara umum, pemerintah memproyeksikan ekspansi ekonomi dalam jangka panjang. Pemerintah tidak lagi menargetkan pertumbuhan hanya di kisaran 5 persen. Pemerintah menargetkan pertumbuhan mencapai 7 persen. Bahkan dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan pertumbuhan mencapai 8 persen.
Namun demikian, pemerintah tetap mengantisipasi risiko overheating. Kondisi tersebut dapat memicu inflasi dan ketidakseimbangan ekonomi. Karena itu, pemerintah menyiapkan langkah pengendalian sejak dini.
Strategi Transformasi Struktur Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan mengubah struktur ekonomi saat pertumbuhan sudah optimal.
Saat ini, pemerintah memprioritaskan percepatan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah akan menjalankan transformasi struktur ekonomi setelah fondasi ekonomi menguat. Purbaya menyampaikan pernyataan tersebut setelah menghadiri forum ekonomi di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Data Pertumbuhan Ekonomi Terkini
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik, ekonomi nasional tumbuh 5,39 persen pada triwulan IV 2025. Sepanjang 2025, ekonomi nasional tumbuh 5,11 persen.
Data tersebut menunjukkan momentum pemulihan ekonomi terus berlanjut. Konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.
Sinergi Pemerintah dan Sektor Swasta
Di sisi lain, pemerintah menilai sektor swasta memegang peran penting. Kolaborasi dengan sektor swasta mempercepat pembangunan nasional. Selain itu, kolaborasi tersebut mengurangi ketergantungan terhadap anggaran negara.
Dengan dukungan sektor swasta, pemerintah dapat menggunakan anggaran secara lebih efisien. Pemerintah juga dapat mempercepat realisasi proyek strategis.
Purbaya mencontohkan masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Pada periode tersebut, ekonomi nasional tumbuh hingga 6 persen. Pemerintah tetap menjaga rasio utang pada kisaran 24–30 persen.
Dua Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi
Ke depan, pemerintah akan mengandalkan dua sumber pertumbuhan. Sumber pertama berasal dari sektor swasta. Sumber kedua berasal dari belanja pemerintah.
Kombinasi kedua sektor tersebut akan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah optimistis hasilnya akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan.
Dampak Langsung terhadap Lapangan Kerja
Sejalan dengan itu, pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan memperluas lapangan kerja di Indonesia. Pemerintah optimistis ekspansi ekonomi hingga 2033 membuka lebih banyak peluang kerja baru.
Karena itu, pemerintah mengajak masyarakat ikut berkontribusi. Masyarakat dapat meningkatkan produktivitas, mengembangkan inovasi usaha, dan memperkuat partisipasi dalam ekonomi formal.
Optimisme Ekonomi Jangka Panjang
Pada akhirnya, pemerintah menilai fase ekspansi hingga 2033 akan memperkuat daya saing nasional. Kondisi tersebut juga akan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Dengan kondisi tersebut, aktivitas ekonomi akan terus meningkat. Peluang kerja juga akan semakin terbuka dalam beberapa tahun mendatang.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora