Ekonomi Indonesia Masuk Fase Ekspansi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Pemerintah menilai pertumbuhan ekonomi nasional berada dalam tren positif. Setelah pandemi berakhir pada 2023, ekonomi Indonesia memasuki fase ekspansi. Pemerintah memperkirakan fase ini berlangsung hingga 2033.

Fase Ekspansi Ekonomi Pasca Pandemi

Secara umum, pemerintah memproyeksikan ekspansi ekonomi dalam jangka panjang. Pemerintah tidak lagi menargetkan pertumbuhan hanya di kisaran 5 persen. Pemerintah menargetkan pertumbuhan mencapai 7 persen. Bahkan dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan pertumbuhan mencapai 8 persen.
Namun demikian, pemerintah tetap mengantisipasi risiko overheating. Kondisi tersebut dapat memicu inflasi dan ketidakseimbangan ekonomi. Karena itu, pemerintah menyiapkan langkah pengendalian sejak dini.

Strategi Transformasi Struktur Ekonomi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan mengubah struktur ekonomi saat pertumbuhan sudah optimal.
Saat ini, pemerintah memprioritaskan percepatan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah akan menjalankan transformasi struktur ekonomi setelah fondasi ekonomi menguat. Purbaya menyampaikan pernyataan tersebut setelah menghadiri forum ekonomi di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Data Pertumbuhan Ekonomi Terkini
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik, ekonomi nasional tumbuh 5,39 persen pada triwulan IV 2025. Sepanjang 2025, ekonomi nasional tumbuh 5,11 persen.
Data tersebut menunjukkan momentum pemulihan ekonomi terus berlanjut. Konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

Sinergi Pemerintah dan Sektor Swasta

Di sisi lain, pemerintah menilai sektor swasta memegang peran penting. Kolaborasi dengan sektor swasta mempercepat pembangunan nasional. Selain itu, kolaborasi tersebut mengurangi ketergantungan terhadap anggaran negara.
Dengan dukungan sektor swasta, pemerintah dapat menggunakan anggaran secara lebih efisien. Pemerintah juga dapat mempercepat realisasi proyek strategis.
Purbaya mencontohkan masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Pada periode tersebut, ekonomi nasional tumbuh hingga 6 persen. Pemerintah tetap menjaga rasio utang pada kisaran 24–30 persen.

Dua Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi

Ke depan, pemerintah akan mengandalkan dua sumber pertumbuhan. Sumber pertama berasal dari sektor swasta. Sumber kedua berasal dari belanja pemerintah.
Kombinasi kedua sektor tersebut akan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah optimistis hasilnya akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan.

Dampak Langsung terhadap Lapangan Kerja

Sejalan dengan itu, pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan memperluas lapangan kerja di Indonesia. Pemerintah optimistis ekspansi ekonomi hingga 2033 membuka lebih banyak peluang kerja baru.
Karena itu, pemerintah mengajak masyarakat ikut berkontribusi. Masyarakat dapat meningkatkan produktivitas, mengembangkan inovasi usaha, dan memperkuat partisipasi dalam ekonomi formal.

Optimisme Ekonomi Jangka Panjang

Pada akhirnya, pemerintah menilai fase ekspansi hingga 2033 akan memperkuat daya saing nasional. Kondisi tersebut juga akan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Dengan kondisi tersebut, aktivitas ekonomi akan terus meningkat. Peluang kerja juga akan semakin terbuka dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga :  23 Juta Peserta BPJS Berpeluang Bebas Tunggakan, Tinggal Tunggu Restu Presiden

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Skandal KPK Melebar! Anggota Polri yang Bertugas di Lembaga Antirasuah Ikut Terseret Kasus Pemerasan Bupati Pemalang
Bupati Pemalang Resmi Ditahan KPK, Uang Rp2 Miliar Jadi Awal Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek
Prabowo Resmi Naikkan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemhan, Penantian Sejak 2018 Akhirnya Berakhir
KPK Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemalang, OTT Bupati Anom Perpanjang Daftar Kepala Daerah Terjerat Korupsi
Baru Menjabat, Bupati Pemalang Kena OTT KPK, LHKPN Ungkap Kekayaan Bersih Capai Rp21,3 Miliar
Kewarganegaraan Ganda Belum Dibahas, Wamendagri Bima Arya Tegaskan Pemerintah Masih Fokus Susun Kajian Hukum
Plt Gubernur Riau Diperiksa KPK, Temuan Uang saat Penggeledahan Kembali Jadi Sorotan
Tim 9 Kejagung Periksa Tiga Saksi, Penyidikan TPPU Febrie Adriansyah Terus Bergerak
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:00 WIB

Skandal KPK Melebar! Anggota Polri yang Bertugas di Lembaga Antirasuah Ikut Terseret Kasus Pemerasan Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bupati Pemalang Resmi Ditahan KPK, Uang Rp2 Miliar Jadi Awal Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:00 WIB

Prabowo Resmi Naikkan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemhan, Penantian Sejak 2018 Akhirnya Berakhir

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:00 WIB

KPK Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemalang, OTT Bupati Anom Perpanjang Daftar Kepala Daerah Terjerat Korupsi

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:30 WIB

Baru Menjabat, Bupati Pemalang Kena OTT KPK, LHKPN Ungkap Kekayaan Bersih Capai Rp21,3 Miliar

Berita Terbaru