Jakarta – SpaceX menyiapkan sejumlah inisiatif baru untuk mengembangkan bisnis Starlink. Salah satu rencana paling mencolok adalah menghadirkan ponsel yang dapat terhubung langsung ke internet satelit tanpa bergantung pada jaringan seluler konvensional.
Menurut laporan Reuters, langkah ini muncul di tengah ekspektasi SpaceX melakukan penawaran saham perdana (IPO) tahun ini. Selain itu, perusahaan berencana memperluas jangkauan Starlink ke berbagai pasar baru, mulai dari ponsel Starlink, layanan internet langsung ke perangkat, hingga layanan pelacakan objek di luar angkasa.
Teknologi Satelit dan Roket SpaceX
Untuk mewujudkan ambisi ini, SpaceX memperkuat posisinya melalui lini produksi satelit Starlink yang masif dan roket yang dapat digunakan kembali. Dengan kombinasi teknologi tersebut, Elon Musk bisa lebih realistis membangun pusat data yang mengorbit Bumi, proyek besar yang juga terkait dengan rencana merger SpaceX dengan xAI.
Ponsel Starlink: Masih Sebuah Rencana
Beberapa sumber menyebut SpaceX sedang mempertimbangkan perangkat seluler yang tersambung langsung ke konstelasi satelit Starlink. Jika terealisasi, perangkat ini berpotensi menjadi alternatif baru di pasar ponsel. Namun, perusahaan belum memublikasikan detail desain dan jadwal pengembangannya.
Sebelumnya, Starlink bekerja sama dengan T-Mobile untuk menghadirkan layanan internet satelit langsung ke ponsel melalui jaringan operator. Namun proyek ini berbeda dari rencana ponsel mandiri SpaceX.
Elon Musk menulis di media sosial bahwa ponsel semacam itu “bukan sesuatu yang mustahil suatu saat nanti” dan akan menjadi perangkat yang sangat berbeda dari ponsel saat ini, karena perangkat itu akan mengoptimalkan neural net dengan performa tinggi per watt—mengacu pada teknologi komputasi mirip otak yang digunakan dalam kecerdasan buatan. Meski demikian, Musk menegaskan di kesempatan lain bahwa “kami tidak mengembangkan ponsel.”
Starlink: Sumber Pendapatan Utama SpaceX
Starlink menjadi sumber pendapatan terbesar SpaceX. Tahun lalu, perusahaan meraih laba sekitar US$8 miliar dari total pendapatan antara US$15 miliar hingga US$16 miliar, dengan Starlink menyumbang 50% hingga 80% dari total pendapatan.
SpaceX membeli spektrum satelit milik EchoStar senilai US$19,6 miliar tahun lalu. Meski sebagian pihak menilai langkah ini sebagai ancaman bagi operator seluler seperti Verizon dan AT&T, perusahaan menegaskan posisinya sebagai pelengkap, bukan pesaing langsung.
Tujuan Jangka Panjang
Jika SpaceX benar-benar memproduksi perangkat seluler, perusahaan akan melakukan ekspansi besar bagi lini produk Starlink. Dalam enam tahun terakhir, Starlink membangun jaringan internet satelit dengan lebih dari 9.500 satelit.
Sekitar 650 satelit kini mendukung layanan internet langsung ke perangkat, dengan tujuan jangka panjang menyediakan cakupan seluler penuh di seluruh Bumi.









