NTB Jadi Sentra Jagung & Bawang Putih Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi wilayah strategis untuk pengembangan jagung dan bawang putih nasional. Pemerintah juga menempatkan NTB sebagai basis industri pakan ternak untuk mendukung swasembada pangan periode 2026–2030.

 

NTB Miliki Kombinasi Ideal untuk Pertanian

 

Amran menjelaskan bahwa NTB memiliki lahan luas, kondisi agroklimat yang mendukung, dan kesiapan memasuki fase hilirisasi pertanian. Oleh karena itu, pemerintah menempatkan NTB sebagai pilar utama penguatan produksi pangan nasional.

 

NTB Memiliki Potensi Lahan Bawang Putih 7.750 Hektare

 

NTB menawarkan lahan bawang putih seluas 7.750 hektare. Sebagai contoh, Lombok Timur menyediakan 2.500 hektare, Lombok Utara 2.000 hektare, Bima 1.500 hektare, Sumbawa 1.000 hektare, dan Lombok Tengah 750 hektare.

 

Dengan data ini, pemerintah menentukan target tanam dan produksi serta merancang kebijakan untuk mendukung swasembada bawang putih.

 

Amran Fokus pada Aksi Nyata di Lapangan

 

Amran menegaskan bahwa pemerintah harus mengikuti penetapan NTB dengan aksi nyata, bukan hanya perencanaan administratif. Untuk itu, ia mengunjungi Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Senin (9/2).

Baca Juga :  Mantan Kabid Dikdas Sungai Penuh Gagal Jadi Eselon II Kerinci

 

Di lokasi kunjungan, ia meninjau gudang bibit bawang putih dan berdialog langsung dengan petani, PPL, dan pemerintah daerah. Ia menambahkan, “Yang paling sulit dalam hidup adalah mengubah mindset. Kalau mindset berubah, hidup berubah. NTB bisa sejahtera jika lahan tidur dibangunkan, pemuda aktif, dan PPL terlibat penuh.”

 

PPL Berperan Krusial dalam Produktivitas

 

Amran menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan tergantung etos kerja, disiplin, dan keberanian bertindak, terutama dalam pendampingan petani. Dengan kata lain, PPL harus aktif di lapangan dan memimpin peningkatan produktivitas.

 

“PPL jangan hanya berada di rumah. Sebaliknya, bangunkan lahan tidur dan dampingi petani di lapangan. InsyaAllah NTB akan sejahtera,” ujarnya.

 

Pemerintah Menguatkan Jagung sebagai Tulang Punggung

 

Selain bawang putih, pemerintah memprioritaskan jagung sebagai komoditas utama NTB. Untuk memperkuat sektor ini, pemerintah membangun pabrik pakan ternak yang menyerap hasil panen jagung, menjaga stabilitas harga, dan mendorong pengembangan peternakan secara terintegrasi.

Baca Juga :  Prabowo Sambut PM Australia Anthony Albanese di Istana

 

Dukungan Pemerintah Pusat Terus Mengalir

 

Amran menegaskan bahwa pemerintah menyediakan dukungan penuh swasembada pangan, mulai dari penyediaan benih hingga pendampingan teknis. “Pemerintah menyalurkan benih secara gratis, semua biayanya ditanggung kementerian. Dengan dukungan ini, negara bisa maju jika kita bekerja nyata,” ujarnya.

 

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menekankan swasembada pangan sebagai agenda strategis nasional. Sebagai tambahan, Presiden menyebut, sejak 31 Desember 2025, Indonesia sudah mencapai swasembada beras, dan pemerintah menargetkan swasembada jagung dan pangan lainnya dalam beberapa tahun ke depan.

 

NTB Diproyeksikan Jadi Sentra Agroindustri

 

Dengan dukungan kebijakan nasional, luas lahan, dan pembangunan industri pakan, NTB menempati posisi strategis sebagai sentra jagung, bawang putih, dan agroindustri nasional. Oleh sebab itu, pemerintah mengharapkan langkah ini meningkatkan produksi pangan sekaligus memberikan legacy nyata bagi masyarakat.

 

“Hidup sekali, kita akan dikubur. Manusia meninggalkan nama baik dan legacy. Dengan demikian, mari pastikan pertanian NTB memberi manfaat nyata,” pungkas Amran.

Berita Terkait

CPNS 2027 Buka Peluang Baru! PPPK Guru Bisa Ikut Seleksi PNS, Ini Proyeksinya
DPR Ketuk Palu! Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI, Gantikan Hery Susanto
66 Kepala Dapur MBG Dipecat, BGN Bongkar Kasus Judi Online, Penipuan hingga Minta Uang
Febrie Adriansyah Diperiksa Kejagung 7 Jam, Kuasa Hukum Ungkap 20 Pertanyaan Penyidik
Babak Baru Kasus Febrie Adriansyah, Kejagung Potong Gaji 50 Persen hingga Putusan Inkrah
Dokumen Dugaan TPPU Jadi Temuan Penting saat Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah
Gelombang Pensiun Komjen Polri Dimulai, Karyoto dan Fadil Imran Masuk Daftar, Wakapolri Jadi Sorotan
MK Larang Anggaran Pendidikan untuk MBG, Sudaryono Langsung Tegaskan BGN Siap Ikuti Keputusan Negara
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:00 WIB

CPNS 2027 Buka Peluang Baru! PPPK Guru Bisa Ikut Seleksi PNS, Ini Proyeksinya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:00 WIB

DPR Ketuk Palu! Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI, Gantikan Hery Susanto

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:34 WIB

66 Kepala Dapur MBG Dipecat, BGN Bongkar Kasus Judi Online, Penipuan hingga Minta Uang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Febrie Adriansyah Diperiksa Kejagung 7 Jam, Kuasa Hukum Ungkap 20 Pertanyaan Penyidik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Babak Baru Kasus Febrie Adriansyah, Kejagung Potong Gaji 50 Persen hingga Putusan Inkrah

Berita Terbaru