Industri Otomotif Nasional Mulai Lirik Baterai Sodium

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Industri komponen otomotif dalam negeri mulai menaruh perhatian pada pengembangan baterai berbasis sodium sebagai alternatif teknologi penyimpanan energi selain lithium. Seiring meningkatnya kebutuhan solusi yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau, para pelaku industri aktif meneliti teknologi ini. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) termasuk perusahaan yang mengkaji teknologi tersebut.
Eko Maryanto, Head of Business Development DRMA, menilai baterai sodium memiliki potensi besar, terutama untuk menggantikan aki konvensional berbasis timbal.
“Posisinya memang masih di bawah lithium, tapi secara performa lebih baik dibanding aki lead acid. Untuk penggunaan sebagai aki, sodium ini paling cocok,” ujar Eko saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Tantangan Biaya dan Teknologi

Namun demikian, meski menjanjikan, industri menghadapi sejumlah tantangan dalam mengembangkan baterai sodium, terutama dari sisi biaya produksi dan kesiapan teknologi.
“Sekarang harganya masih tinggi, sementara kapasitas energinya lebih rendah dibanding baterai LFP. Jadi secara harga dan performa, konsumen belum bisa menerima produk berbasis sodium secara luas,” kata Eko.

Dominasi Lithium dan Kebutuhan Alternatif

Di sisi lain, industri baterai nasional masih mengandalkan teknologi lithium, terutama lithium iron phosphate (LFP), karena teknologi ini lebih stabil dan produsen telah membangun ekosistem produksinya. Oleh karena itu, Eko mendorong perusahaan mengembangkan teknologi alternatif untuk menghadapi keterbatasan bahan baku lithium di masa mendatang.
“Ke depannya, industri tidak bisa hanya bergantung pada satu jenis teknologi. Perlu ada opsi lain agar lebih fleksibel,”
ujarnya. Langkah ini juga mendukung upaya pemerintah memperkuat industri baterai nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor komponen strategis.
Baca Juga :  Bank Enggan Biayai 50 Pesawat Baru

Berita Terkait

Gelombang Pensiun Komjen Polri Dimulai, Karyoto dan Fadil Imran Masuk Daftar, Wakapolri Jadi Sorotan
MK Larang Anggaran Pendidikan untuk MBG, Sudaryono Langsung Tegaskan BGN Siap Ikuti Keputusan Negara
Skandal KPK Melebar! Anggota Polri yang Bertugas di Lembaga Antirasuah Ikut Terseret Kasus Pemerasan Bupati Pemalang
Bupati Pemalang Resmi Ditahan KPK, Uang Rp2 Miliar Jadi Awal Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek
Prabowo Resmi Naikkan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemhan, Penantian Sejak 2018 Akhirnya Berakhir
KPK Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemalang, OTT Bupati Anom Perpanjang Daftar Kepala Daerah Terjerat Korupsi
Baru Menjabat, Bupati Pemalang Kena OTT KPK, LHKPN Ungkap Kekayaan Bersih Capai Rp21,3 Miliar
Kewarganegaraan Ganda Belum Dibahas, Wamendagri Bima Arya Tegaskan Pemerintah Masih Fokus Susun Kajian Hukum
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:19 WIB

Gelombang Pensiun Komjen Polri Dimulai, Karyoto dan Fadil Imran Masuk Daftar, Wakapolri Jadi Sorotan

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:00 WIB

Skandal KPK Melebar! Anggota Polri yang Bertugas di Lembaga Antirasuah Ikut Terseret Kasus Pemerasan Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bupati Pemalang Resmi Ditahan KPK, Uang Rp2 Miliar Jadi Awal Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:00 WIB

Prabowo Resmi Naikkan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemhan, Penantian Sejak 2018 Akhirnya Berakhir

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:00 WIB

KPK Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemalang, OTT Bupati Anom Perpanjang Daftar Kepala Daerah Terjerat Korupsi

Berita Terbaru