SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh kembali menyoroti kondisi Pasar Tanjung Bajure. Kali ini, Wali Kota Sungai Penuh Alfin mengumpulkan tim terpadu untuk mengevaluasi penataan kawasan pasar sekaligus pengelolaan parkir.
Alfin memimpin rapat evaluasi di Rumah Dinas Wali Kota Sungai Penuh pada Selasa (11/8). Wakil Wali Kota Azhar Hamzah turut mendampingi Alfin bersama Tim Terpadu Penertiban dan Penataan Pedagang.
Rapat tersebut membahas sejumlah persoalan yang muncul dalam aktivitas sehari-hari di Tanjung Bajure. Selain itu, tim juga mencari langkah yang dapat menjaga ketertiban pasar tanpa mengganggu kegiatan pedagang dan masyarakat.
Alfin Minta Tim Cari Solusi di Lapangan
Alfin meminta tim terpadu melihat persoalan Tanjung Bajure secara menyeluruh. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya menertibkan kawasan, tetapi juga perlu memahami kondisi pedagang dan masyarakat.
Karena itu, Alfin mendorong tim mengutamakan komunikasi saat menghadapi persoalan di lapangan. Pemerintah ingin setiap langkah penataan menghasilkan solusi yang bisa diterima berbagai pihak.
Pendekatan tersebut juga menjadi kunci untuk menjaga suasana pasar tetap kondusif. Dengan komunikasi yang baik, pemerintah dapat menjalankan penataan tanpa menimbulkan keresahan.
“Pemkot Sungai Penuh berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan mencari solusi terbaik terhadap persoalan penataan Pasar Tanjung Bajure dan parkir, dengan mengutamakan kepentingan masyarakat,” sampainya Wako Alfin.
Parkir Jadi Bagian Penting Penataan
Selain persoalan pedagang, rapat turut membahas pengelolaan parkir di kawasan Tanjung Bajure. Pemkot melihat penataan parkir sebagai bagian penting dalam menciptakan kawasan pasar yang nyaman.
Selanjutnya, tim terpadu akan mencermati kondisi parkir dan aktivitas masyarakat di sekitar pasar. Langkah tersebut penting agar kendaraan tidak mengganggu mobilitas warga maupun kegiatan perdagangan.
Dengan demikian, penataan pasar tidak hanya berfokus pada pedagang. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Pemkot Utamakan Pendekatan Humanis
Alfin menegaskan bahwa pemerintah akan mengedepankan pendekatan humanis dalam menyelesaikan persoalan Tanjung Bajure. Pemerintah ingin membangun komunikasi langsung dengan pedagang dan masyarakat.
Selain itu, pendekatan humanis dapat membantu pemerintah memahami persoalan yang muncul sebelum mengambil langkah. Dengan begitu, setiap keputusan dapat mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan.
Pemerintah juga mengajak seluruh pihak ikut menjaga ketertiban kawasan. Pedagang, masyarakat, pengelola parkir, dan petugas perlu menjalankan peran masing-masing agar penataan berjalan lancar.
Tim Terpadu Lanjutkan Evaluasi
Setelah rapat, Tim Terpadu Penertiban dan Penataan Pedagang akan melanjutkan evaluasi sesuai kondisi Tanjung Bajure. Pemkot ingin hasil pembahasan menghasilkan langkah nyata, bukan sekadar menjadi bahan rapat.
Oleh sebab itu, pemerintah akan terus mencari solusi atas persoalan pasar dan parkir. Langkah tersebut sekaligus mendukung aktivitas perdagangan agar tetap berjalan dengan tertib.
Pada akhirnya, Pemkot Sungai Penuh menargetkan Tanjung Bajure menjadi kawasan perdagangan yang lebih nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.
FAQ
Apa yang dievaluasi Pemkot Sungai Penuh?
Pemkot mengevaluasi penataan Pasar Tanjung Bajure, aktivitas pedagang, dan pengelolaan parkir.
Siapa yang memimpin rapat evaluasi?
Wali Kota Sungai Penuh Alfin memimpin rapat bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah dan Tim Terpadu Penertiban dan Penataan Pedagang.
Mengapa Pemkot memilih pendekatan humanis?
Pemkot ingin menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan solusi yang dapat diterima pedagang serta masyarakat.
Apakah pengelolaan parkir ikut menjadi perhatian?
Ya. Tim turut mengevaluasi pengelolaan parkir sebagai bagian dari penataan kawasan Tanjung Bajure.
Apa tujuan utama penataan Tanjung Bajure?
Pemkot ingin menciptakan kawasan pasar yang lebih tertib dan nyaman sekaligus menjaga aktivitas perdagangan masyarakat.
Apa langkah Pemkot setelah evaluasi?
Tim terpadu akan melanjutkan evaluasi di lapangan dan mencari solusi atas persoalan penataan pasar serta parkir.(Tim)









