JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) berhasil menghimpun dana sebesar Rp739,34 miliar melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue. Tingginya minat investor mendorong tingkat kelebihan permintaan (oversubscription) mencapai 39,79 kali pada periode pemesanan tambahan.
Keberhasilan aksi korporasi tersebut memperkuat struktur permodalan ELPI. Selanjutnya, perseroan akan memanfaatkan dana itu untuk memperluas armada, mengembangkan bisnis, serta memperkuat modal kerja agar mampu meningkatkan daya saing di industri maritim.
Di sisi lain, masuknya PT GMT Kapital Asia sebagai pemegang saham baru menambah optimisme manajemen. Perseroan berharap kolaborasi tersebut mampu membuka peluang bisnis baru sekaligus mempercepat ekspansi pada sektor pelayaran dan logistik.
Rights Issue Berjalan Sesuai Jadwal
Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo, mengatakan seluruh tahapan PMHMETD I berjalan sesuai jadwal. Investor menyerap sekitar 99,90 persen saham yang ditawarkan selama periode perdagangan HMETD pada 10–16 Juli 2026. Setelah itu, investor membeli seluruh sisa saham melalui penjatahan pemesanan tambahan pada 21 Juli 2026.
“Seluruh tahapan PMHMETD I telah terlaksana dengan baik sesuai jadwal. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan para pemegang saham, investor, regulator, profesi penunjang pasar modal, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi,” ujar Wawan dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).
Lebih lanjut, Wawan menjelaskan tingginya antusiasme investor mendorong oversubscription mencapai 39,79 kali pada periode pemesanan tambahan. Perseroan juga mengembalikan seluruh dana kelebihan pemesanan kepada investor pada 23 Juli 2026.
Komposisi Pemegang Saham Berubah
Rights issue turut mengubah struktur kepemilikan saham ELPI. Kini, PT Kreasi Cipta Timur menguasai 64,10 persen saham perseroan.
Sementara itu, PT GMT Kapital Asia masuk sebagai pemegang saham baru dengan kepemilikan 18,85 persen. Tan Christian Taniputra memiliki 1,89 persen, Eka Taniputra menguasai 0,07 persen, sedangkan masyarakat tetap memegang sekitar 15 persen saham.
“Pasca penyelesaian PMHMETD I, Perseroan mencatat perubahan komposisi pemegang saham, PT GMT Kapital Asia menjadi pemegang saham dengan kepemilikan sebesar 18,85%, sementara kepemilikan PT Kreasi Cipta Timur menjadi 64,10%, Tan Christian Taniputra 1,89%, Eka Taniputra 0,07%, serta perseroan tetap mempertahankan porsi kepemilikan masyarakat sebesar 15%,” ungkapnya.
Investor Baru Perkuat Ekspansi ELPI
Direktur Utama ELPI, Eka Taniputra, menyambut kehadiran PT GMT Kapital Asia sebagai pemegang saham baru. Menurutnya, kerja sama tersebut akan memperluas peluang sinergi sekaligus memperkuat strategi pengembangan bisnis.
Selain itu, Eka menilai keberhasilan rights issue membuktikan tingginya kepercayaan investor terhadap fundamental usaha dan prospek jangka panjang ELPI.
“Dengan struktur permodalan yang lebih kuat,” kata dia, “ELPI akan mempercepat realisasi sejumlah agenda strategis, mulai dari pengembangan armada, diversifikasi usaha, hingga penguatan kapasitas operasional guna meningkatkan daya saing di industri maritim.”
Dana Difokuskan untuk Pengembangan Armada
Direktur Keuangan ELPI, Efilya Kusumadewi, menjelaskan perseroan telah menyusun rencana penggunaan dana hasil rights issue secara bertahap.
Sebanyak 27,75 persen dana akan mendukung pembangunan empat kapal baru yang terdiri atas tiga Fast Crew Boat (FCB) dan satu Multipurpose Tug.
Kemudian, perseroan akan mengalokasikan 9,74 persen dana untuk membangun kapal yang akan mendukung kontrak PT Layar Nusantara Gas pada proyek Floating Liquefied Natural Gas (FLNG).
Perkuat Logistik dan Modal Kerja
Selanjutnya, ELPI akan mengalokasikan 25,70 persen dana sebagai penyertaan modal pada perusahaan patungan yang bergerak di bidang pelayaran dan logistik.
Perseroan juga akan menyalurkan 16 persen dana untuk memperkuat modal PT ELPI Trans Cargo.
Sementara itu, ELPI akan menggunakan 20,57 persen dana untuk memenuhi kebutuhan modal kerja serta mendukung operasional kapal milik perseroan dan anak usahanya, PT Ekalya Purnamasari Offshore.
“Kami berkomitmen merealisasikan seluruh penggunaan dana secara bertahap dan tepat sasaran agar mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” tuturnya.
ELPI Optimistis Perluas Pertumbuhan
Dengan tambahan modal tersebut, ELPI menargetkan pertumbuhan bisnis yang lebih agresif. Perseroan juga akan memperluas armada, meningkatkan kapasitas operasional, serta memperkuat layanan pada sektor pelayaran, offshore support, dan logistik energi.
Oleh karena itu, manajemen optimistis mampu menangkap lebih banyak peluang bisnis sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham dalam jangka panjang.
FAQ
Apa yang diraih ELPI melalui rights issue?
ELPI menghimpun dana sebesar Rp739,34 miliar melalui PMHMETD I.
Berapa tingkat oversubscription rights issue ELPI?
Tingkat kelebihan permintaan mencapai 39,79 kali pada periode pemesanan tambahan.
Siapa pemegang saham baru ELPI?
PT GMT Kapital Asia menjadi pemegang saham baru dengan kepemilikan 18,85 persen.
Untuk apa ELPI menggunakan dana rights issue?
Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk membangun kapal baru, mendukung proyek FLNG, memperkuat perusahaan patungan, menambah modal anak usaha, serta memenuhi kebutuhan modal kerja dan operasional.
Apa target utama ELPI setelah rights issue?
ELPI menargetkan percepatan ekspansi armada, diversifikasi bisnis, peningkatan kapasitas operasional, dan penguatan daya saing di industri maritim.(Tim)









