JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank Sulutgo) mempertahankan pertumbuhan kinerja sepanjang semester I 2026. Perseroan meraih laba bersih Rp168,07 miliar dengan dukungan kenaikan pendapatan bunga bersih, pertumbuhan kredit, serta peningkatan pendapatan berbasis komisi.
Meski begitu, bank masih menghadapi sejumlah tantangan. Dana pihak ketiga (DPK) mengalami penurunan, sedangkan rasio kredit bermasalah (NPL) meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Karena itu, Bank Sulutgo perlu menjaga kualitas aset agar kinerja tetap stabil pada semester II 2026.
Berdasarkan publikasi laporan keuangan semester I 2026 yang terbit pada Jumat (24/7/2026), sejumlah indikator utama masih menunjukkan tren positif. Namun, beberapa rasio kehati-hatian ikut bergerak naik sehingga menjadi perhatian manajemen pada paruh kedua tahun ini.
Laba Bersih Tetap Positif
Bank Sulutgo mencatat laba bersih tahun berjalan sebesar Rp168,07 miliar hingga akhir Juni 2026.
Selanjutnya, pendapatan bunga bersih mencapai Rp703,10 miliar. Angka tersebut tumbuh 6,30 persen secara tahunan (year on year/YoY) dari Rp661,41 miliar pada semester I 2025.
Selain itu, pendapatan komisi ikut meningkat 4,18 persen menjadi Rp32,25 miliar. Pendapatan operasional lainnya juga naik 10,30 persen hingga menyentuh Rp45,16 miliar.
Di sisi lain, laba operasional turun 3,60 persen dari Rp234,05 miliar menjadi Rp225,63 miliar. Sementara itu, rugi nonoperasional meningkat menjadi Rp10,15 miliar, lebih tinggi dibandingkan Rp4,05 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kredit Terus Bertambah
Fungsi intermediasi Bank Sulutgo masih berjalan positif sepanjang semester I 2026.
Bank menyalurkan kredit sebesar Rp16,58 triliun atau tumbuh 2,46 persen dibandingkan Rp16,19 triliun pada semester I 2025.
Di samping itu, total aset naik tipis 0,42 persen menjadi Rp22,17 triliun.
Namun, penghimpunan dana masyarakat belum menunjukkan hasil serupa. DPK turun 10,37 persen menjadi Rp15,33 triliun dari Rp17,10 triliun pada Juni 2025.
Meski demikian, dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) tetap mencatat pertumbuhan. Nilainya naik tipis 0,09 persen menjadi Rp4,99 triliun.
Kualitas Kredit Menjadi Tantangan
Selain mencatat pertumbuhan bisnis, Bank Sulutgo juga menghadapi tekanan pada kualitas kredit.
Rasio Non Performing Loan (NPL) gross naik dari 2,74 persen menjadi 3,92 persen. Sementara itu, NPL net meningkat dari 1,62 persen menjadi 2,85 persen.
Kenaikan tersebut menunjukkan perlunya penguatan pengelolaan risiko kredit agar kualitas pembiayaan tetap terjaga.
Permodalan Masih Kuat, Margin Bunga Menguat
Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) turun dari 18,80 persen menjadi 16,18 persen. Meski menurun, angka tersebut masih berada di atas ketentuan minimum regulator.
Di sisi lain, Net Interest Margin (NIM) meningkat dari 6,79 persen menjadi 7,11 persen. Kondisi ini menunjukkan kemampuan bank menjaga margin bunga tetap positif.
Sementara itu, rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) naik dari 81,25 persen menjadi 81,65 persen. Kenaikan tersebut menandakan biaya operasional tumbuh sedikit lebih cepat dibandingkan pendapatan operasional.
Semester II Jadi Penentu Kinerja Tahunan
Secara keseluruhan, Bank Sulutgo masih menjaga pertumbuhan pada sejumlah indikator utama. Pendapatan bunga bersih, kredit, aset, dan dana murah sama-sama menunjukkan tren positif.
Namun, bank perlu meningkatkan penghimpunan DPK sekaligus menekan rasio kredit bermasalah agar profitabilitas tetap terjaga hingga akhir 2026.
FAQ
Berapa laba bersih Bank Sulutgo pada semester I 2026?
Bank Sulutgo meraih laba bersih Rp168,07 miliar hingga Juni 2026.
Berapa total kredit yang disalurkan Bank Sulutgo?
Bank menyalurkan kredit sebesar Rp16,58 triliun, naik 2,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Bagaimana perkembangan pendapatan bunga bersih?
Pendapatan bunga bersih mencapai Rp703,10 miliar atau tumbuh 6,30 persen secara tahunan.
Mengapa NPL Bank Sulutgo meningkat?
Laporan keuangan menunjukkan NPL gross naik menjadi 3,92 persen, sedangkan NPL net meningkat menjadi 2,85 persen. Kondisi tersebut menunjukkan tantangan dalam menjaga kualitas kredit.
Apa indikator yang masih menunjukkan tren positif?
Bank Sulutgo masih mencatat pertumbuhan pada pendapatan bunga bersih, kredit, aset, dana murah (CASA), serta margin bunga atau NIM.(Tim)









