Laba Bank Sulutgo Tembus Rp168,07 Miliar, Pendapatan Bunga Naik di Tengah Tekanan DPK dan NPL

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank Sulutgo) mempertahankan pertumbuhan kinerja sepanjang semester I 2026. Perseroan meraih laba bersih Rp168,07 miliar dengan dukungan kenaikan pendapatan bunga bersih, pertumbuhan kredit, serta peningkatan pendapatan berbasis komisi.

Meski begitu, bank masih menghadapi sejumlah tantangan. Dana pihak ketiga (DPK) mengalami penurunan, sedangkan rasio kredit bermasalah (NPL) meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Karena itu, Bank Sulutgo perlu menjaga kualitas aset agar kinerja tetap stabil pada semester II 2026.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan semester I 2026 yang terbit pada Jumat (24/7/2026), sejumlah indikator utama masih menunjukkan tren positif. Namun, beberapa rasio kehati-hatian ikut bergerak naik sehingga menjadi perhatian manajemen pada paruh kedua tahun ini.

Laba Bersih Tetap Positif

Bank Sulutgo mencatat laba bersih tahun berjalan sebesar Rp168,07 miliar hingga akhir Juni 2026.

Selanjutnya, pendapatan bunga bersih mencapai Rp703,10 miliar. Angka tersebut tumbuh 6,30 persen secara tahunan (year on year/YoY) dari Rp661,41 miliar pada semester I 2025.

Selain itu, pendapatan komisi ikut meningkat 4,18 persen menjadi Rp32,25 miliar. Pendapatan operasional lainnya juga naik 10,30 persen hingga menyentuh Rp45,16 miliar.

Di sisi lain, laba operasional turun 3,60 persen dari Rp234,05 miliar menjadi Rp225,63 miliar. Sementara itu, rugi nonoperasional meningkat menjadi Rp10,15 miliar, lebih tinggi dibandingkan Rp4,05 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga :  Bank Mandiri Rombak Komisaris, Ini Susunan Terbaru Hasil RUPST

Kredit Terus Bertambah

Fungsi intermediasi Bank Sulutgo masih berjalan positif sepanjang semester I 2026.

Bank menyalurkan kredit sebesar Rp16,58 triliun atau tumbuh 2,46 persen dibandingkan Rp16,19 triliun pada semester I 2025.

Di samping itu, total aset naik tipis 0,42 persen menjadi Rp22,17 triliun.

Namun, penghimpunan dana masyarakat belum menunjukkan hasil serupa. DPK turun 10,37 persen menjadi Rp15,33 triliun dari Rp17,10 triliun pada Juni 2025.

Meski demikian, dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) tetap mencatat pertumbuhan. Nilainya naik tipis 0,09 persen menjadi Rp4,99 triliun.

Kualitas Kredit Menjadi Tantangan

Selain mencatat pertumbuhan bisnis, Bank Sulutgo juga menghadapi tekanan pada kualitas kredit.

Rasio Non Performing Loan (NPL) gross naik dari 2,74 persen menjadi 3,92 persen. Sementara itu, NPL net meningkat dari 1,62 persen menjadi 2,85 persen.

Kenaikan tersebut menunjukkan perlunya penguatan pengelolaan risiko kredit agar kualitas pembiayaan tetap terjaga.

Permodalan Masih Kuat, Margin Bunga Menguat

Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) turun dari 18,80 persen menjadi 16,18 persen. Meski menurun, angka tersebut masih berada di atas ketentuan minimum regulator.

Di sisi lain, Net Interest Margin (NIM) meningkat dari 6,79 persen menjadi 7,11 persen. Kondisi ini menunjukkan kemampuan bank menjaga margin bunga tetap positif.

Baca Juga :  BRI dan Visa Buka Kartu Eksklusif Baru, Intip Deretan Keuntungan Premium untuk Nasabah Prioritas

Sementara itu, rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) naik dari 81,25 persen menjadi 81,65 persen. Kenaikan tersebut menandakan biaya operasional tumbuh sedikit lebih cepat dibandingkan pendapatan operasional.

Semester II Jadi Penentu Kinerja Tahunan

Secara keseluruhan, Bank Sulutgo masih menjaga pertumbuhan pada sejumlah indikator utama. Pendapatan bunga bersih, kredit, aset, dan dana murah sama-sama menunjukkan tren positif.

Namun, bank perlu meningkatkan penghimpunan DPK sekaligus menekan rasio kredit bermasalah agar profitabilitas tetap terjaga hingga akhir 2026.

FAQ

Berapa laba bersih Bank Sulutgo pada semester I 2026?

Bank Sulutgo meraih laba bersih Rp168,07 miliar hingga Juni 2026.

Berapa total kredit yang disalurkan Bank Sulutgo?

Bank menyalurkan kredit sebesar Rp16,58 triliun, naik 2,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Bagaimana perkembangan pendapatan bunga bersih?

Pendapatan bunga bersih mencapai Rp703,10 miliar atau tumbuh 6,30 persen secara tahunan.

Mengapa NPL Bank Sulutgo meningkat?

Laporan keuangan menunjukkan NPL gross naik menjadi 3,92 persen, sedangkan NPL net meningkat menjadi 2,85 persen. Kondisi tersebut menunjukkan tantangan dalam menjaga kualitas kredit.

Apa indikator yang masih menunjukkan tren positif?

Bank Sulutgo masih mencatat pertumbuhan pada pendapatan bunga bersih, kredit, aset, dana murah (CASA), serta margin bunga atau NIM.(Tim)

Berita Terkait

Bank Nagari dan Padang Eye Center Perkuat Kolaborasi Rp140 Miliar, Mahyeldi Dorong Sinergi Bangun Sumbar
Uang Rusak Jangan Dibuang, BI Buka Penukaran Gratis, Ini Syarat agar Nilainya Diganti Penuh
Mulai 15 Juli 2026, Top Up GoPay via Livin’ by Mandiri Kena Biaya Baru, Simak Tarif dan Cara Transaksinya
Mulai 15 Juli, Nasabah Bank Mandiri Keluar Biaya Tambahan, Tarik Tunai Tanpa Kartu dan Top Up GoPay Berubah
Tak Perlu Antre Lama, Bank Jambi Tambah 3 ATM di Sungai Penuh, Kini Transaksi di RSUD MHAT Semakin Mudah
Bank Ubah Strategi Kredit 2026, Dana Kini Mengalir ke Sektor Produktif dengan Risiko Lebih Rendah
Bank Mandiri Kantongi Suntikan Dana SAL, Likuiditas Makin Kuat dan Kredit UMKM Siap Melaju
BRI dan Visa Buka Kartu Eksklusif Baru, Intip Deretan Keuntungan Premium untuk Nasabah Prioritas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:00 WIB

Laba Bank Sulutgo Tembus Rp168,07 Miliar, Pendapatan Bunga Naik di Tengah Tekanan DPK dan NPL

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:00 WIB

Bank Nagari dan Padang Eye Center Perkuat Kolaborasi Rp140 Miliar, Mahyeldi Dorong Sinergi Bangun Sumbar

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:00 WIB

Uang Rusak Jangan Dibuang, BI Buka Penukaran Gratis, Ini Syarat agar Nilainya Diganti Penuh

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:00 WIB

Mulai 15 Juli 2026, Top Up GoPay via Livin’ by Mandiri Kena Biaya Baru, Simak Tarif dan Cara Transaksinya

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:00 WIB

Mulai 15 Juli, Nasabah Bank Mandiri Keluar Biaya Tambahan, Tarik Tunai Tanpa Kartu dan Top Up GoPay Berubah

Berita Terbaru