Pemprov Sumbar Percepat Rehabilitasi ABH Kasus MAN 3 Padang

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mempercepat penanganan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) dalam kasus yang melibatkan siswa MAN 3 Padang.

Selain mengawal proses hukum, pemerintah segera menjalankan program rehabilitasi terpadu agar anak mendapat pendampingan psikologis, melanjutkan pendidikan, dan kembali beradaptasi dengan lingkungan sosial.

Selanjutnya, Pemprov Sumbar mengajak seluruh organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, dan lembaga mitra menyatukan komitmen. Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah ingin mempercepat pemulihan sekaligus memastikan setiap instansi menjalankan tugas sesuai kewenangannya.

Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Penanganan Terpadu Anak yang Berhadapan dengan Hukum yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumbar di Padang, Kamis (16/7/2026). Dalam forum tersebut, seluruh peserta menyepakati rangkaian program rehabilitasi yang mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.

Pemprov Utamakan Perlindungan Anak

Kepala Badan Kesbangpol Sumbar, Mursalim, memimpin rapat yang diikuti Kasatgaswil Densus 88 Anti teror Kombes Pol. Jim Berlian, S.I.K., Kepala Dinas P3AP2KB Sumbar Herlin, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama, Kementerian Agama Kota Padang, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Satpol PP, BAZNAS, serta jajaran Kesbangpol.

Pada kesempatan itu, Mursalim menegaskan pemerintah wajib memberikan perlindungan khusus kepada anak yang berhadapan dengan hukum sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2021 tentang Perlindungan Khusus bagi Anak.

Baca Juga :  Padang Jadi Kota Gastronomi Dunia, PAD Sektor Kuliner Tembus Rp5,6 Miliar

Menurutnya, pemerintah tetap menghormati proses hukum. Namun, pada saat yang sama pemerintah juga harus memulihkan kondisi psikologis anak, memperkuat karakter, menjaga keberlanjutan pendidikan, serta mencegah munculnya stigma di tengah masyarakat.

“Negara harus hadir, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam mencegah lahirnya stigma, trauma berkepanjangan maupun potensi tindakan balas dendam,” tegasnya saat memimpin Rakor.

Densus 88 Pastikan Kasus Bukan Terorisme

Sementara itu, Satgaswil Densus 88 Anti teror Sumbar memaparkan hasil pendalaman kasus tersebut. Tim memastikan perkara itu merupakan tindak pidana umum yang dilakukan oleh anak dan tidak berkaitan dengan jaringan terorisme.

Selain memastikan hal tersebut, tim juga menemukan sejumlah faktor yang memicu peristiwa itu. Faktor-faktor tersebut meliputi tekanan psikologis akibat perundungan (bullying), kondisi sosial ekonomi keluarga, serta paparan konten negatif tentang pembuatan bahan peledak melalui internet dan media sosial.

Oleh karena itu, Kasatgaswil Densus 88 Anti teror, Kombes Pol. Jim Berlian, S.I.K., mengajak seluruh pihak melindungi anak, keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial secara bersamaan. Menurutnya, langkah itu dapat mencegah munculnya stigma sekaligus mempercepat proses pemulihan.

“Apabila penanganan ini berhasil, dapat menjadi contoh model penanganan kasus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) secara nasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Padang Genjot Beasiswa Luar Negeri, Fadly Amran Target 200 Mahasiswa ke Taiwan

Lintas Instansi Perkuat Pendampingan Terpadu

Di sisi lain, seluruh peserta rapat menyatakan kesiapan menjalankan pendampingan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Mereka akan memberikan rehabilitasi psikologis, rehabilitasi sosial, memenuhi hak pendidikan, memperkuat karakter, membina kehidupan keagamaan, menyalurkan bantuan sosial, serta mengedukasi masyarakat agar menghentikan stigma terhadap anak dan keluarganya.

Kemudian, Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Sumbar, Herlin, mengatakan pihaknya telah menyusun jadwal asesmen, pembinaan, dan pendampingan terpadu pada 16–25 Juli 2026 di UPTD BKOM Pelkes Provinsi Sumatera Barat, Gunung Pangilun, Kota Padang.

Pada tahap awal, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) akan melaksanakan asesmen psikologis. Setelah itu, Kementerian Agama memberikan pembinaan keagamaan. Berikutnya, Dinas Pendidikan memperkuat karakter sekaligus memenuhi hak pendidikan anak. Dinas Sosial menilai kondisi sosial anak, BAZNAS mengidentifikasi kondisi ekonomi keluarga, sedangkan Badan Kesbangpol memperkuat wawasan kebangsaan dan melatih pengendalian emosi.

“Jadwal pendampingan tersebut bersifat terpadu dan berkesinambungan serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan proses hukum yang sedang berlangsung,” ungkap Herlin.

Pemprov Targetkan Pemulihan Berjalan Optimal

Lebih lanjut, Herlin menegaskan seluruh instansi akan menjalankan rehabilitasi secara cepat, komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2021.(Tim)

Berita Terkait

Mahyeldi Buka Suara soal Masa Depan Guru Sumbar: Kompetensi Harus Kuat, Profesi Wajib Dilindungi
Belanja Modal Sumbar Nyaris Rp1 Triliun, Perubahan APBD 2026 Buka Jalan Baru untuk Pembangunan
Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser
Kelangkaan Solar di Sumbar, Mahyeldi Bawa Keluhan Warga ke Danantara: Pertamina Segera Dipanggil
Dari Cerita ke Rasa Ingin Tahu, Sri Kartini Alfin Ajak Anak PAUD Cintai Buku
Udara Muaro Jambi Bikin Cemas, Sekolah Pilih Daring 3 Hari untuk Lindungi Siswa
Bukan Sekadar Piala, Kafilah Sumbar Pulang ke BIM Bawa Rekor 3 Kali Juara Umum MTQ Korpri
USR ke-10 Unbrah Masuk Dharmasraya, Leli Arni Punya Target Besar untuk 52 Nagari
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:34 WIB

Mahyeldi Buka Suara soal Masa Depan Guru Sumbar: Kompetensi Harus Kuat, Profesi Wajib Dilindungi

Sabtu, 5 September 2026 - 18:59 WIB

Belanja Modal Sumbar Nyaris Rp1 Triliun, Perubahan APBD 2026 Buka Jalan Baru untuk Pembangunan

Jumat, 4 September 2026 - 14:00 WIB

Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser

Kamis, 3 September 2026 - 13:34 WIB

Dari Cerita ke Rasa Ingin Tahu, Sri Kartini Alfin Ajak Anak PAUD Cintai Buku

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Udara Muaro Jambi Bikin Cemas, Sekolah Pilih Daring 3 Hari untuk Lindungi Siswa

Berita Terbaru