PADANG ARO – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus memperkuat budaya literasi melalui langkah yang terukur. Salah satu fokus utamanya ialah mempercepat akreditasi perpustakaan daerah, perpustakaan nagari, serta perpustakaan sekolah agar kualitas layanan membaca terus meningkat.
Selain meningkatkan mutu pengelolaan, pemerintah juga ingin mendorong lebih banyak masyarakat dan pelajar datang ke perpustakaan. Karena itu, peningkatan akreditasi tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga membangun perpustakaan yang aktif, nyaman, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solok Selatan, Kamis (16/7/2026). Pemerintah mengundang kepala sekolah, pustakawan SD dan SMP, serta pengelola perpustakaan nagari untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Akreditasi Perkuat Kualitas Perpustakaan
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Solok Selatan, Syamsuria, menegaskan bahwa penguatan literasi membutuhkan perpustakaan yang memiliki tata kelola berkualitas. Oleh sebab itu, dinas terus mengajak seluruh pengelola perpustakaan meningkatkan standar layanan melalui akreditasi.
Menurutnya, setiap perpustakaan harus meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat dan siswa. Semakin banyak pengunjung membaca buku, semakin besar pula dampaknya terhadap peningkatan budaya literasi.
“Dalam mendorong literasi masyarakat, membaca buku menjadi salah satu upayanya. Dengan akreditasi perpustaan yang terus membaik, maka menandakan layanan yang diberikan kepada masyarakat telah berdampak, salah satunya peningkatan literasi,” kata Syamsuria.
Selain memperbanyak koleksi buku, pengelola juga perlu menghadirkan layanan yang ramah, inovatif, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Literasi Menjadi Tujuan Utama
Syamsuria menjelaskan bahwa peningkatan literasi menjadi tujuan utama penyelenggaraan layanan perpustakaan. Sementara itu, akreditasi berfungsi mengukur sekaligus menjamin kualitas pengelolaan perpustakaan.
Karena itu, perpustakaan yang menghadirkan layanan inovatif, inklusif, dan berkelanjutan memiliki peluang lebih besar meraih akreditasi yang tinggi.
Di sisi lain, proses akreditasi juga memacu setiap pengelola untuk terus memperbaiki kualitas layanan. Pengelola dapat memperkuat koleksi buku, meningkatkan kompetensi pustakawan, melengkapi administrasi, serta mengembangkan berbagai program literasi bagi masyarakat.
Dengan langkah tersebut, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga berkembang menjadi pusat belajar, ruang berbagi pengetahuan, dan sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Hadirkan Asesor Akreditasi Nasional
Untuk memperkuat pemahaman peserta, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menghadirkan dua narasumber berpengalaman.
Mereka ialah Budiman Muslim, Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok, serta Rahmah Fajria dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lima Puluh Kota yang juga berstatus Asesor Akreditasi Perpustakaan Nasional.
Kedua narasumber membagikan materi mengenai standar nasional perpustakaan, tahapan akreditasi, strategi memenuhi indikator penilaian, hingga cara meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.
Melalui materi tersebut, peserta memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai proses akreditasi sekaligus langkah konkret yang perlu mereka lakukan di masing-masing perpustakaan.
Sekolah dan Nagari Perkuat Sinergi
Kegiatan tersebut melibatkan kepala sekolah, pustakawan SD dan SMP, serta pengelola perpustakaan nagari di seluruh Kabupaten Solok Selatan.
Pemerintah berharap seluruh peserta membangun komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas perpustakaan. Selain itu, pemerintah juga mendorong sekolah, nagari, dan masyarakat memperkuat kolaborasi agar budaya membaca semakin tumbuh.
Dengan sinergi tersebut, perpustakaan di Solok Selatan dapat memenuhi Standar Nasional Perpustakaan sekaligus menghadirkan layanan yang semakin bermanfaat bagi masyarakat.
Ke depan, pemerintah juga berharap setiap perpustakaan mampu melahirkan inovasi baru sehingga masyarakat menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar, pusat informasi, dan tempat mengembangkan berbagai keterampilan.
Harapan Pemerintah Daerah
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan ingin meningkatkan pemahaman, memperkuat komitmen, dan membangun kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam memenuhi standar nasional perpustakaan.
FAQ
Apa tujuan akreditasi perpustakaan di Solok Selatan?
Pemerintah ingin meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sekaligus memperkuat budaya literasi masyarakat melalui layanan yang lebih baik.
Siapa yang mengikuti sosialisasi ini?
Kepala sekolah, pustakawan SD dan SMP, serta pengelola perpustakaan nagari di Kabupaten Solok Selatan.
Siapa narasumber kegiatan tersebut?
Budiman Muslim dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok serta Rahmah Fajria dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lima Puluh Kota yang juga menjadi Asesor Akreditasi Perpustakaan Nasional.
Mengapa akreditasi perpustakaan penting?
Akreditasi membantu perpustakaan meningkatkan mutu layanan, memperkuat tata kelola, mengembangkan inovasi, dan mendorong peningkatan literasi masyarakat.(Tim)









