JAKARTA – Dua dekade setelah meninggalkan Indonesia, Emanuel De Porras masih menyimpan banyak kenangan yang melekat kuat dalam ingatannya. Mantan penyerang asal Argentina itu tidak hanya mengingat gol dan pertandingan besar, tetapi juga hubungan hangat yang terjalin antara pemain dan suporter.
Bagi De Porras, Indonesia menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan negara lain. Setiap pertandingan menghadirkan atmosfer luar biasa, sementara para suporter selalu menunjukkan dukungan tanpa henti.
Karena itu, ketika mengenang perjalanan kariernya di Tanah Air, ia langsung mengingat satu pertandingan yang menurutnya menjadi momen paling emosional sekaligus paling berkesan.
Awal Perjalanan Bersama Persija Jakarta
De Porras mulai mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia saat bergabung dengan Persija Jakarta pada musim 2004.
Sejak awal kompetisi, ia menunjukkan ketajamannya di lini depan. Berkat kontribusinya, Persija mampu bersaing dengan sejumlah klub kuat pada musim tersebut.
Selain itu, De Porras sukses mencetak 16 gol sepanjang musim. Catatan itu membuat namanya cepat populer di kalangan pendukung Macan Kemayoran.
Meski Persija gagal meraih gelar juara, para suporter tetap memberikan apresiasi tinggi atas penampilannya. Bahkan, banyak pendukung menjadikannya sebagai salah satu pemain favorit klub pada masa itu.
Karier Meningkat Bersama PSIS Semarang
Setelah menjalani satu musim di Jakarta, De Porras memilih melanjutkan karier bersama PSIS Semarang.
Keputusan tersebut membuka peluang baru dalam perjalanan profesionalnya. Bersama Laskar Mahesa Jenar, ia tampil lebih konsisten dan semakin berpengaruh di lini serang.
Pada musim 2005, De Porras membantu PSIS mengakhiri kompetisi di posisi ketiga Divisi Utama Liga Indonesia. Saat itu, PSIS mengalahkan PSMS Medan dengan skor 2-1 dalam perebutan tempat ketiga.
Kemudian, pada musim berikutnya, ia kembali membawa PSIS melangkah lebih jauh. Tim asal Semarang tersebut berhasil menembus partai final Divisi Utama Liga Indonesia 2006.
Namun, PSIS belum mampu menyempurnakan perjalanan mereka. Persik Kediri menghentikan langkah PSIS melalui kemenangan 1-0 di laga final.
Duel Melawan Persija Jadi Kenangan Terbaik
Di antara banyak pertandingan yang pernah ia jalani, De Porras menempatkan laga antara PSIS Semarang dan Persija Jakarta pada babak delapan besar musim 2005 sebagai pertandingan paling spesial.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno itu menghadirkan suasana berbeda bagi dirinya. Sebab, ia harus berhadapan dengan klub yang pernah ia bela dan dukungannya masih ia kenang hingga sekarang.
Karena alasan tersebut, laga itu meninggalkan kesan yang sangat mendalam.
“Ya, di tahun 2005 waktu saya bermain di babak 8 besar melawan Persija di SUGBK Senayan. Ya, itu, pertandingan yang paling besar karena saya main di dua tim yang pernah saya bela ketika main di Indonesia,” kata De Porras.
Selain menghadirkan emosi tersendiri, pertandingan tersebut juga menyuguhkan atmosfer yang menurutnya sangat luar biasa.
“Atmosfernya saat itu sangat bagus. Saya menghadapi tim saya sebelumnya. Saya senang memainkan pertandingan itu,” ungkapnya.
Fanatisme Suporter Indonesia Buat Kagum
Tidak hanya pertandingan besar yang membekas dalam ingatannya. De Porras juga menaruh kekaguman besar terhadap suporter Indonesia.
Menurutnya, kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola terlihat jelas di setiap pertandingan. Para pendukung selalu memenuhi stadion dan memberikan energi positif kepada pemain.
Lebih jauh lagi, ia melihat hubungan antara pemain dan suporter di Indonesia berlangsung sangat dekat.
“Semua pemain tahu di Indonesia fanatik dengan sepak bola. Untuk pemain Argentina, saya bicara dari Argentina karena saya dari sana, sangat menyukai itu. Penonton selalu memenuhi lapangan, meneriakkan nama pemain, meminta foto dan tanda tangan,” tutur De Porras.
Ia menilai antusiasme seperti itu menjadi nilai tambah yang sulit ditemukan di banyak negara lain.
Karena itu, banyak pemain Argentina tertarik menjajal kompetisi sepak bola Indonesia.
“Untuk pemain Argentina itu jadi sebuah kebanggaan dan jadi daya tarik mau main di sini,” ujarnya.
Indonesia Tinggalkan Kesan Mendalam
Meski belum berhasil mengangkat trofi juara selama berkarier di Indonesia, De Porras tetap menempatkan periode tersebut sebagai salah satu fase terbaik dalam hidupnya.
Ia menikmati atmosfer pertandingan, merasakan dukungan luar biasa dari suporter, dan menjalani persaingan yang kompetitif bersama klub-klub besar Indonesia.
Hingga kini, kenangan tersebut masih melekat kuat. Bahkan, laga melawan Persija pada tahun 2005 tetap menjadi momen yang paling sering ia ingat ketika berbicara tentang Indonesia.
FAQ
Siapa Emanuel De Porras?
Emanuel De Porras merupakan mantan pesepak bola asal Argentina yang memperkuat Persija Jakarta dan PSIS Semarang pada periode 2004 hingga 2006.
Berapa gol yang dicetak De Porras bersama Persija?
De Porras mencetak 16 gol selama membela Persija Jakarta pada musim 2004.
Pertandingan apa yang paling berkesan bagi De Porras?
Ia menyebut laga PSIS Semarang melawan Persija Jakarta pada babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia 2005 sebagai pertandingan paling berkesan.
Mengapa laga tersebut terasa spesial?
Karena De Porras pernah membela kedua klub tersebut sehingga pertandingan itu menghadirkan pengalaman emosional baginya.
Apa yang paling dikagumi De Porras dari Indonesia?
Ia sangat mengagumi fanatisme suporter Indonesia serta kedekatan mereka dengan para pemain sepak bola.(Tim)









