MBG Libur Sekolah Bukan Berhenti, AMMSI Ungkap Masalah Dapur yang Perlu Dievaluasi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat perhatian setelah Badan Gizi Nasional (BGN) mengatur penyesuaian layanan selama libur sekolah. Asosiasi Mitra Makan Bergizi Gratis Seluruh Indonesia (AMMSI) mendukung langkah tersebut karena menilai kebijakan itu dapat membantu pemerintah menjaga efektivitas program dan mengelola anggaran secara lebih tepat.

Menurut AMMSI, penghentian sementara layanan MBG selama masa libur sekolah bukan berarti pemerintah menghentikan program tersebut. Sebaliknya, langkah ini memberi kesempatan bagi pengelola untuk menyesuaikan kebutuhan penerima manfaat serta memastikan setiap fasilitas berjalan sesuai aturan.

Ketua Umum AMMSI Rizky Herdianto menyebut penyesuaian operasional menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan MBG. Ia mengatakan pemerintah perlu memastikan seluruh dapur penyedia makanan mengikuti mekanisme resmi agar program tetap berjalan sesuai tujuan.

BGN Atur Jadwal Operasional MBG Selama Libur Sekolah

BGN mengeluarkan Surat Edaran Kepala BGN Nomor 12 Tahun 2026 yang mengatur penyesuaian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama periode libur sekolah dalam pelaksanaan MBG Tahun Anggaran 2026.

Melalui aturan tersebut, pemerintah menyesuaikan distribusi makanan dengan kondisi sekolah yang memasuki masa libur. Dengan begitu, pengelola dapat menghindari layanan yang tidak sesuai kebutuhan penerima manfaat.

Selain itu, penyesuaian jadwal juga memberi ruang bagi pemerintah untuk mengevaluasi pelaksanaan MBG di berbagai daerah. Pemerintah dapat melihat kembali jumlah fasilitas, pola distribusi, serta kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Tekanan APBD Berat, 39 Pemda Gagal Bayar Gaji PPPK, Pemerintah Siapkan Skema TKD

AMMSI Dorong Evaluasi Dapur MBG di Berbagai Daerah

AMMSI menilai keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada jumlah dapur yang tersedia. Namun, kualitas layanan, ketepatan sasaran, dan pengawasan juga menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan program.

Rizky meminta pemerintah memperhatikan keberadaan SPPG yang berjalan tanpa mengikuti prosedur resmi. Menurutnya, pemerintah perlu mengambil langkah tegas agar tidak muncul masalah dalam pengelolaan anggaran.

“Kami menolak dengan keras apabila dapur-dapur baru yang bermunculan di luar mekanisme resmi, terutama dapur-dapur yang didaftarkan dari proses jual beli titik yang melanggar hukum, padahal portal pendaftaran resmi sudah lama ditutup, tetap dipaksakan beroperasi sehingga terjadi surplus dapur yang mengakibatkan pemborosan keuangan negara,” kata Rizky.

Ia menjelaskan kondisi tersebut dapat mengganggu keseimbangan program. Sebab, jumlah dapur yang terlalu banyak pada satu wilayah dapat meningkatkan biaya tanpa memberi manfaat tambahan bagi penerima.

Pengawasan Menjadi Kunci Efisiensi Anggaran MBG

Di sisi lain, AMMSI menegaskan pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara efisiensi dan pengawasan. Pengurangan biaya saja tidak cukup jika pengelola tidak memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.

Karena itu, AMMSI mendorong BGN bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap wilayah yang memiliki jumlah SPPG melebihi kebutuhan.

Baca Juga :  AHY: Tata Ruang Jadi Panglima Pembagunan Inklusif dan Berkelanjutan

Menurut Rizky, langkah tersebut dapat membantu pemerintah menjaga penggunaan dana publik agar tetap tepat sasaran.

“Efisiensi anggaran harus berjalan beriringan dengan pengawasan yang kuat. Tidak boleh ada ruang bagi praktik-praktik ilegal, termasuk keberadaan dapur yang beroperasi di luar mekanisme resmi,” ujarnya.

AMMSI Pastikan Dukungan untuk Perbaikan MBG

Sebagai organisasi yang menaungi mitra pelaksana MBG, AMMSI menyatakan komitmennya untuk ikut menjaga pelaksanaan program.

AMMSI berharap pemerintah terus memperbaiki sistem pengelolaan MBG melalui transparansi, evaluasi rutin, dan pengawasan yang konsisten.

Dengan langkah tersebut, program MBG dapat tetap fokus memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.

FAQ

1. Apakah MBG berhenti selama libur sekolah?

Tidak. Pemerintah hanya menyesuaikan operasional layanan agar sesuai dengan kondisi sekolah yang sedang libur.

2. Mengapa BGN menyesuaikan operasional MBG?

BGN menyesuaikan layanan agar distribusi makanan berjalan lebih efektif dan sesuai kebutuhan penerima manfaat.

3. Apa alasan AMMSI mendukung kebijakan ini?

AMMSI menilai kebijakan tersebut membantu pemerintah memperbaiki tata kelola dan menjaga efisiensi anggaran.

4. Apa yang menjadi perhatian AMMSI terkait dapur MBG?

AMMSI meminta pemerintah mengawasi dapur agar seluruh fasilitas mengikuti mekanisme resmi.

5. Apa tujuan evaluasi SPPG?

Evaluasi bertujuan memastikan jumlah dapur sesuai kebutuhan sehingga program berjalan efektif tanpa pemborosan anggaran.(Tim)

Berita Terkait

Dari Engineer hingga Direksi PLN, Kisah Daniel Karmel Fernando Mengawal Masa Depan Listrik Indonesia
Kabar Baik Guru PAI Non-ASN, Insentif Tahap II Cair untuk 3.102 Penerima
Aliran Dana Titik SPPG MBG Terungkap, Glory Harimas Disebut Setor Uang Berulang ke Dadan
Ketika Mahasiswa Menyerang Mahasiswa, Demokrasi Kehilangan Penjaga Terdepannya
CPNS 2026 Jadi Perbincangan, BKN Ungkap Kepastian Resmi Pendaftarannya
Kuota Internet Terancam Tak Bisa Lagi Hangus, BPKN Dorong Aturan Baru yang Untungkan Pelanggan
Era Baru Sistem Digital Bansos Berbasis AI Dimulai, Warga Bakal Rasakan Perubahan Besar 2026
KPK Pilih Mundur Sejenak dari Kasus MBG, Kejagung Lanjutkan Bongkar Dugaan Korupsi BGN
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:00 WIB

MBG Libur Sekolah Bukan Berhenti, AMMSI Ungkap Masalah Dapur yang Perlu Dievaluasi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:00 WIB

Dari Engineer hingga Direksi PLN, Kisah Daniel Karmel Fernando Mengawal Masa Depan Listrik Indonesia

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:00 WIB

Kabar Baik Guru PAI Non-ASN, Insentif Tahap II Cair untuk 3.102 Penerima

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:00 WIB

Aliran Dana Titik SPPG MBG Terungkap, Glory Harimas Disebut Setor Uang Berulang ke Dadan

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:00 WIB

Ketika Mahasiswa Menyerang Mahasiswa, Demokrasi Kehilangan Penjaga Terdepannya

Berita Terbaru