JAKARTA – Persaingan mobil elektrifikasi di Indonesia semakin ramai setelah sejumlah pabrikan asal Tiongkok mulai memperluas strategi mereka. Jika sebelumnya kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) menjadi fokus utama, kini teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) mulai mencuri perhatian konsumen.
Perubahan tren tersebut membuat sejumlah merek otomotif mulai mengubah arah permainan. DFSK menjadi salah satu pabrikan yang ikut mengambil peluang dengan menghadirkan E5 Plus, sebuah SUV PHEV yang menyasar segmen keluarga dan bersiap berhadapan dengan model seperti BYD M6 DM serta beberapa rival lainnya.
Langkah DFSK ini menunjukkan bahwa pasar kendaraan ramah lingkungan di Indonesia mulai memasuki fase baru. Konsumen tidak lagi hanya mencari kendaraan listrik penuh, tetapi juga mulai mempertimbangkan mobil dengan kombinasi mesin bensin dan motor listrik yang menawarkan fleksibilitas perjalanan lebih jauh.
Konsumen Indonesia Mulai Terbuka dengan Teknologi Elektrifikasi
DFSK melihat perubahan perilaku konsumen dalam beberapa tahun terakhir sebagai alasan utama untuk masuk ke segmen PHEV. Alexander Barus selaku CEO PT Sokonindo Automobile menjelaskan bahwa pemahaman masyarakat terhadap teknologi elektrifikasi terus berkembang.
“Kami amati dalam empat tahun terakhir, kira-kira di 2021-2022 itu orang masih berpikir dan bertanya-tanya tentang EV. Di 2023 sudah mulai mengerti, 2024 orang membeli dan 2025 tidak ada lagi keraguan,” kata Alexander Barus, di Jakarta, Senin (15/6).
Menurutnya, perkembangan tersebut membuat DFSK lebih percaya diri menghadirkan model elektrifikasi dengan teknologi yang berbeda. PHEV menjadi pilihan karena mampu memberikan pengalaman berkendara listrik sekaligus tetap menghadirkan mesin konvensional untuk perjalanan jauh.
E5 Plus Jadi Senjata Baru DFSK di Segmen SUV
DFSK E5 Plus hadir sebagai SUV keluarga dengan konsep yang menggabungkan efisiensi dan kenyamanan. Model ini sebelumnya sudah dijual di pasar Tiongkok dengan nama Seres E5 Plus.
SUV tersebut memiliki ukuran panjang 4.760 mm, lebar 1.865 mm, tinggi 1.710 mm, serta jarak sumbu roda 2.785 mm. Dimensi tersebut membuat E5 Plus menawarkan kabin luas untuk kebutuhan keluarga.
DFSK membekali mobil ini dengan mesin bensin 1.500 cc naturally aspirated yang bekerja bersama motor listrik bertenaga 174 hp. Kombinasi itu membuat E5 Plus mampu menawarkan performa sekaligus konsumsi energi yang lebih efisien.
Alexander menyebut DFSK E5 Plus memiliki beberapa keunggulan yang menjadi daya tarik utama bagi konsumen Indonesia.
“Jadi bisa lebih dari 1.300 kilometer tanpa isi tangki. Keunggulan berikutnya, fiturnya banyak ya. Bukan hanya mobil pribadi tetapi juga mobil keluarga,” tambahnya.
Strategi DFSK Menghadapi Persaingan PHEV
Masuknya DFSK ke segmen PHEV membuat persaingan kendaraan elektrifikasi semakin menarik. Sebelumnya beberapa merek asal Tiongkok sudah lebih dulu memperkenalkan teknologi serupa melalui berbagai model SUV.
DFSK melihat persaingan tersebut sebagai peluang untuk membuktikan kemampuan produknya. Perusahaan tidak hanya mengandalkan teknologi elektrifikasi, tetapi juga menghadirkan fitur serta konsep kendaraan keluarga.
“Makanya kenapa kita hadirkan PHEV dulu. Dan kita lihat siapa-siapa saja yang main di PHEV tadi, kita bandingkan fitur-fiturnya,” tutupnya.
Dengan strategi tersebut, DFSK berharap E5 Plus dapat menjadi pilihan baru bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa meninggalkan kenyamanan perjalanan jarak jauh.
Spesifikasi dan Kemampuan DFSK E5 Plus
Berdasarkan spesifikasi yang tersedia di pasar Tiongkok, DFSK E5 Plus mampu menempuh perjalanan menggunakan tenaga listrik hingga sekitar 100 kilometer tanpa menggunakan bensin.
Sementara itu, total jarak tempuh kendaraan dapat mencapai sekitar 1.150 kilometer dengan kombinasi tenaga listrik dan bahan bakar.
Walaupun kapasitas baterai belum diumumkan untuk versi Indonesia, teknologi PHEV pada E5 Plus menawarkan solusi bagi pengguna yang membutuhkan mobil hemat energi sekaligus praktis digunakan sehari-hari.
FAQ
1. Apa teknologi yang digunakan DFSK E5 Plus?
DFSK E5 Plus menggunakan teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), yaitu kombinasi mesin bensin dan motor listrik.
2. Siapa pesaing DFSK E5 Plus?
DFSK E5 Plus akan bersaing dengan sejumlah SUV PHEV lain di Indonesia, termasuk model elektrifikasi dari merek Tiongkok.
3. Berapa jarak tempuh DFSK E5 Plus?
Model ini diklaim mampu menempuh jarak hingga lebih dari 1.000 kilometer dengan kombinasi tenaga listrik dan bensin.
4. Mengapa DFSK memilih PHEV dibanding langsung fokus ke mobil listrik penuh?
DFSK menilai konsumen Indonesia mulai memahami elektrifikasi, tetapi masih membutuhkan kendaraan yang fleksibel untuk perjalanan panjang.(Tim)









