Harga TBS Provinsi Melebar, Sumbar Teratas, Jambi Papan Tengah, Banten Terendah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Persaingan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit antar provinsi kembali memperlihatkan disparitas yang cukup lebar pada periode 25–31 Mei 2026. Sumatera Barat (Sumbar) tampil paling kuat dengan harga pembelian tertinggi, sementara Banten tertahan di posisi terbawah. Di tengah dinamika tersebut, Jambi berhasil mencatat posisi di papan tengah dan masih menunjukkan daya saing di tingkat nasional.

Data ranking harga TBS ini mengacu pada pemantauan 22 provinsi sentra sawit di Indonesia yang dihimpun dari akun resmi Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) berdasarkan penetapan Dinas Perkebunan masing-masing daerah untuk skema harga Mitra Plasma.

Sumatera Barat Dominasi Harga TBS Nasional

Sumatera Barat memimpin klasemen harga TBS nasional dengan capaian Rp4.005 per kilogram untuk umur tanaman 9–20 tahun. Angka ini menempatkan Sumbar sebagai provinsi paling menguntungkan bagi petani sawit pada periode tersebut.

Di posisi kedua, Riau mengikuti ketat dengan harga Rp3.932 per kilogram. Selisih tipis ini menunjukkan kompetisi kuat di kawasan Sumatera sebagai pusat produksi sawit nasional.

Sementara itu, Sumatera Selatan mengamankan posisi ketiga dengan Rp3.882 per kilogram, disusul Bangka Belitung di peringkat keempat dengan Rp3.802 per kilogram. Kalimantan Selatan melengkapi lima besar dengan harga Rp3.781 per kilogram.

Jambi Tahan Posisi Papan Tengah

Jambi menempati posisi ke-17 secara nasional dengan harga Rp3.303 per kilogram. Meski tidak masuk kelompok atas, Jambi tetap menjaga stabilitas harga di tengah fluktuasi pasar regional.

Baca Juga :  OJK Siapkan Pintar Reksadana, Dorong Anak Muda Investasi Disiplin Lewat Autodebet

Jika dibandingkan provinsi tetangga seperti Riau dan Sumatera Selatan, Jambi masih tertinggal cukup jauh. Namun, posisi ini menunjukkan bahwa pasar TBS di Jambi tetap bergerak aktif dan tidak mengalami tekanan ekstrem seperti provinsi di wilayah timur Indonesia.

Petani sawit di Jambi kini menghadapi tantangan menjaga produktivitas kebun agar tetap kompetitif. Kenaikan biaya produksi dan fluktuasi harga global membuat posisi Jambi di papan tengah menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah dan pelaku industri.

Papan Tengah hingga Zona Terendah

Kelompok harga menengah diisi oleh sejumlah provinsi seperti:

Kalimantan Tengah: Rp3.749/kg

Kalimantan Timur: Rp3.617/kg

Sulawesi Tengah: Rp3.500/kg

Lampung: Rp3.395/kg

Sumatera Utara: Rp3.252/kg

Sementara itu, lima provinsi dengan harga terendah meliputi:

Papua Barat: Rp3.228/kg

Sulawesi Tenggara: Rp3.182/kg

Gorontalo: Rp3.145/kg

Sulawesi Selatan: Rp2.854/kg

Banten: Rp2.400/kg

Disparitas Harga Jadi Sorotan

Perbedaan harga antara Sumatera Barat dan Banten mencapai lebih dari Rp1.600 per kilogram. Selisih ini menunjukkan ketimpangan rantai pasok, kualitas TBS, serta efisiensi tata niaga di masing-masing daerah.

APKASINDO mencatat bahwa harga Mitra Plasma sangat dipengaruhi kebijakan lokal, kualitas buah, serta daya tawar petani terhadap pabrik kelapa sawit (PKS). Kondisi ini membuat setiap provinsi memiliki dinamika harga yang berbeda meskipun berada dalam pasar komoditas yang sama.

Baca Juga :  Kemensos Siapkan Penebalan Bansos di Tengah Isu Kenaikan BBM

Dampak bagi Petani dan Industri

Fluktuasi harga TBS langsung mempengaruhi pendapatan petani sawit. Di daerah dengan harga tinggi seperti Sumatera Barat, petani menikmati ruang keuntungan lebih besar. Sebaliknya, provinsi dengan harga rendah harus mengandalkan efisiensi produksi untuk menjaga margin usaha.

Di Jambi, posisi menengah memberi ruang stabil namun juga menuntut peningkatan kualitas hasil panen agar tidak tertinggal lebih jauh dari provinsi kompetitor.

Data periode 25–31 Mei 2026 ini menegaskan bahwa pasar TBS nasional masih sangat dinamis. Sumatera Barat terus menguat di puncak, sementara Jambi perlu memperkuat daya saing agar mampu naik dari papan tengah ke posisi yang lebih strategis dalam periode berikutnya.

FAQ

1. Provinsi mana yang memiliki harga TBS tertinggi?

Sumatera Barat memimpin dengan Rp4.005 per kilogram.

2. Berapa posisi Jambi dalam ranking nasional?

Jambi berada di peringkat ke-17 dari 22 provinsi.

3. Provinsi mana yang paling rendah harga TBS-nya?

Banten mencatat harga terendah sebesar Rp2.400 per kilogram.

4. Apa faktor utama perbedaan harga TBS antar provinsi?

Kualitas buah, kebijakan daerah, dan efisiensi pabrik kelapa sawit menjadi faktor utama.(Tim)

Berita Terkait

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Industri Alas Kaki Indonesia Melaju 11,3 Persen, Ekspansi Besar Menanti di Semester II 2026
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan

Berita Terbaru