GPU China Bikin Nvidia Mulai Gelisah, Lisuan Tech Sold Out 30.000 Unit Meski Performa Masih Setara RTX 3060

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pasar kartu grafis global mulai memasuki babak baru. Bukan Nvidia atau AMD yang mencuri perhatian pekan ini, melainkan perusahaan muda asal China bernama Lisuan Tech. Startup teknologi tersebut sukses menjual 30.000 unit GPU gaming LX 7G100 hanya dalam waktu 48 jam sejak pembukaan pre-order.

Lonjakan penjualan itu mengejutkan banyak pengamat industri. Pasalnya, berbagai hasil benchmark independen menunjukkan performa GPU tersebut belum mampu menyaingi lini terbaru Nvidia. Bahkan, kemampuannya masih berada di level GeForce RTX 3060, kartu grafis generasi lama yang sudah lebih dulu beredar di pasar.

Namun kondisi itu ternyata tidak menghalangi antusiasme konsumen China. Ribuan gamer dan penggemar teknologi tetap memburu GPU lokal tersebut sebagai simbol kebangkitan industri semikonduktor domestik.

Lisuan Tech memasarkan LX 7G100 dengan harga 485 dollar AS atau sekitar Rp 8,5 juta. Dalam dua hari pertama penjualan, perusahaan langsung mengantongi pendapatan kotor lebih dari 14,5 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 250 miliar.

Nasionalisme Teknologi Jadi Senjata Utama

Kesuksesan Lisuan Tech tidak hanya lahir dari spesifikasi produk. Perusahaan tersebut memanfaatkan sentimen dukungan terhadap teknologi lokal yang kini berkembang pesat di China.

Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat China semakin aktif mendukung produk buatan dalam negeri, terutama setelah berbagai pembatasan teknologi dari Amerika Serikat terhadap perusahaan-perusahaan China.

Momentum itu membuat banyak konsumen rela membeli produk lokal meski performanya belum sepenuhnya unggul dibanding kompetitor global.

Fenomena serupa sebelumnya juga muncul pada industri smartphone, kendaraan listrik, hingga kecerdasan buatan. Kini tren itu merambah pasar GPU gaming yang selama puluhan tahun dikuasai Nvidia dan AMD.

Strategi “Founders Edition” Bikin Hype Meningkat

Lisuan Tech juga memainkan strategi pemasaran agresif untuk membangun eksklusivitas produk. Perusahaan meluncurkan versi khusus “Founders Edition” dengan jumlah sangat terbatas, hanya 1.000 unit.

Baca Juga :  Honor Pad 20 Rilis, Tablet Tipis dengan Layar Mirip Kertas

Setiap kartu grafis mendapat nomor seri unik dan tanda tangan langsung dari co-founder sekaligus co-CEO Lisuan Tech, Xuan Yifang.

Strategi tersebut berhasil memancing efek FOMO di kalangan kolektor hardware dan gamer antusias. Stok edisi khusus langsung habis dalam waktu singkat.

Melihat tingginya permintaan, Lisuan Tech segera menyiapkan gelombang distribusi berikutnya yang dijadwalkan mulai dikirim pada 18 Juni 2026.

Benchmark Belum Sesuai Ekspektasi

Di balik ledakan penjualan itu, performa LX 7G100 justru memicu perdebatan di komunitas teknologi.

Dalam materi promosinya, Lisuan Tech beberapa kali menyandingkan GPU tersebut dengan Nvidia GeForce RTX 4060. Namun pengujian independen menunjukkan hasil berbeda.

Sejumlah benchmark memperlihatkan LX 7G100 hanya mampu menyamai performa RTX 3060 pada berbagai game AAA modern.

Artinya, GPU tersebut tertinggal satu generasi dari target pemasaran awal dan terpaut cukup jauh dari RTX 5060 maupun RTX 5060 Ti yang kini mulai mendominasi pasar gaming menengah.

Selain itu, LX 7G100 juga belum menghadirkan dukungan ray tracing yang kompetitif. Lisuan Tech baru berencana membawa fitur tersebut secara penuh pada generasi GPU berikutnya.

Harga Dinilai Terlalu Tinggi

Harga jual menjadi kritik lain yang cukup ramai muncul di komunitas gamer.

Dengan banderol 485 dollar AS, banyak analis menilai GPU buatan Lisuan Tech terlalu mahal untuk performa yang ditawarkan. Harga tersebut bahkan mendekati Nvidia GeForce RTX 5060 Ti yang menawarkan efisiensi, fitur AI, dan performa gaming jauh lebih kuat.

Meski begitu, sebagian pembeli menganggap nilai utama produk ini bukan sekadar frame rate, melainkan dukungan terhadap ekosistem teknologi lokal China.

Bagi sebagian konsumen, membeli LX 7G100 menjadi bentuk dukungan terhadap industri chip domestik yang tengah berusaha lepas dari dominasi perusahaan Amerika.

Baca Juga :  Rusia Kembangkan Max, Tiru WeChat dan Douyin

Cetak Sejarah Baru untuk GPU China

Terlepas dari kontroversi performa, LX 7G100 tetap mencatat pencapaian penting.

GPU ini menjadi kartu grafis konsumen pertama asal China yang berhasil memperoleh sertifikasi driver Microsoft WHQL. Sertifikasi tersebut memastikan kompatibilitas dan stabilitas perangkat saat menjalankan sistem operasi Windows serta game modern.

Pencapaian itu memberi sinyal bahwa industri GPU China mulai bergerak menuju level yang lebih serius.

Selama bertahun-tahun, banyak produsen lokal kesulitan menghadirkan driver stabil untuk kebutuhan gaming. Lisuan Tech kini berhasil menembus hambatan tersebut dan mulai menarik perhatian pasar global.

Persaingan GPU Diprediksi Semakin Panas

Kemunculan Lisuan Tech menambah tekanan baru bagi Nvidia dan AMD, terutama di pasar China yang selama ini menjadi salah satu sumber penjualan terbesar industri GPU dunia.

Jika perusahaan-perusahaan lokal China terus berkembang, dominasi pemain lama bisa mulai tergerus dalam beberapa tahun mendatang.

Walau performa generasi pertama LX 7G100 belum sepenuhnya memuaskan, penjualan fantastis produk tersebut menunjukkan satu hal penting: konsumen China kini siap mendukung teknologi dalam negeri secara besar-besaran.

FAQ

Apa itu Lisuan Tech?

Lisuan Tech merupakan startup teknologi asal China yang fokus mengembangkan GPU gaming dan chip grafis lokal.

Berapa harga GPU LX 7G100?

Lisuan Tech menjual GPU LX 7G100 dengan harga sekitar 485 dollar AS atau setara Rp 8,5 juta.

Apakah performa LX 7G100 setara RTX 4060?

Tidak. Hasil benchmark independen menunjukkan performanya lebih dekat ke Nvidia GeForce RTX 3060.

Mengapa GPU ini tetap laris?

Banyak konsumen China ingin mendukung produk teknologi lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pada perusahaan Amerika.

Apakah LX 7G100 sudah mendukung ray tracing?

GPU ini belum menawarkan kemampuan ray tracing kompetitif seperti GPU Nvidia terbaru.

Penulis : Andini

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh
Bikin Konten Kini Lebih Hemat! Telkomsel Luncurkan Paket CapCut Premium Rp68 Ribu, Bonus Kuota Internet
BRIN Sulap Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Antibakteri, Siap Tantang Dominasi Plastik
Lelang Frekuensi Rampung, Komdigi Resmi Tetapkan Pemenang 700 MHz dan 2,6 GHz
Bug AI Discord Bikin Ribuan Akun Terblokir, Gambar Minecraft hingga Papan Catur Ikut Jadi Korban
Tecno Pova 8 5G Mulai Buka Preorder, Bonus Rp21 Juta dan Baterai 8.000 mAh Jadi Daya Tarik
Orang Tua Wajib Tahu, Komdigi Ubah Cara Registrasi Nomor HP Anak, Kini Harus Lewat Verifikasi Wajah
Nomor HP Bisa Hilang dari Pencarian GetContact, Begini Cara Mengaktifkan Fitur Privasinya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:00 WIB

Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:00 WIB

Bikin Konten Kini Lebih Hemat! Telkomsel Luncurkan Paket CapCut Premium Rp68 Ribu, Bonus Kuota Internet

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:00 WIB

BRIN Sulap Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Antibakteri, Siap Tantang Dominasi Plastik

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:00 WIB

Lelang Frekuensi Rampung, Komdigi Resmi Tetapkan Pemenang 700 MHz dan 2,6 GHz

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:00 WIB

Bug AI Discord Bikin Ribuan Akun Terblokir, Gambar Minecraft hingga Papan Catur Ikut Jadi Korban

Berita Terbaru