PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meluruskan kabar yang ramai di media sosial terkait kunjungan kerja Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana ke Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Padang, pada 29 April 2026. Isu yang beredar menyebut Menteri Pariwisata memakai sepatu di dalam area masjid, namun Pemprov Sumbar menegaskan kabar itu tidak benar.
Klarifikasi Resmi Pemprov Sumbar
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Sumbar, Nolly Eka Mardianto, menyampaikan klarifikasi langsung dari hasil pendampingan selama kunjungan kerja tersebut. Ia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sesuai etika dan aturan yang berlaku di lingkungan masjid.
“Saya mendampingi langsung seluruh kegiatan Ibu Menteri di Sumbar, termasuk saat berada di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Saya tegaskan, beliau tidak memakai sepatu di dalam masjid. Beliau hanya menggunakan kaos kaki,” kata Nolly di Padang, Sabtu (2/5/2026).
Video Viral Timbulkan Salah Persepsi
Nolly menjelaskan potongan video yang beredar luas di media sosial memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Video tersebut menampilkan Menteri Pariwisata berjalan di atas karpet masjid, namun sebagian warganet mengira ia masih mengenakan sepatu.
Ia menegaskan bahwa bentuk kaos kaki yang digunakan terlihat menyerupai alas kaki tertentu jika dilihat secara sekilas dari potongan video yang tidak utuh.
“Video itu menampilkan sudut pandang terbatas. Banyak orang langsung menyimpulkan tanpa melihat konteks utuh. Faktanya, beliau sudah melepas sepatu sebelum masuk area masjid,” ujarnya.
Kunjungan Berjalan Sesuai Adab dan Etika
Nolly juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian kunjungan Menteri Pariwisata di Sumbar berjalan dengan penuh penghormatan terhadap nilai budaya dan adat Minangkabau. Ia menyebut rombongan mengikuti tata krama yang berlaku saat memasuki rumah ibadah.
Ia menambahkan, pihak kementerian dan rombongan menunjukkan sikap hormat selama kegiatan berlangsung di masjid. Ia memastikan tidak ada pelanggaran etika dalam kunjungan tersebut.
“Ibu Menteri dan seluruh rombongan menjalankan kegiatan dengan sangat tertib. Mereka menghormati aturan dan adat setempat selama berada di area masjid,” kata Nolly.
Pemprov Sumbar Soroti Penyebaran Hoaks
Nolly menyayangkan penyebaran informasi yang tidak terverifikasi di media sosial. Ia menilai konten yang tidak utuh dapat memicu kesalahpahaman dan menimbulkan opini negatif di masyarakat.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyebarkan informasi sebelum melakukan verifikasi. Menurutnya, kebiasaan menyebarkan kabar tanpa pengecekan dapat merugikan banyak pihak.
“Setiap orang perlu memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya. Jangan sampai potongan video atau narasi yang tidak lengkap memicu kesalahpahaman luas,” ujarnya.
Imbauan untuk Bijak Bermedia Sosial
Pemprov Sumbar mengajak masyarakat menjaga ruang digital tetap sehat dengan menyebarkan informasi yang akurat. Nolly meminta publik mengutamakan fakta dan menghindari asumsi yang belum jelas kebenarannya.
“Mari kita jaga ruang publik dari informasi yang menyesatkan. Verifikasi dulu sebelum membagikan, agar tidak menimbulkan kegaduhan,” tutupnya.
Dengan klarifikasi ini, Pemprov Sumbar berharap masyarakat memahami konteks sebenarnya dari kunjungan Menteri Pariwisata dan tidak lagi mempercayai informasi yang telah beredar secara keliru di media sosial.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









