Grab Buka Suara soal Potongan Ojol 8%, Driver Bisa Kantongi 92% Tarif

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Grab Indonesia akhirnya angkat bicara setelah Prabowo Subianto menginstruksikan pemangkasan potongan aplikator menjadi hanya 8%. Kebijakan ini langsung menarik perhatian industri transportasi online karena berpotensi mengubah skema pendapatan jutaan pengemudi ojek online (ojol) di Indonesia.

Dalam pernyataannya, CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa pihaknya menghormati arahan pemerintah. Namun, perusahaan masih menunggu aturan resmi sebelum mengambil langkah konkret.

Grab Tunggu Detail Aturan Resmi

Neneng menyampaikan bahwa Grab belum bisa memberikan respons teknis terkait kebijakan tersebut. Ia menilai perusahaan perlu mempelajari isi regulasi secara menyeluruh agar tidak salah mengambil keputusan.

“Kami menghormati arahan Presiden. Saat ini kami menunggu penerbitan resmi Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 agar kami bisa meninjau detailnya,” ujar Neneng, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, kejelasan aturan menjadi kunci penting. Tanpa rincian yang jelas, perusahaan sulit menyesuaikan sistem operasional dan model bisnis yang selama ini berjalan.

Potongan Turun, Pendapatan Driver Naik

Baca Juga :  Daihatsu Sigra 2026 Tetap Jadi MPV LCGC Favorit Keluarga

Instruksi Presiden menyebutkan bahwa potongan aplikator harus turun dari sekitar 20% menjadi 8%. Artinya, pengemudi akan menerima hingga 92% dari total tarif perjalanan.

Kebijakan ini langsung disambut positif oleh komunitas ojol. Banyak pengemudi menilai langkah tersebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan mitra.

Namun, di sisi lain, kebijakan ini juga menimbulkan tantangan bagi perusahaan teknologi. Penurunan potongan berarti berkurangnya sumber pendapatan utama aplikator.

Komitmen Grab Dukung Ekonomi Nasional

Neneng menegaskan bahwa Grab tetap berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menyebut perusahaan akan mencari solusi terbaik agar tetap bisa menjaga keseimbangan antara kesejahteraan mitra dan keberlanjutan bisnis.

“Sebagai mitra jangka panjang dalam ekosistem ekonomi digital, kami akan terus mendukung visi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Grab juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri agar kebijakan ini bisa berjalan efektif tanpa mengganggu layanan kepada masyarakat.

Industri Masih Hitung Dampak

Sejumlah perusahaan lain di sektor serupa juga mengambil sikap serupa. Mereka memilih menunggu aturan resmi sebelum memberikan respons lebih jauh.

Baca Juga :  PSV Kokoh di Puncak, Twente vs Ajax Berebut Zona Eropa

Pelaku industri menilai perubahan ini tidak sederhana. Penyesuaian tarif, insentif, hingga sistem aplikasi membutuhkan perhitungan matang agar tidak merugikan semua pihak.

Selain itu, perusahaan juga harus mempertimbangkan biaya operasional, teknologi, dan promosi yang selama ini ditopang dari potongan tarif.

Perpres Jadi Penentu Arah Kebijakan

Kunci dari implementasi kebijakan ini terletak pada Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Regulasi ini akan menjadi dasar hukum bagi seluruh aplikator dalam menyesuaikan sistem mereka.

Jika aturan tersebut terbit dengan detail yang jelas, maka perubahan bisa berlangsung lebih cepat. Sebaliknya, jika masih menyisakan banyak interpretasi, implementasi berpotensi berjalan lambat.

Untuk saat ini, semua pihak memilih menunggu. Baik perusahaan, pengemudi, maupun pengguna layanan sama-sama menantikan kejelasan yang akan menentukan masa depan industri transportasi online di Indonesia.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Indonesia Setop Impor Solar, Produksi Dalam Negeri Kini 100 Persen
VinFast Rilis 3 Motor Listrik di Indonesia Juni 2026, Jarak Tempuh Tembus 100 Km
Kode Redeem FC Mobile 22 April 2026: Klaim Gems dan Item Pack Gratis Hari Ini!
Kode Redeem Genshin Impact 19 April 2026, Klaim Primogems Gratis
Jalani Sidang Perdana Kasus Bollard, Fahruddin: PUPR Setuju Pembongkaran
Prajogo Pangestu Geser Taipan Lama, Kini Jadi Orang Terkaya RI
Kode Redeem Mobile Legends 14 April 2026, Klaim Skin Gratis
ISKADA Sumatera Barat Perkuat Kolaborasi Perempuan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:30 WIB

Grab Buka Suara soal Potongan Ojol 8%, Driver Bisa Kantongi 92% Tarif

Kamis, 30 April 2026 - 08:00 WIB

Indonesia Setop Impor Solar, Produksi Dalam Negeri Kini 100 Persen

Minggu, 26 April 2026 - 07:00 WIB

VinFast Rilis 3 Motor Listrik di Indonesia Juni 2026, Jarak Tempuh Tembus 100 Km

Rabu, 22 April 2026 - 00:30 WIB

Kode Redeem FC Mobile 22 April 2026: Klaim Gems dan Item Pack Gratis Hari Ini!

Minggu, 19 April 2026 - 01:30 WIB

Kode Redeem Genshin Impact 19 April 2026, Klaim Primogems Gratis

Berita Terbaru