Laba BLES Meledak 4.000%, Emiten Hermanto Tanoko Cetak Lonjakan Kinerja Kuartal I-2026

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Emiten terafiliasi konglomerat Hermanto Tanoko, PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), mencatat kinerja keuangan yang melonjak tajam pada kuartal I-2026. Perseroan membukukan kenaikan laba bersih hingga lebih dari 4.000% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja BLES Kuartal I-2026 Tumbuh Solid

BLES menunjukkan penguatan fundamental bisnis sejak awal 2026. Perseroan membukukan pendapatan Rp 334 miliar, naik 6,3% dari Rp 314 miliar pada kuartal I-2025. Manajemen menyebut pertumbuhan ini menandai perbaikan permintaan dan peningkatan aktivitas produksi.
Pendapatan Naik Ditopang Volume dan Harga Jual
Manajemen BLES menjelaskan kenaikan pendapatan berasal dari peningkatan volume penjualan seiring bertambahnya kapasitas produksi. Selain itu, kondisi pasar yang lebih stabil ikut mendorong kenaikan harga jual produk.
Perusahaan juga menilai kebijakan pemerintah yang lebih jelas dan konsisten ikut memberikan kepastian bagi industri bahan bangunan. Faktor tersebut memperkuat daya serap pasar dan menjaga momentum penjualan.
Laba Bersih Melonjak Lebih dari 4.000%
BLES mencatat laba bersih Rp 46,9 miliar pada kuartal I-2026. Angka itu melonjak tajam dari Rp 1,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini tidak hanya berasal dari kenaikan penjualan, tetapi juga dari efisiensi biaya produksi.
Manajemen menyebut perusahaan berhasil menekan biaya pokok penjualan (HPP) melalui optimalisasi penggunaan bahan baku. Strategi ini meningkatkan margin keuntungan secara signifikan.
Efisiensi R&D Dorong Margin Keuntungan
BLES menjalankan program riset dan pengembangan (R&D) pada kuartal III dan IV 2025. Hasil program tersebut mulai memberikan dampak nyata pada awal 2026.
Perusahaan mengadopsi sejumlah inovasi produksi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku. Langkah ini membantu perusahaan menjaga biaya tetap terkendali sekaligus meningkatkan profitabilitas.
Aset Turun Tipis karena Penyusutan
Dari sisi neraca, total aset BLES tercatat Rp 2,005 triliun pada kuartal I-2026. Angka itu turun 1,64% dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar Rp 2,038 triliun.
Manajemen menjelaskan penurunan terjadi karena penyusutan aset serta terbatasnya penambahan aset baru pada periode tersebut.
Ekspansi Pabrik dan Prospek 2026
BLES mengoperasikan kapasitas produksi sekitar 5,6 juta meter kubik per tahun. Perseroan juga mulai mengoperasikan pabrik kelima di Banjarnegara yang meningkatkan efisiensi dan output produksi.
Manajemen optimistis kinerja akan terus tumbuh sepanjang 2026. Permintaan bahan bangunan yang tetap kuat dan ekspansi kapasitas produksi menjadi pendorong utama pertumbuhan.

Kepemilikan Hermanto Tanoko

Hermanto Tanoko menggenggam saham BLES melalui PT Tancorp Investama dengan porsi 18,05%. Perseroan menilai dukungan pemegang saham memperkuat arah ekspansi dan strategi jangka panjang perusahaan.
Baca Juga :  RMKO Tetapkan Harga Rights Issue Rp 350 per Saham, Target Dana Rp 159,9 Miliar

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

MSIN Ajukan Pencatatan Saham di Bursa Hong Kong, Angela Tanoesoedibjo Ungkap Strategi Global
BELL Tebar Dividen Rp10 Miliar, Cek Jadwal Lengkap dan Rincian Pembayarannya
IPO Masih Seret 2026, Airlangga Desak BEI Kebut Antrean Emiten Baru
Konglomerat RI Serbu Tambang Emas Australia, Prajogo hingga Salim Bergerak Agresif
BUMI Caplok Loyal Metals Rp977 Miliar, Perkuat Ekspansi Tambang di Australia
Lo Kheng Hong Pernah Boncos 85%, Lalu All In UNTR dan Bangkit Jadi Investor Legendaris
10 Saham Multibagger Terbesar di Indonesia Sejak 1945, Ini Daftar Lengkapnya
Hutama Karya Tancap Gas! Laba Rp464 M Lampaui Target 172% di Awal 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:00 WIB

Laba BLES Meledak 4.000%, Emiten Hermanto Tanoko Cetak Lonjakan Kinerja Kuartal I-2026

Kamis, 30 April 2026 - 12:00 WIB

MSIN Ajukan Pencatatan Saham di Bursa Hong Kong, Angela Tanoesoedibjo Ungkap Strategi Global

Kamis, 30 April 2026 - 11:00 WIB

BELL Tebar Dividen Rp10 Miliar, Cek Jadwal Lengkap dan Rincian Pembayarannya

Kamis, 30 April 2026 - 05:00 WIB

IPO Masih Seret 2026, Airlangga Desak BEI Kebut Antrean Emiten Baru

Rabu, 29 April 2026 - 10:00 WIB

Konglomerat RI Serbu Tambang Emas Australia, Prajogo hingga Salim Bergerak Agresif

Berita Terbaru