JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) mencatat kinerja keuangan impresif pada triwulan I 2026. Perusahaan BUMN ini berhasil meraih laba bersih konsolidasi sebesar Rp464 miliar. Angka tersebut melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang hanya Rp269 miliar. Dengan capaian itu, realisasi laba mencapai 172,49% dari target awal tahun.
Direksi Hutama Karya menilai pencapaian ini tidak lepas dari disiplin pengendalian biaya dan penguatan bisnis jalan tol. Perusahaan tetap menjaga efisiensi di tengah tekanan ekonomi global yang belum stabil.
Kontributor Laba dari Tol dan Anak Usaha
Segmen pengoperasian jalan tol menjadi penyumbang terbesar laba perusahaan. Hutama Karya mencatat Earnings After Tax (EAT) dari sektor ini sebesar Rp333 miliar. Sementara itu, anak usaha PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) turut memberikan kontribusi signifikan dengan laba Rp167 miliar.
Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, laba perusahaan tetap menunjukkan pertumbuhan. Pada triwulan I 2025, Hutama Karya membukukan laba Rp448 miliar. Kenaikan ini memperkuat posisi perusahaan sebagai pengelola infrastruktur strategis nasional.
Aset Menguat, Utang Turun
Dari sisi neraca keuangan, Hutama Karya menunjukkan kondisi yang semakin solid. Total aset perusahaan mencapai Rp189,84 triliun. Ekuitas juga mengalami peningkatan sebesar 2,31% secara tahunan menjadi Rp141,64 triliun.
Manajemen berhasil menekan total utang hingga turun 15,34% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan liabilitas ini melanjutkan tren positif yang sudah terlihat sejak tahun lalu.
Selain itu, Hutama Karya mengantongi order book sebesar Rp36,37 triliun. Proyek-proyek pemerintah masih mendominasi portofolio perusahaan.
Pendapatan Hampir Capai Target
Pada triwulan I 2026, Hutama Karya mencatat pendapatan sebesar Rp4,67 triliun. Realisasi ini mencapai 82,11% dari target RKAP. Meski belum menyentuh target penuh, perusahaan tetap selektif dalam mengambil proyek baru.
Manajemen memilih fokus pada proyek strategis yang memberikan nilai tambah tinggi. Strategi ini bertujuan menjaga kualitas pertumbuhan bisnis, bukan sekadar mengejar volume kontrak.
Progres Tol Trans Sumatra Terus Berjalan
Hutama Karya terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Hingga akhir triwulan I 2026, panjang tol yang telah terbangun mencapai 1.108 kilometer. Perusahaan menambah 10,1 kilometer jalan tol baru sepanjang periode ini.
Saat ini, beberapa ruas masih dalam tahap konstruksi aktif. Ruas tersebut meliputi Betung-Jambi, Rengat-Pekanbaru, dan Palembang-Betung. Perusahaan juga terus meningkatkan layanan pada ruas tol yang sudah beroperasi.
Strategi Hadapi Tantangan Global
Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menegaskan bahwa perusahaan tetap waspada terhadap dinamika global. Ia menyebut volatilitas harga komoditas, fluktuasi nilai tukar, dan potensi perlambatan ekonomi dunia sebagai tantangan utama.
Menurutnya, Hutama Karya mampu menjaga kinerja karena menerapkan disiplin finansial yang kuat. Ia menilai sektor infrastruktur tetap menjadi investasi yang tangguh di tengah ketidakpastian global.
Untuk menjaga momentum, direksi menetapkan empat langkah strategis. Pertama, perusahaan memperkuat pengendalian biaya dan meningkatkan kewaspadaan terhadap pasar. Kedua, perusahaan mengoptimalkan penggunaan energi di seluruh lini operasional.
Ketiga, manajemen memastikan setiap keputusan bisnis berjalan secara terukur untuk menghindari risiko penurunan kualitas aset. Keempat, perusahaan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia agar mampu bersaing di industri konstruksi nasional.
Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk menjaga kinerja sepanjang 2026. Perusahaan juga berupaya menghadirkan infrastruktur berkualitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









